fbpx

Batu Empedu (Cholelithiasis)

Jun 25, 2020 | direktoriPenyakit, Informasi Kesehatan Penyakit dari Huruf B | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Pernahkah Anda mendengar cholelithiasis? Penyakit batu empedu atau cholelithiasis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan sakit perut mendadak akibat terbentuknya batu dalam kantung empedu. Penyakit batu empedu juga dapat terjadi di saluran empedu. 

Informasi  

Empedu terdapat di dalam kantung empedu dan memiliki beberapa fungsi seperti membantu dalam pencernaan lemak, membantu menghilangkan kolesterol, serta menyimpan dan melepas empedu ke usus kecil. Kantong empedu terletak dibawah hati dan berbentuk seperti buah pir. 

Batu empedu terbentuk ketika cairan empedu mengeras akibat tersumbatnya kandung empedu. Ukuran batu empedu dapat berbeda-beda, ada yang sekecil butiran pasir, ada pula yang sebesar bola pingpong. Batu empedu tiap orang jumlahnya dapat bervariasi. Seseorang ada yang memiliki satu batu pada kantong empedu, ada pula yang memiliki banyak batu. Batu empedu tersusun dari campuran senyawa tertentu atau kolesterol.

Ada dua jenis batu empedu yaitu batu kolesterol yang umum terjadi, berwarna kekuningan, dan mengandung kumpulan kolesterol. Kemudian, batu pigmen yang berwarna coklat tua dan hitam karena mengandung bilirubin berlebih.

Gejala  

Sebagian besar kasus batu empedu (cholelithiasis) tidak memiliki gejala yang khas. Penyakit ini baru diketahui setelah ukuran batu empedu cukup besar sehingga menyumbat saluran kantong empedu dan saluran pencernaan lainnya. Secara umum, gejala yang dialami oleh penderita cholelithiasis (batu empedu) adalah:

  1. Nyeri mendadak pada perut kanan atas secara terus menerus; 
  2. Sakit perut pada bagian tengah tepatnya bawah tulang dada; 
  3. Nyeri punggung antara tulang bahu; 
  4. Nyeri di bahu kanan; 
  5. Demam; 
  6. BAB berwarna putih atau pucat; 
  7. Mual dan muntah. 

Gejala nyeri ini dapat berlangsung sementara ataupun berjam-jam dan muncul setelah mengonsumsi makanan berkadar lemak tinggi.

Kemungkinan, masih ada gejala penyakit batu empedu (cholelithiasis) lain yang tidak disebutkan. Apabila Anda merasakan kekhawatiran terhadap gejala tertentu, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

Penyebab  

Meskipun kondisi batu empedu (cholelithiasis) ini belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun ada beberapa faktor yang berpengaruh yaitu kantong empedu yang berisi kolesterol berlebih, cairan empedu yang mengandung bilirubin berlebih, serta empedu yang tidak dapat kosong secara sempurna. 

Faktor Risiko  

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko batu empedu (cholelithiasis) adalah usia, jenis kelamin, dampak melahirkan, berat badan, dan pemakaian pil kontrasepsi hormonal. Faktor risiko lainnya yaitu riwayat penyakit batu empedu pada keluarga, kondisi medis tertentu, tidak aktif bergerak, diet ketat, hingga konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat penurun kolesterol, obat dengan kandungan estrogen, atau antibiotik tertentu untuk mengobati infeksi.

Diagnosis  

Diagnosis batu empedu (cholelithiasis) diawali dengan pemeriksaan gejala dan fisik. Setelah itu, dokter akan melakukan tes pemindaian guna menentukan seberapa parah batu empedu yang dialami oleh pasien. Beberapa jenis tes pemindaian yaitu USG perut, CT scan, MRI, dan Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP). Tes darah juga kerap dilakukan untuk mendeteksi penyebab batu empedu.

Pengobatan  

Apabila batu empedu berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, maka tidak perlu penanganan medis. Namun, ketika Anda merasakan sakit perut tiba-tiba, pengobatan perlu dilakukan. Apalagi jika Anda memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi pada hati, atau sirosis hati, langkah pengobatan harus dilakukan. Bahkan, ada kondisi medis tertentu yang meningkatkan risiko komplikasi batu empedu jika tidak diobati dengan tepat. Berikut ini adalah beberapa pengobatan batu empedu (cholelithiasis).

Obat Asam Empedu

Jika gejala yang dialami tidak terlalu parah dan kristal yang terbentuk tidak terlalu besar, maka dapat diberikan obat pereda nyeri seperti obat asam empedu. Obat ini mengandung ursodiol atau chenodiol yang mampu melarutkan batu empedu lalu terbawa urin.

Suntikan MTBE

Perawatan ini berupa penyuntikan pelarut MTBE ke kantong empedu untuk melarutkan batu empedu dengan cepat. Tetapi, prosedur ini memiliki efek samping berupa rasa terbakar yang parah. Oleh karena itu, sebelum menggunakan metode ini, sebaiknya cari tahu dulu informasi prosedur ini termasuk manfaat dan efek sampingnya.

Terapi ESWL

Efektif dilakukan pada batu empedu soliter dengan diameter kurang dari 2 cm. Metode ini untuk memecah atau menghancurkan batu empedu dengan mengirimkan gelombang kejut melalui jaringan lunak pada tubuh.

ERCP

Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan batu empedu tanpa mengangkat kantong empedu. Langkah ini dilakukan bagi penderita yang tidak cukup kuat menjalani operasi.

Operasi

Apabila berbagai cara diatas tidak membuat kondisi membaik dan batu empedu terus menerus muncul, maka dilakukan prosedur operasi pengangkatan kantung empedu.

Pencegahan  

Untuk mengurangi risiko batu empedu (cholelithiasis), ada beberapa upaya yang dapat Anda lakukan seperti, jangan menunda makan, turunkan berat badan secara perlahan, perhatikan asupan makanan, olahraga secara teratur, dan mengonsumsi minyak zaitun.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis