fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Loratadine merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi, seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, pilek dan ruam kulit yang menyebabkan rasa gatal. Gejala alergi ini bisa disebabkan oleh beberapa alergen, misalnya debu, gigitan serangga, bulu hewan, dan bisa juga dari makanan (Baca juga Cara Mengatasi Alergi Dengan Cepat Namun Tetap Efektif). 

Paparan alergen ini dapat memicu tubuh memproduksi dan melepaskan zat histamin (Baca juga 5 Faktor Penyebab Munculnya Alergi yang Perlu Anda Waspadai). Zat histamin inilah yang kemudian memicu terjadinya reaksi alergi. Cara kerja loratadine adalah menghambat kerja zat histamin tersebut. Loratadine ini sangat jarang menimbulkan rasa kantuk. Berbeda dengan obat anti alergi lain seperti cetirizine yang kadang masih dapat menimbulkan efek samping mengantuk pada beberapa individu. Ada beberapa merk dagang loratadine misalnya, Alloris, Alernitis, Claritin, Clarihis, Dayhist, Imunex, Logista, Pylor, Rihest dan Rahistin.

Informasi

Loratadine termasuk golongan antihistamin dan kategori obat resep. Sehingga dalam setiap pembelian nya harus menggunakan resep dari dokter. Manfaat dari obat loratadine adalah meredakan gejala alergi. Loratadine boleh dikonsumsi oleh dewasa ataupun anak-anak sesuai dengan petunjuk dokter. Loratadine ini masuk golongan kategori B, yang artinya studi terhadap binatang percobaan tidak memperlihatkan terjadinya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol terhadap ibu hamil. Obat loratadine terserap ke dalam ASI, jadi bagi ibu menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa petunjuk dari dokter. Bentuk obat loratadine adalah tablet dan sirup.

Dosis

Loratadine ini tersedia dalam bentuk tablet 10 mg. Dosis untuk mengatasi reaksi alergi seperti rhinitis alergi atau biduran pada pasien dewasa biasa dengan dosis 10 mg satu kali sehari atau 5 mg dua kali sehari.

Sedangkan dosis untuk anak-anak, pemberian dosis ditentukan berdasarkan usia dan berat badan anak. Pada anak-anak dengan umur 2-12 tahun dengan berat badan kurang dari 30 kg, pemberian dosisnya yaitu 5 mg satu kali sehari. Namun Jika berat badannya lebih dari 30 kg, pemberian dosis yang disarankan yaitu 10 mg satu kali sehari.

Kontraindikasi

  • Orang yang memiliki intoleransi laktosa dan sukrosa.
  • Jika Anda menderita gangguan pada ginjal dan hati, epilepsi, asma, gangguan darah porfiria, seta fenilketonuria.
  • Orang yang memiliki alergi terhadap loratadine atau bahan-bahan lain yang mungkin terkandung dalam obat.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lainnya, termasuk obat suplemen dan obat herbal
  • Pada ibu hamil dan ibu menyusui

Interaksi dengan Obat Lain

Ada beberapa obat yang dapat menimbulkan interaksi dengan obat loratadine, yang mana dapat berdampak terjadinya peningkatan efek samping atau penurunan efektivitas obat. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Amiodarone yaitu obat untuk mengatasi irama jantung yang tak teratur.
  • Cimetidine, merupakan obat untuk mengatasi masalah pencernaan.
  • Erythromycin yaitu salah satu antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri.
  • Ketoconazole yaitu obat untuk menangani infeksi jamur.
  • Ritonavir yaitu obat untuk menangani infeksi HIV.

Kelompok Orang Berisiko

Jangan mengonsumsi loratadine berbarengan dengan minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko timbulnya rasa kantuk. Pemberian obat loratadine dilarang pada ibu menyusui, sedang pada ibu hamil harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Selain itu pada keadaan tertentu dianjurkan untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi loratadine, diantaranya :

  • Penderita Diabetes melitus tipe 2, karena dapat berisiko terkena penyakit jantung atau masalah pada pembuluh darah bagi pasien tersebut
  • Susah buang air kecil
  • Pembesaran pada prostat
  • Glaukoma yaitu kerusakan pada saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata
  • Memiliki penyakit jantung atau pembuluh darah
  • Mempunyai tekanan darah tinggi, karena dapat menaikkan tekanan darah dan dapat mempercepat detak jantung
  • Memiliki penyakit pada hati (Baca juga Cara Untuk Mendeteksi dan Mengatasi Hipertensi).
  • Penderita penyakit ginjal, karena dapat meningkatkan efek samping obat karena tingkat darah yang menjadi tinggi dari hasil loratadine
  • Mengalami retensi urin, karena dapat memperburuk kondisi.
  • Penderita hipertiroid

Efek Samping

loratadine

Loratadine dapat menyebabkan sejumlah efek samping, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Dapat menimbulkan rasa kantuk
  • Menimbulkan rasa kelelahan
  • Menimbulkan rasa gugup
  • Area sekitar mata, mulut, dan tenggorokan menjadi terasa kering
  • Dapat membuat mata menjadi merah
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Diare
  • Mimisan
  • Dapat menimbulkan insomnia

Jika Anda mengalami alergi serius (anafilaksis), seperti wajah menjadi bengkak,kesulitan bicara, hingga sesak napas, segera cari bantuan ke Rumah Sakit terdekat.

Cara Konsumsi

Baca terlebih dahulu informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan obat loratadine ini dan senantiasa mengikuti anjuran dokter. Obat loratadine dapat diminum sebelum atau sesudah makan, serta dikonsumsi jika timbul gejala alergi. Jangan menambah atau mengombinasikan obat loratadine tanpa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Simpanlah obat loratadine ini di tempat yang kering dan tertutup. Simpan obat ini dalam suhu ruangan. Hindarkan obat dari panas sinar matahari langsung dan ruangan yang lembap serta jauhkanlah dari jangkauan anak-anak.

Berikan jeda waktu setelah meminum obat jika ingin mengemudi atau mengoperasikan mesin. Karena obat loratadine masih berpotensi dapat menyebabkan kantuk pada sebagian orang.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis