fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Pemirolast K merupakan salah satu jenis obat yang tergolong dalam anti alergi. Obat ini bekerja dengan cara menghambat proses pertumbuhan penyebab gejala alergi yang ada di dalam tubuh. Obat ini biasanya digunakan secara khusus untuk reaksi alergi yang terjadi pada daerah mata namun tidak boleh digunakan untuk mengobati kondisi medis mata yang disebabkan oleh penggunaan kontak lensa.

Informasi

Pemirolast K merupakan obat yang bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati gatal-gatal yang terjadi pada mata yang disebabkan oleh reaksi alergi. Pemirolast yang merupakan senyawa turunan pirimidin yang memiliki aktivitas anti alergi akan mengikat reseptor histamin H1. Proses ini akan menghambat aksi histamin endogen yang kemudian dapat menyebabkan penghentian sementara efek negatif yang diciptakan oleh histamin. Pemirolast juga bekerja dengan cara menghambat ion kalsium yang dimediasi antigen ke dalam sel mast yang akan mencegah terjadinya degranulasi sel mast, membuat sel mast menjadi stabil, dan penghambatan pelepasan mediator inflamasi seperti histamin dan leukotrien yang terlibat dalam proses alergi.

Obat ini juga mampu mencegah pelepasan mediator inflamasi dari eosinofil ke jaringan okular (mata). Selain digunakan untuk mata, obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati asma kronis dan profilaksis rhinitis alergi. Obat ini digunakan dalam bentuk garamnya yaitu Kalium/ Potasium Pemirolast dan tersedia dalam sediaan oral untuk mengobati asam kronis dan rhinitis alergi. Sedangkan untuk mata terdapat sediaan obat dalam bentuk tetes mata dengan formulasi 0,1% solution.

Dosis

Dosis yang digunakan untuk orang dewasa adalah sebanyak 1 – 2 tetes pada setiap mata yang bermasalah, digunakan 4x dalam sehari. Kemudian dosis yang digunakan untuk anak-anak usia dibawah 3 tahun sangat tidak direkomendasikan untuk menggunakan obat ini karena keamanan dan kemanjurannya belum diketahui secara pasti.

Kontraindikasi

pemirolast-k

Obat ini tidak boleh dan dilarang keras untuk dikonsumsi oleh orang yang menderita kondisi atau memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen atau komposisi yang ada di dalam obat ini. Hipersensitivitas merupakan suatu kondisi dimana munculnya sebuah reaksi yang berlebihan karena terlalu lemah atau sensitifnya respon imun tubuh. Akibatnya akan terjadi kerusakan, ketidaknyamanan, dan dapat mengakibatkan kondisi yang sangat fatal bagi tubuh. Reaksi ini dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu hipersensitivitas tipe 1, hipersensitivitas tipe 2, hipersensitivitas tipe 3, dan hipersensitivitas tipe 4 semakin tinggi tingkat hipersensitivitas, maka dampak yang akan muncul semakin bertambah buruk. Oleh karena itu pastikan anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin menggunakan obat-obatan lainnya untuk menghindari reaksi ini.

Interaksi dengan Obat Lain

Penggunaan obat-obatan tertentu yang digunakan bersamaan dengan obat yang lainnya akan menyebabkan adanya interaksi. Dalam kasus ini, sampaikanlah kepada dokter terkait dengan obat-obatan yang sedang anda konsumsi sebelum menggunakan Pemirolast K, baik bat resep maupun obat non resep lainnya yang beredar di pasaran. Jika dokter menemukan obat yang tidak bisa dikonsumsi dengan Pemirolast K, dokter akan memberikan resep yang lainnya dan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan anda. 

Kelompok Orang Berisiko

Beritahu dokter jika anda sedang mengalami kondisi kesehatan seperti iritasi akibat kontak lensa, karena Pemirolast K tidak digunakan untuk kondisi ini. 

Efek Samping

Efek samping yang selama ini terjadi akibat penggunaan Pemirolast K adalah sebagai berikut :

  1. Rasa terbakar pada mata
  2. Mata kering
  3. Sensasi mengganjal pada mata
  4. Mata menjadi tidak nyaman
  5. Alergi (Baca juga 5 Faktor Penyebab Munculnya Alergi yang Perlu Anda Waspadai)
  6. Nyeri punggung
  7. Bronkitis
  8. Batuk
  9. Dismenore
  10. Demam
  11. Sinusitis
  12. Bersin
  13. Hidung tersumbat.

Cara Konsumsi

Cara penggunaan Pemirolast K cukup mudah, anda bisa mengikuti petunjuk yang ada pada label atau kemasan. Dilarang menggunakan obat ini dalam dosis yang lebih besar atau lebih sedikit dan lebih lama dari yang diresepkan oleh dokter. Sebelum menggunakan obat ini, cuci tangan dan mata anda sampai bersih kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Hadapkan kepala keatas dan tarik sedikit bagian bawah kelopak mata untuk membuat kantung kecil. Kemudian pegang pipet dengan bagian ujung ke arah mata, lihatlah ke arah pipet dan tekan pipet agar obat bisa menetes ke bagian mata. Usahakan untuk tidak pernah menyentuh ujung pipet agar tidak terkontaminasi sehingga menambah parah kondisi infeksi yang sedang dialami.
  2. Tutup mata selama 2 sampai 3 menit dengan kepala mengarah kebawah, usahakan untuk tidak berkedip atau menyipitkan mata agar obat tidak keluar dari mata anda.
  3. Ulangi langkah pertama sebanyak jumlah dosis yang diberikan. Jika dosis yang diberikan lebih dari satu tetes, beri jeda waktu selama 3 – 5 menit untuk tetesan selanjutnya.

Usahakan untuk tidak menggunakan obat ini saat memakai lensa kontak karena terdapat kandungan pengawet yang dapat diserap oleh lensa kontak yang lunak. Jika anda ingin menggunakan lensa kontak setelah menggunakan obat ini, pastikan untuk memberi jeda waktu selama kurang lebih 10 menit. Alangkah lebih baik selama penggunaan obat untuk menghentikan penggunaan lensa kontak hingga mata kembali normal.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis