fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Osteoporosis dikenal juga sebagai penyakit pengeroposan tulang. Osteoporosis umumnya menjangkit sebagian besar wanita yang telah mengalami menopause. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan tingkat internasional yang dialami oleh rentang usia 50-80 tahun.

Informasi

Pengeroposan ditandai dengan menurunnya massa tulang atau kepadatan tulang disertai dengan penurunan kekuatan tulang yang tidak mampu menahan tubuh. Menurunnya kepadatan tulang dan kekuatan tulang secara berkelanjutan mengakibatkan masalah yang cukup serius.

Gejala Osteoporosis

Penderita penyakit ini tidak menunjukan gejala yang signifikan. Pengeroposan yang terjadi seperti gangguan metabolisme tulang. Metabolisme yang terganggu dipengaruhi oleh kondisi hormon estrogen dan kurangnya kalsium pada tulang. Tulang yang mengalami pengeroposan apabila terjadi insiden kecil seperti terjatuh dan terpeleset akan mengakibatkan patah tulang. 

Ada tiga daerah rawan pada tubuh terjadinya osteoporosis, diantaranya tulang belakang, panggul, dan pergelangan tangan. Tiga daerah tersebut termasuk ke dalam area sensitif bagi penderita osteoporosis. Umumnya gejala yang sering dialami meliputi:

  1. Nyeri pada tulang
  2. Penurunan tinggi badan secara bertahap
  3. Mengalami cacat atau sulit berjalan

Penyebab

Tulang membutuhkan sistem metabolisme yang normal sehingga sel-sel tulang bekerja menjaga kepadatan tulang. Sel pembangun dan sel pembongkar pada tulang bekerja silih berganti, saling mengisi, seimbang sehingga terbentuklah tulang utuh. 

Penyebab osteoporosis terganggu akibat kondisi tulang yang kekurangan mineral, kalsium, dan fosfat dalam pembentukannya. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, produksi pada jaringan sel-sel tulang terganggu. 

Selain itu, penyebab osteoporosis ialah penuaan. Penuaan yang terjadi pada wanita ialah menurunnya kadar estrogen. Sementara itu, osteoporosis yang terjadi pada laki-laki diakibatkan oleh menurunnya kadar hormon testosteron.

Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya osteoporosis terbagi atas dua, yaitu faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah. 

Faktor yang Dapat Diubah

Kurang Aktivitas Fisik

Olahraga merupakan kunci utama untuk menjaga keseimbangan tubuh. Gerakan yang ditimbulkan dari olahraga membuat persendian tidak kaku dan peredaran darah berjalan dengan lancar. Olahraga juga dapat memacu otot pada tulang membentuk massa tulang.

Kalsium yang Rendah 

Kalsium sangat penting bagi perkembangan tulang. Kalsium dibutuhkan agar tulang tidak mengambil kalsium dari bagian tubuh yang lain. 

Kurangnya Vitamin D

Vitamin D diperoleh dengan mengkonsumsi makanan sehat dan juga menjemur diri di bawah sinar matahari. Paparan sinar matahari di pagi hari baik untuk kesehatan tulang. 

Konsumsi Kafein dan Alkohol

Kafein dan alkohol termasuk salah satu penyebab tulang mudah mengalami pengeroposan. Tulang yang mengalami pengeroposan mudah rapuh dan rusak sehingga menghambat proses pembentukan tulang. Kafein dan alkohol termasuk ke dalam toksin tubuh. Karena kalsium yang ada pada tulang terbuang bersama dengan air seni. 

Kebiasaan Merokok 

Rokok tidak hanya mempengaruhi paru-paru tetapi juga mempengaruhi tubuh lain yaitu tulang. Zat nikotin pada rokok mempercepat penyerapan tulang. Selain itu mengakibatkan kadar hormon estrogen berkurang atau rendah.

Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Obat yang termasuk ke dalam golongan steroid yang digunakan sebagai anti peradangan dan alergi menyebabkan risiko penyakit osteoporosis. Jika obat tersebut dikonsumsi dalam jumlah yang tinggi, maka akan terjadi massa tulang. 

Faktor yang Tidak Dapat Diubah

Riwayat Keluarga 

Pola makan yang sehat dan selalu berolahraga tetap bisa mengalami penyakit osteoporosis. Karena penyakit termasuk faktor yang dapat diturunkan dari ruang lingkup keluarga. Baik itu dari ayah ke anak maupun ibu ke anak.

Jenis Kelamin Perempuan

Perempuan merupakan jenis kelamin yang rentan sekali mengidap risiko penyakit osteoporosis. Setelah melewati masa menopause, sel-sel tulang mulai mengalami penurunan massa tulang. Sehingga tulang berpotensi mengalami pengeroposan.

Faktor Usia 

Pertambahan usia membuat fungsi organ tubuh mengalami penurunan. Pada usia 50-80 tahun, wanita memiliki risiko yang lebih besar mengalami kehilangan massa tulang. Karena fungsi hormon paratoid semakin meningkat sementara penyerapan kalsium mulai menurun. 

Diagnosis

Penyakit osteoporosis terdiagnosis setelah terjadi keretakan pada tulang. Pemeriksaan rontgen berguna untuk mengidentifikasi keretakan tulang. Untuk mengetahui kekuatan dan ketangguhan tulang dapat dilakukan dengan prosedur Dual-Energy X-Ray Absorptiometry atau DEXA. Metode DEXA memudahkan anda untuk mengetahui densitas tulang dan mineral.

Pengobatan

Pengobatan untuk penderita osteoporosis dengan cara memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D untuk tulang. Kebutuhan vitamin D harus dapat diperoleh dengan mengkonsumsi buah dan sayur serta melakukan olahraga dan mendapatkan paparan sinar matahari untuk proses pembentukan sel-sel tulang. Hindari mengkonsumsi obat-obatan yang dapat mempercepat proses pengeroposan.

Osteoporosis dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Tua muda dapat terjangkit penyakit osteoporosis bila kebutuhan kalsium tidak terpenuhi. Adapun kebutuhan kalsium berdasarkan usia terdiri atas.

  1. 0-6 bulan kebutuhan kalsium yang dibutuhkan sebanyak 210 mg per hari
  2. 7-12 bulan kebutuhan kalsium yang dibutuhkan sebanyak 270 mg per hari
  3. 1-3 tahun kebutuhan kalsium yang dibutuhkan sebanyak 500 mg per hari
  4. 4-8 tahun kebutuhan kalsium yang dibutuhkan sebanyak 880 mg per hari
  5. 19-50 tahun kebutuhan kalsium yang dibutuhkan sebanyak 1000 mg per hari
  6. > 50 tahun kebutuhan kalsium yang dibutuhkan sebanyak 1200 mg per hari

Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan kebiasaan sederhana. Selain memenuhi kalsium dan vitamin D serta mineral untuk proses penguatan massa tulang. Istirahat yang cukup juga mempengaruhi proses pengeroposan tulang sehingga mengakibatkan osteoporosis.

1. Melakukan Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik dapat dilakukan di halaman rumah seperti lari pagi. Aktivitas fisik yang bermanfaat lainnya seperti membersihkan lingkungan rumah. Membuka kebun di belakang rumah atau bercocok tanam.

2. Hindari Konsumsi, Rokok, Kafein dan Alkohol 

Kafein dan alkohol merupakan minuman yang tidak baik untuk organ tubuh. Tidak hanya merusak gigi dan pernapasan tetapi juga dapat mengurangi massa atau kekuatan pada tulang. Orang yang mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat mempercepat pengeroposan pada tulang.

Lakukan cara pencegahan tersebut agar tulang kuat dan terhindar dari osteoporosis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis