fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Penyakit stroke terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau bahkan terhenti sama sekali sehingga menyebabkan jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Dalam beberapa menit, hal ini dapat mengakibatkan sel-sel otak mulai mati. Kondisi ini tentunya akan mengancam hidup seseorang dan menimbulkan kerusakan permanen pada otak.

Informasi

Penyakit stroke merupakan kondisi gawat darurat yang harus ditangani dengan cepat. Tindakan yang cepat dan tepat akan membantu meminimalkan kerusakan otak dan mencegah komplikasi. Di Indonesia, stroke iskemik lebih sering terjadi dibandingkan stroke hemoragik. Namun, stroke hemoragik jauh lebih berbahaya dibanding stroke iskemik karena mengancam nyawa penderita. Apalagi, hipertensi yang diikuti diabetes dan kolesterol tinggi adalah kondisi yang paling sering meningkatkan risiko stroke di Indonesia. Berikut ini adalah 3 jenis kondisi stroke yang perlu Anda ketahui.

Stroke Iskemik

Kondisi ini terjadi apabila pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak terhalangi oleh bekuan darah. Bekuan darah ini diakibatkan oleh adanya aterosklerosis atau penumpukan lemak di pembuluh darah.

Stroke Hemoragik

Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah akibat hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Stroke Ringan

Stroke ringan adalah suatu kondisi kekurangan darah pada sistem saraf dan berlangsung cukup singkat, kurang dari 24 jam atau beberapa menit saja. Penyakit ini tidak menimbulkan kerusakan jaringan karena hanya terjadi sementara. Namun, penderita memiliki risiko penyakit ini lebih tinggi.

Gejala

Gejala penyakit ini yang umum terjadi adalah sebagai berikut.

  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Kehilangan keseimbangan saat berjalan
  • Kelelahan
  • Kehilangan kesadaran atau koma
  • Vertigo dan pusing
  • Penglihatan buram bahkan menghitam
  • Mati rasa pada satu sisi bagian tubuh, seperti wajah, tangan, dan kaki
  • Masalah saat berbicara dan mendengar

Penyebab

Penyebab stroke iskemik adalah sebagai berikut.

Stroke trombotik

Adalah penyumbatan aliran darah di pembuluh arteri yang memasok darah ke otak karena adanya pembekuan.

Stroke embolik

Adalah adanya gumpalan darah di bagian tubuh lain terutama jantung dan terperangkap di pembuluh darah sehingga menyebabkan arteri otak menyempit.

Penyebab stroke hemoragik

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Aneurisma atau pembengkakan dinding arteri di otak
  • Malformasi arteri (AVM) atau kelainan pembuluh darah
  • Pengobatan antikoagulan atau obat pengencer darah

Penyebab stroke ringan

Terjadi apabila plak atau darah beku di pembuluh arteri sistem saraf pusat menghambat pembuluh darah yang memasok darah menuju otak. Hal ini mengakibatkan aliran darah ke otak terhambat dan menimbulkan stroke secara singkat.

Faktor Risiko

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko stroke. Faktor risiko ini dibagi menjadi tiga yaitu gaya hidup, medis, dan dan lainnya.

Faktor risiko gaya hidup

  • Obesitas
  • Kurang aktivitas fisik
  • Sering mengonsumsi alkohol
  • Merokok
  • Konsumsi obat terlarang seperti kokain dan metamfetamin

Faktor risiko medis

  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Sleep apnea
  • Penyakit jantung
  • Konsumsi obat antikoagulan

Faktor risiko lainnya yang berkaitan dengan risiko lebih tinggi

  • Riwayat keluarga mengalami serangan jantung atau stroke ringan
  • Berusia diatas 55 tahun
  • Jenis kelamin 

Diagnosis

Untuk mendiagnosis stroke, dokter akan melakukan wawancara dulu dengan  pasien atau keluarga pasien terkait gejala yang dialami, awal munculnya gejala, dan saat sedang apa ketika gejala muncul, jenis obat yang dikonsumsi, riwayat kesehatan keluarga, dan apakah pasien mengalami cedera di kepala atau tidak. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik mulai dari tekanan darah, detak jantung, dan ada tidaknya bunyi abnormal di pembuluh darah leher menggunakan stetoskop. Beberapa pemeriksaan lanjutan juga disarankan oleh dokter seperti tes darah, CT scan, MRI, elektrokardiografi, USD doppler karotis, dan ekokardiografi.

Pengobatan

Pengobatan dilakukan tergantung jenis stroke yang dialami.

  • Pengobatan stroke iskemik berupa menjaga jalan napas, mengontrol tekanan darah, dan mengembalikan aliran darah
  • Pengobatan stroke hemoragik berupa konsumsi obat-obatan dan operasi
  • Pengobatan TIA berupa obat-obatan dan beberapa kasus dilakukan operasi endarterektomi.

Pencegahan

Menjaga pola makan

Tipsnya, batasi makanan dengan kandungan garam atau natrium yang tinggi karena zat ini memicu munculnya gangguan pembuluh darah. Sebagai gantinya, pilih makanan dengan lemak sehat. Lemak jenuh yang tinggi dalam pembuluh darah akan menyebabkan kadar kolesterol naik. Hal ini akan meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung mendadak. Makanan dengan lemak sehat yang dianjurkan yaitu kacang-kacangan. Perhatikan pula porsi makannya supaya sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda.

Olahraga teratur

Olahraga teratur akan membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Olahraga juga menurunkan kolesterol, berat badan, dan tekanan darah. Olahraga dapat dilakukan selama 30-40 menit minimal 5 kali dalam seminggu.

Berhenti merokok

Merokok meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini karena mempersempit pembuluh darah dan darah mudah menggumpal.

Hindari konsumsi minuman beralkohol

Minuman beralkohol mengandung kalori tinggi sehingga memicu berbagai penyakit seperti stroke, diabetes, dan hipertensi.

Hindari NAPZA

Obat-obatan terlarang menyebabkan penyempitan arteri dan mengurangi aliran darah.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis