fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Levonorgestrel merupakan obat progestin. Yaitu, bentuk sintetik atau buatan dari hormon progesteron. Obat ini biasa digunakan sebagai salah satu alat kontrasepsi yang dapat digunakan secara mendadak untuk hubungan tanpa pengaman atau alat kontrasepsi lain tidak berhasil. Penggunaannya melalui oral dengan dibentuk berupa pil atau tablet. Obat ini dikonsumsi secara darurat demi mencegah pembuahan. Selain itu, pil ini bisa juga digunakan sebagai terapi awal bagi perempuan yang menderita endometriosis, yaitu keadaan di mana jaringan tumbuh di luar rahim.

Obat ini digunakan secara darurat setelah alat kontrasepsi seperti kondom gagal digunakan atau terdapat kebocoran. Namun, obat ini tidak dapat bekerja dengan baik pada wanita yang kelebihan berat badan. Batas maksimal berat yang dapat menggunakan obat ini adalah 74 kg. 

Informasi

Levonorgestrel merupakan obat yang mencegah kehamilan. Dengan kata lain obat ini disebut sebagai alat kontrasepsi darurat. Obat ini menyebabkan indung telur gagal melepaskan sel telur sehingga sperma tidak bisa membuahi. Obat ini juga mampu mengubah lapisan rahim dan telur yang telah terlanjur dibuahi tidak dapat menempel dan berkembang di dinding rahim. Berbeda dengan pil KB, obat ini tidak dianjurkan dikonsumsi secara teratur setiap bulan. Obat ini hanya dikonsumsi setelah berhubungan. Selain dalam bentuk tablet/pil obat ini juga dapat berupa implan yang ditanamkan di bawah lapisan kulit.

Dosis

Pemberian obat levonorgestrel dilakukan pada kondisi darurat. Terutama pada wanita yang telah mengalami masa pubertas. Obat ini dilarang untuk wanita hamil. Obat yang terdiri dari dua buah pil dalam satu kemasan masing-masing mengandung 0,75 mg levonorgestrel. Diminum secara bertahap setelah berhubungan atau maksimal tujuh puluh dua jam (3 hari) setelah berhubungan. Kemudian, obat kedua diminum dua belas jam setelah obat pertama. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami muntah setelah dua jam minum obat ini. 

  • Terapi pada wanita dengan usia menopause, dengan penggunaan obat sekitar 0,75 mg – 2,5 mg selama sepuluh hingga dua belas hari selama masa siklus haid dua puluh delapan hari.
  • Untuk penggunaan implan, digunakan enam buah implan yaitu 36 mg setiap implan. Dipasang di bawah kulit dalam waktu tujuh hari pertama siklus haid. Masa pakai selama lima tahun.

Kontraindikasi

  • Beritahu dokter apabila Anda memiliki alergi terhadap levonorgestrel.
  • Beritahu dokter apabila setelah meminum obat ini Anda merasakan gejala berikut :
  • Mual, muntah, pusing, lemas, kepala sakit, payudara mengeras dan bengkak, pendarahan pada jalan lahir, perut sakit di bagian bawah, dan diare.

Interaksi dengan Obat Lain

Obat levonorgestrel memiliki beberapa kondisi jika digunakan bersamaan dengan obat lain diantaranya yaitu:

  • Cyclosporin tidak dapat bekerja maksimal dan terhambat jika digunakan bersamaan dengan levonorgestrel.
  • Khasiat obat ini, dapat berkurang atau tidak berkhasiat sama sekali jika digunakan bersamaan dengan obat anti kejang, nevirapine, modafinil, rifampicin, griseovulfin.
  • Selain obat di atas, penggunaan obat bersamaan dengan rifampisin, ampisilin, neomisin, chloramphenicol, primidone, karbamazepin, fenitoin, tetrasiklin, sulfonamida, dan griseofulvin dapat mengurangi efek obat.

Kelompok Orang Berisiko

Levonorgestrel ini sangat beresiko tinggi jika digunakan oleh ibu hamil, karena dapat menyebabkan keguguran dan kehamilan ektopik. Begitu juga pada ibu menyusui, obat ini dapat meresap ke dalam ASI dan berpengaruh pada buah hati. Begitupun dengan wanita dengan riwayat kejang obat ini tidak dapat dipakai bersamaan dengan obat anti kejang.

Konsultasikan dahulu sebelum menggunakan levonorgestrel. Terutama bagi pasien dengan kondisi seperti di bawah ini.

  • Ibu hamil dan menyusui (Baca juga Posisi Terbaik Dalam Berhubungan Seks Agar Cepat Hamil)
  • Wanita subur dengan riwayat kejang
  • Perempuan dengan riwayat migrain
  • Perempuan dengan gangguan hati
  • Riwayat diabetes melitus
  • Riwayat gagal ginjal atau gangguan ginjal
  • Epilepsi atau gangguan syaraf
  • Asma atau gangguan pernafasan lainnya.
  • Perdarahan pada vagina
  • Penyakit pembuluh arteri yang sudah parah
  • Memiliki riwayat kanker payudara.

Efek Samping

Penggunaan levonorgestrel menimbulkan efek samping sebagai berikut.

  • Perdarahan menstruasi semakin banyak
  • Payudara mengeras
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Lemas
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Gangguan nafsu makan
  • Perubahan rasa ingin berhubungan/libido
  • Rambut rontok atau sebaliknya
  • Gangguan pada kulit
  • Munculnya lebam
  • Muncul edema atau pembengkakan
  • Stroke
  • Berkurangnya kandungan trombosit dalam sel darah merah

Penggunaan levonorgestrel harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena dapat mengakibatkan berbagai penyakit degeneratif. Serta berkurangnya trombosit dalam darah. Selain itu, obat ini juga dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah yang mengakibatkan penyakit yang berhubungan dengan jantung. Seperti yang telah disebutkan di atas.

Cara Konsumsi

Menggunakan obat sesuai resep dokter adalah salah satu cara meminum obat yang benar. Perhatikan tata cara dan dosis dalam kemasan. Perlu diingat, obat ini hanya digunakan dalam keadaan darurat dan tidak dianjurkan dikonsumsi secara rutin.

Untuk orang yang kesulitan memakan obat secara langsung, obat ini dapat digunakan bersamaan dengan makanan. Waktu terbaik untuk menggunakannya adalah langsung setelah berhubungan atau maksimal tujuh puluh dua jam setelah berhubungan untuk hasil yang maksimal.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis