fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Silica merupakan suplemen yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tulang (osteoporosis), penyakit kardiovaskular, penyakit alzheimer, kerontokan pada rambut, dan meningkatkan kualitas dari kuku serta rambut. 

Osteoporosis adalah kondisi yang mana kondisi tulang mulai berkurang kepadatannya. Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang menyerang jantung serta pembuluh darah, yang mana membuat kondisi jantung dan pembuluh darah terganggu. Penyakit alzheimer adalah penyakit yang menyerang otak, membuat kemampuan dari berpikir menurun dan daya ingat menurun. Kerontokan rambut adalah kondisi yang mana volume dari helaian rambut berkurang. Bahkan, dengan mengkonsumsi silica bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas dari rambut dan kuku.

Informasi 

Silica, merupakan suplemen yang biasanya dikonsumsi oleh pasien yang mengidap osteoporosis, kardiovaskular, alzheimer, kerontokan rambut, dan kualitas dari rambut serta kuku. Tetapi, tidak hanya itu saja fakta lain dari silica adalah mengobati kerusakan pada kulit, nyeri otot, dan gangguan pada pencernaan. 

Cara kerja suplemen ini belum bisa dijelaskan lebih lanjut dan ditetapkan. Tetapi, suplemen ini bisa berfungsi untuk pembentukan tulang tubuh dan kolagen. Silica akan berbeda dengan silicon, jangan disamaratakan. Silikon merupakan benda yang digunakan untuk implan payudara dan pelengkap perangkat medis. Sedangkan silika, merupakan suplemen dengan trace mineral, yaitu mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang lebih kecil.. 

Dosis 

Dosis biasanya ditentukan dengan kondisi dari tubuh pasien. Maka dari itu, lebih baiknya dosis yang digunakan sesuai dengan rekomendasi dari dokter Anda. Jangan sembarangan dalam mengkonsumsi suplemen silica, karena akan mempengaruhi tubuh. Tubuh tidak akan sehat ketika mengkonsumsi suplemen sembarangan, yang ada kondisi tubuh malah memburuk. 

Dalam penentuan dosis penggunaan silica, disesuaikan dengan sakit yang diderita oleh pasien, berat tubuh pasien, usia, dan kondisi pasien. Tetapi, Anda masih bisa mendapatkan dosis umum dari penggunaan silica, diantaranya sebagai berikut:

Silica dikonsumsi secara oral, untuk penderita osteoporosis. Penggunaan dosis yang tepat untuk pasien yang mengidap osteoporosis adalah 40 mg. Dengan mengkonsumsi dosis yang sesuai, akan meningkatkan kepadatan dari tulang.

Kontraindikasi

silica
  1. Apabila Anda memiliki hipersensitivitas terhadap silica, maka disarankan kepada Anda saat ini menghubungi dokter. 
  2. Sebelum memberikan suplemen ini kepada anak-anak, pastikan terlebih dahulu dengan menanyakan kepada dokter.
  3. Apabila Anda sedang mengkonsumsi obat-obatan resep, non-resep, dan herbal, segera catat dan konsultasikan dengan dokter saat ini.
  4. Apabila silica dikonsumsi oleh orang berumur lansia, maka bisa dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter. 
  5. Apabila Anda sedang menjalankan program kehamilan atau sedang hamil atau sedang menyusui bayi, maka bisa bicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi suplemen ini. 

Interaksi dengan Obat Lain

Apabila dokter Anda, mengarahkan Anda untuk mengkonsumsi silica pada saat itu juga dokterserta apoteker, sudah mengetahui tentang interaksi yang kemungkinan mengincar Anda dan terjadi pada tubuh Anda. 

Lakukan pencatatan mengenai obat yang saat ini dikonsumsi, Anda tidak boleh mengubah dosis, memulai dosis, dan menghentikan dosis. Sebaiknya, Anda langsung pergi ke dokter untuk mengatasi permasalahan interaksi antara silica dengan obat lain yang sedang dikonsumsi. Anda juga bisa bertanya mengenai interaksi obat kepada penyedia layanan kesehatan dan apoteker. 

Silica belum diketahui memiliki efek interaksi ringan, sedang, maupun parah. Kemungkinan mengkonsumsi silica dengan obat yang lain mempunyai efek yang sangat buruk terhadap tubuh. Maka dari itu, sebelum mengkonsumsi silica segera konsultasikan kepada dokter untuk lebih amannya.

Kelompok Orang Berisiko

Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai penggunaan silica untuk seseorang yang sedang menjalankan program kehamilan, ibu hamil, dan ibu menyusui. Agar tetap aman dalam mengkonsumsi silica, bisa berkonsultasi dengan dokter sekarang juga. Anda akan mendapatkan jawaban terbaik mengenai besar kecilnya manfaat dan risiko apabila dikonsumsi.

Inilah seseorang yang berisiko ketika mengkonsumsi silica, diantaranya sebagai berikut:

  1. Ibu yang sedang menjalankan program kehamilan, hamil, dan menyusui
  2. Anak-anak yang masih di bawah umur
  3. Orang yang mempunyai hipersensitivitas terhadap silica. 
  4. Orang yang berusia lansia. 

Efek Samping

Efek samping dari masing-masing pasien akan berbeda. Melihat penggunaan silica sendiri dikonsumsi oleh penderita osteoporosis, penyakit alzheimer, penyakit kardiovaskular, penderita kerontokan rambut, dan seseorang yang menginginkan kualitas kulit dan rambut meningkat. Anda bisa menanyakan kepada dokter mengenai efek samping dari masing-masing penderita.

Sehingga pada saat efek samping dirasa cukup parah, Anda tidak usah lama menunggu bisa langsung menuju tempat dokter. 

Cara Konsumsi 

Cara konsumsi silica cukuplah mudah. Anda tinggal menyesuaikan penggunaan suplemen ini dengan dosis yang sudah dijelaskan oleh dokter atau apoteker, serta dosis yang sudah tertera jelas pada kemasan. Jangan sampai mengurangi konsumsi suplemen untuk saat ini atau menambahkannya, karena tidak bagus untuk tubuh. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis