fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Diare adalah salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Gangguan ini ditandai dengan frekuensi buang air besar yang terlalu sering. Bentuk feses yang dikeluarkan saat BAB pun encer atau lembek berair. Orang awam sering menyebut penyakit ini dengan istilah mencret.

Informasi

Penyakit diare dibagi menjadi dua jenis tergantung dari lama durasinya yaitu:

  • Diare akut, berlangsung selama kurang lebih 3 hari hingga seminggu. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi pada saluran pencernaan sehingga mengalami diare jangka pendek.
  • Diare kronis, berlangsung selama lebih dari 4 minggu. Diare ini terjadi disebabkan oleh kondisi medis, alergi, obat-obatan, atau infeksi kronis.

Penyakit ini merupakan masalah pencernaan yang umum terjadi. Artinya, siapapun berpotensi mengalami diare dalam hidupnya, tidak kenal usia dan jenis kelamin. Rata-rata orang dewasa mengalami diare 4 kali dalam setahun. Namun, apabila kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, segera konsultasikan dengan dokter karena mungkin menandakan masalah serius.

Gejala 

Frekuensi BAB yang normal yaitu satu hingga tiga kali sehari atau paling tidak tiga kali seminggu. Meski demikian, pola buang air setiap orang berbeda-beda dilihat dari banyak faktor. Garis besarnya, sistem pencernaan dikatakan sehat atau normal apabila pola BAB teratur dan tidak mengalami perubahan mendadak secara drastis. Apabila frekuensi BAB lebih sering dari biasanya, maka orang tersebut mengalami diare. Berikut ini adalah beberapa gejala diare yang umum terjadi.

  • Feses lembek dan cair
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Merasa haus terus-terusan
  • Demam
  • Dehidrasi
  • Muncul darah pada feses
  • Feses keluar lebih banyak
  • Sering ke toilet

Segera hubungi dokter apabila diare disertai dengan:

  • Feses berwarna gelap
  • Mual dan muntah
  • Kurang tidur
  • Penurunan berat badan

Apalagi, jika diare terjadi pada anak kecil dan bayi harus segera ditangani.  Hal ini karena mencret menyebabkan kondisi dehidrasi yang serius dan membahayakan nyawa secara singkat.

Penyebab

Ada beberapa penyebab utama masalah pencernaan berupa diare ini, meliputi:

Keracunan makanan

Makanan yang tidak steril dan terkontaminasi bakteri akan menyebabkan sakit perut, mual, dan buang-buang air. Bakteri akan menginfeksi organ dalam sistem pencernaan sehingga penderita mengalami diare.

Infeksi bakteri, parasit, atau virus

Bakteri penyebab diare umumnya C. difficile, E. Coli, Salmonella, Shigella, dan Campylobacter. Sedangkan parasit atau amuba penyebab diare adalah Giardia dan Entamoeba histolytica. Sementara, virus penyebab diare yait rotavirus, norovirus, adenovirus, dan astrovirus.

Intoleransi laktosa

Gangguan pencernaan diare karena tubuh tidak mampu memecah laktosa.

  • Efek samping obat tertentu, antara lain antibiotik, antasida, obat kemoterapi, obat jantung, antidepresan, obat hipertensi, dan obat diuretik.
  • Penyakit radang usus (IDB), seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa
  • Makanan manis yang terlalu banyak tidak dapat dicerna tubuh sehingga menyebabkan mencret.

Faktor Risiko

Berbagai faktor risiko yang meningkatkan gangguan pencernaan berupa diare yaitu:

  • Jarang mencuci tangan setelah ke toilet
  • Penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih
  • Jarang membersihkan dapur dan toilet
  • Sumber air yang tidak bersih
  • Konsumsi makanan yang sudah kadaluarsa atau basi
  • Perubahan pola makan
  • Konsumsi makanan atau air minum yang telah terkontaminasi atau mentah

Diagnosis

Diagnosis diare dilakukan untuk mencari tahu penyebabnya. Langkah pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya riwayat medis pasien. Kemudian, pada beberapa kasus, dokter juga akan melakukan tes kesehatan tambahan berupa:

  • Tes darah, untuk mengetahui gejala lain yang menyebabkan diare
  • Tes feses, untuk melihat adanya bakteri atau parasit penyebab mencret
  • Sigmoidoskopi fleksibel atau kolonoskopi untuk memastikan diagnosis diare yang dilengkapi dengan biopsi bagian usus besar dan melihat seluruh bagian usus besar.

Pengobatan

Diare dapat diobati dengan cara berikut ini.

  • Minum air yang banyak untuk mengganti cairan yang hilang selama diare atau dehidrasi
  • Istirahat sebanyak mungkin, jika perlu hentikan aktivitas sementara untuk memulihkan tenaga
  • Konsumsi makanan sehat melalui menu makan BRAT (banana, rice, applesauce, and toast) yaitu pisang, nasi, saus, dan roti. Makanan tersebut mudah dicerna sehingga baik bagi pencernaan yang bermasalah. Hindari makanan pedas, berminyak, dan berlemak.
  • Obat-obatan yang umumnya diresepkan oleh dokter yaitu loperamide dan attapulgite. Konsumsi obat tersebut sesuai petunjuk dokter.

Gangguan diare dapat menimbulkan komplikasi jika dibiarkan. Komplikasi yang mungkin terjadi seperti, kehilangan banyak nutrisi, perdarahan dan nutrisi, dan dehidrasi.

Pencegahan

Nah, untuk mengurangi risiko terkena diare, berikut ini adalah upaya pencegahannya yaitu dengan hidup sehat

  • Perhatikan apa yang Anda makan
  • Hindari makanan mentah dan usahakan untuk memasak makanan tersebut terlebih dulu sebelum dimakan.
  • Perhatikan apa yang Anda minum, pastikan telah dimasak atau berupa air kemasan. Hindari alkohol dan kafein karena dapat memperburuk diare dan dehidrasi.
  • Rajin cuci tangan supaya bakteri penyebab diare dapat hilang, terutama sebelum makan dan setelah ke toilet.

Untuk tebus resep obat, anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis