fbpx

Awas, Bahaya Hipertensi Juga Bisa Mengancam Millennials!

Apr 23, 2020 | Hipertensi | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Menurut WHO, Sebanyak 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Selain itu hipertensi juga merupakan penyebab kematian dini di seluruh dunia. Namun jika berbicara mengenai bahaya hipertensi, kebanyakan dari milenial akan berpikir bahwa hipertensi hanya terjadi pada usia tua. Tapi tahukah kamu bahwa hipertensi juga dapat menyerang milenial? Bagaimana bisa hipertensi mengancam milenial?

Yuk simak beberapa informasi berikut yang telah tim Lifepack rangkum untuk kamu.

Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi atau yang dikenal dengan darah tinggi merupakan suatu kondisi di mana pembuluh darah terus meningkatkan tekanannya. Hal ini mengakibatkan setiap kali jantung memompa darah ke seluruh tubuh melalui arteri (pembuluh darah), jantung mengalami kesulitan karena tingginya tekanan. Hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, ginjal, dan lainnya.

Gejala Hipertensi

Banyak orang yang mengalami hipertensi tidak menyadari gejala hipertensi atau bahkan tidak mengalami gejala hipertensi. Namun terdapat beberapa gejala umum hipertensi yang harus kamu ketahui, yaitu sakit kepala di pagi hari, mimisan, detak jantung tidak teratur, perubahan penglihatan, dan telinga terasa berdengung. Gejala lain yang lebih parah dapat berupa mual, muntah, kelelahan, cemas, nyeri dada, dan tremor otot.

Selain itu jika hipertensi tidak segera mendapat pengobatan dapat nyeri dada persisten (angina), serangan jantung dan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian. Jika hipertensi tidak segera ditangani akan sangat berbahaya karena dapat meningkatkan risiko komplikasi. 

Mungkinkah Bahaya Hipertensi Terjadi Pada Milenial?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dengan usia 18-31 memiliki tingkat diagnosis hipertensi 33% lebih lambat dibandingkan dengan orang dewasa yang berusia  ≥ 60 tahun. Selain itu pada penelitian lain yang dilakukan di India menyebutkan bahwa jumlah kasus pra-hipertensi di kalangan dewasa muda (20-30 tahun) cukup tinggi, yaitu sebesar 45,2%). Hal ini membuktikan bahwa hipertensi mungkin terjadi pada milenial.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Cara Untuk Mendeteksi dan Mengatasi Hipertensi
Awas Bahaya Kanker Paru Menghantui Semua Umur Termasuk Milenial
Diare Masih Menjadi Penyebab Kematian, Bagaimana Cegah Diare?
Mengenal Penyebab Asam Urat dan Pengobatannya
Perawatan dan Pencegahan Cacar Air Dewasa
Ketahui Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Anemia Lebih Dini

Kemudian, faktor risiko hipertensi yang masih banyak dimiliki oleh milenial juga memungkinkan milenial mengalami hipertensi atau penyakit kronis lainnya di kemudian hari. Faktor risiko hipertensi yang dapat dihindari milenial antara lain pola makan yang tidak sehat seperti konsumsi garam berlebih, diet tinggi lemak jenuh dan lemak trans, kurang konsumsi buah dan sayur, kurang berolahraga, merokok dan konsumsi alkohol, serta obesitas.

Selain itu hipertensi juga dapat dicegah dengan mengelola stress, memeriksakan tekanan darah secara berkala, dan berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. Menghindari perilaku merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengurangi risiko terkena hipertensi.

Itulah beberapa informasi mengenai bahaya hipertensi. Semoga bermanfaat! Jika kamu merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Jika kamu membutuhkan konsultasi kesehatan kamu dapat mengunduh aplikasi Lifepack di Google Play Store maupun App Store, dan nikmati menebus obat dengan mudah tanpa antri.

Sumber:

World Health Organization

Centers for Disease Control and Prevention

National Centers for Biotechnology Information

Ditulis oleh: Nada Karisma

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis