Kanker Rahim

by | Jun 25, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitK | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Kanker rahim atau kanker uterus merupakan suatu penyakit dimana tumor ganas tumbuh di dalam rahim wanita. Umumnya, kanker rahim dialami oleh wanita yang telah memasuki masa menopause atau berusia lebih dari 50 tahun.

Informasi

Rahim adalah organ kewanitaan menyerupai buah pir yang terletak diantara kandung kemih dan rektum. Organ ini merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya janin selama masa kehamilan. Dinding rahim disebut endometrium. Sedangkan bagian bawah rahim terdapat organ yang menghubungkan dengan vagina yaitu serviks (leher rahim).

Penyakit kanker rahim bermula dari munculnya sel-sel sehat dalam rahim wanita yang tumbuh tidak terkendali, kemudian membentuk tumor atau benjolan. Tumor ini bisa bersifat jinak atau bahkan ganas, dapat membesar dan menyebar ke organ tubuh yang lain. Ada beberapa jenis kanker rahim, salah satu yang paling sering terjadi berawal di endometrium yang disebut kanker endometrium.

Gejala

Gejala dan tanda-tanda kanker rahim terkadang tidak dirasakan oleh pasien. Namun, gejala yang umum terjadi adalah adanya pendarahan yang tidak wajar di vagina, apalagi jika penderita telah melalui masa menopause. Berikut ini adalah gejala-gejala kanker rahim yang umum ditemukan.

  • Pendarahan setelah menopause disertai gejala kurang darah
  • Pendarahan terlalu banyak 
  • Pendarahan terjadi antara siklus menstruasi
  • Keluar cairan berwarna dan berbau tidak sedap dari vagina
  • Sering mengalami nyeri perut
  • Rahim terasa membesar dan teraba hingga area panggul
  • Panggul terasa sakit
  • Penurunan berat badan dan nafsu makan berkurang

Perlu dilakukan pemeriksaan untuk dapat mengetahui diagnosis kanker rahim. Sebab, gejala pendarahan vagina saja belum tentu mengalami kanker rahim. Bisa saja, pendarahan tersebut disebabkan oleh masalah kesehatan lain seperti fibroid atau endometriosis. Apabila ditemukan gejala berikut ini, segera periksakan ke dokter.

  • Pendarahan vagina yang tidak wajar
  • Diserta gejala tambahan seperti penurunan berat badan, demam, nyeri otot, dan sakit kepala.

Penyebab

Kanker rahim muncul karena adanya mutasi gen pada lapisan sel rahim. Gen yang bermutasi ini kemudian menyebabkan sel-sel tubuh yang sehat mengalami kerusakan. Apabila sel-sel tubuh normal akan membelah diri dengan wajar, mati, lalu digantikan oleh sel-sel yang baru. Nah, jika sel-sel tubuh bermutasi dan rusak, maka perkembangbiakannya akan tidak terkendali dan terus hidup. Sel-sel yang rusak ini kemudian akan menumpuk dan membentuk jaringan tumor bahkan menyebar ke organ yang lain. Proses ini disebut metastasis.

Sayangnya, penyebab sel-sel bermutasi masih belum diketahui dengan pasti. Namun, para ahli menyatakan ada beberapa faktor risiko yang memicu sel-sel tubuh bermutasi, misalnya obesitas dan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Faktor Risiko

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko munculnya kanker rahim yang perlu diwaspadai.

  • Usia
  • Perubahan hormon estrogen akibat menopause
  • Obesitas atau berat badan berlebih
  • Riwayat keluarga atau faktor keturunan
  • Belum pernah hamil dan melahirkan
  • Pernah menderita kanker payudara atau ovarium
  • Menderita hiperplasia endometrium
  • Menjalani terapi hormon atau tamoxifen

Diagnosis

Ketika Anda mengalami gejala-gejala kanker rahim seperti diatas, segera periksakan diri ke dokter. Terkadang, ada gejala yang tidak disebutkan di atas dan terasa mengkhawatirkan, maka Anda dianjurkan konsultasi dengan dokter. Diagnosis sejak dini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker rahim. Langkah awal diagnosis penyakit ini adalah pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Dokter akan mulai menanyakan gejala-gejala yang Anda rasakan seperti riwayat penyakit Anda dan anggota keluarga.

Setelah itu, dokter akan memeriksa area panggul untuk mengecek ada tidaknya ketidakwajaran. Nah, jika dokter sudah menduga ada masalah pada rahim Anda, berikut ini adalah tes lanjutan yang direkomendasikan.

  • Tes USG transvaginal, untuk melihat gambaran langsung dari organ rahim Anda.
  • Histeroskopi, untuk menunjukkan bagian dalam rahim lebih detail.
  • Biopsi Rahim, untuk memeriksa apakah sel dalam jaringan rahim tergolong normal atau kanker.
  • Tes Penentuan Stadium Kanker, terdiri dari tes Pap, CT Scan, MRI, USG, dan kuret rahim.

Pengobatan

Pengobatan kanker rahim tergantung pada letak sel kanker, stadium, tipe sel kanker, dan kondisi kesehatan penderita. Berikut ini adalah jenis penanganan utama yang diberikan pada penderita kanker rahim.

  • Operasi, merupakan pilihan utama pengobatan kanker rahim. 
  • Kemoterapi, bertujuan untuk menghentikan perkembangan sel-sel kanker dan membunuhnya.
  • Terapi radiasi (radioterapi), bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker dalam tubuh.

Usai mendapatkan pengobatan kanker rahim, penderita akan mengalami efek samping yang tidak nyaman. Berikut adalah hal-hal yang membantu Anda menghadapi penyakit kanker rahim.

  • Bertemu dengan dokter spesialis terapi kanker
  • Mendapatkan dukungan dari orang terdekat
  • Kontrol secara rutin
  • Kembali beraktivitas normal dan aktivitas seksual 4-8 minggu setelah operasi
  • Paham bahwa jika belum menopause, Anda tidak akan menstruasi setelah operasi.

Pencegahan

Kanker rahim tidak dapat dicegah, namun Anda dapat mengurangi risiko terserang penyakit ini dengan melakukan  hal-hal berikut.

  • Hindari makanan yang tinggi lemak terutama pada daging merah
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Menggunakan pil KB kombinasi, tidak hanya estrogen.