fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Aluminium fosfat merupakan bahan yang digunakan sebagai antasid, yang berfungsi menetralkan asam lambung. Tak hanya itu saja, bahan satu ini juga digunakan sebagai salah satu substansi yang berfungsi untuk meningkatkan respons imun tubuh. Atas perannya dalam meningkatkan respons imun tubuh, bahan ini pun disebut sebagai adjuvan imunologi. 

Informasi 

Aluminium fosfat atau A1PO4 merupakan senyawa yang kerap digunakan sebagai bahan pembuatan vaksin dan juga pembuatan antasida. Dalam proses formulasi vaksin, A1PO4 berperan sebagai adjuvant. Adjuvant merupakan bahan yang digunakan dalam vaksin, untuk membantu terbentuknya imun atau daya tahan tubuh yang lebih kuat pada orang yang menerima vaksin tersebut. 

Berbeda dengan vaksin yang mengandung adjuvan, vaksin dengan adjuvant mungkin menyebabkan reaksi lokal dan sistemik yang lebih banyak dibandingkan sistem tanpa adjuvan. Reaksi tersebut misalnya seperti munculnya ruam kemerahan, bengkak, nyeri pada area tubuh yang divaksin, dan juga demam. Namun, dengan adanya adjuvan ini, daya tahan tubuh akan jadi lebih kuat. 

Dalam penggunaannya sebagai komponen penyusun antasida, obat untuk menetralkan asam pada lambung, A1PO4 banyak digunakan bersama dengan aluminium hidroksida. Fungsi khususnya A1PO4 atau aluminium fosfat ini sendiri adalah untuk menyerap garam empedu dan juga gas pada lambung. Antasida yang disusun oleh A1PO4 ini sendiri bisa dikonsumsi dengan atau tanpa resep khusus dari dokter. 

Dosis

Dalam bentuk suspensi, dosis A1PO4 yang digunakan adalah sebanyak 12.38g/20g. Sedangkan untuk yang berbentuk cairan atau liquid, dosis A1PO4 yang digunakan juga sama, yakni 12.38g/20g. Penggunaan bahan ini sendiri bercampur dengan bahan lainnya, baik itu untuk digunakan sebagai vaksin atau pun dalam antasid.  

Efek Samping 

aluminium-fosfat

Hipofostemia 

Pengonsumsian antasida yang mengandung bahan aluminium fosfat di dalamnya, berpotensi memicu timbulnya kondisi hipofosfatemia. Hipofosfatemia merupakan keadaan di mana level fosfat dalam darah relatif rendah, di bawah 2.5 mg/dL. Gejala yang mungkin timbul saat seseorang mengalami hiperfosfatemia adalah lemah otot, kelelahan, nyeri tulang, dan hilangnya nafsu makan

Anoreksia 

Selanjutnya, efek samping yang bisa ditimbulkan karena antasida yang mengandung aluminium fosfat ini adalah anoreksia. Anoreksia merupakan jenis gangguan makan, di mana berat badan seseorang sangat rendah karena kurangnya asupan makanan yang mereka peroleh. Tak hanya itu saja, seseorang yang menderita anoreksia juga kerap melakukan olahraga yang berlebihan. 

Konstipasi 

Pengonsumsian antasid yang mengandung bahan ini juga bisa memicu terjadinya konstipasi. Saat seseorang mengalami konstipasi, maka frekuensi buang air besarnya akan lebih sedikit dibandingkan dengan frekuensi normalnya. Tinja yang dikeluarkan pun teksturnya keras dan kering, sehingga rasa sakit kerap dirasakan pada saat buang air besar. 

Keracunan Aluminium 

Efek samping berupa keracunan aluminium juga bisa terjadi akibat pengonsumsian aluminium fosfat ini dalam bentuk antasida.  Gejala yang mungkin ditimbulkannya seperti lemah otot, nyeri pada tulang, dan kejang. Segera hubungi dokter, jika sekiranya Anda mengalami gejala ini dengan kondisi Anda yang menderita gangguan pada ginjal. 

Osteomalasia 

Osteomalasia merupakan kondisi di mana tulang menjadi lunak dan rapuh. Akibatnya, patah tulang pun rentan terjadi. Aluminium yang terkandung dalam vaksin ataupun antasida, dapat menghambat penyerapan kalsium oleh tulang. Gejala yang mungkin muncul akibat kondisi ini adalah tubuh jadi mudah lelah, lemah otot, serta nyeri pada beberapa bagian tubuh.   

Cara Konsumsi

Antasida yang mengandung bahan ini merupakan jenis obat bebas. Jadi, seseorang bisa membelinya di apotek, lalu mengonsumsinya sesuai aturan pakai yang tertera di kemasan obat tersebut. Antasida yang berbentuk suspensi, harus dikocok dulu sebelum digunakan, agar semua bahan di dalamnya tercampur sempurna. 

Sedangkan untuk vaksin yang mengandung bahan ini, harus diinjeksikan oleh tenaga medis sesuai dengan arahan dari dokter. Misalnya saja seperti vaksin tetanus dan difteri atau vaksin TD. Vaksin ini diberikan pada saat anak berusia di atas 10 tahun. Jika pada saat kecil belum menerima vaksin ini, maka penginjeksiannya bisa dilakukan pada saat dewasa. 

Aluminium fosfat merupakan senyawa kimia kerap digunakan sebagai salah satu bahan membuat vaksin dan juga antasid, obat untuk mengatasi asam lambung. Sebagai antasida, pengonsumsiannya bisa dilakukan tanpa resep dokter, namun sebagai vaksin harus sesuai dengan petunjuk dari dokter. Jika Anda memiliki alergi terhadap aluminium fosfat, harap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya. 

Sumber: 

CDC. 2020. Adjuvants and Vaccines. Diakses pada 2020.

National Library of Medicine. Aluminium Phosphate. Diakses pada 2020.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis