fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Informasi

Etinilestradiol merupakan pengganti hormon estrogen alami, obat yang fungsi utamanya adalah untuk mencegah terbentuknya sel telur yang terjadi setiap bulan. Gunanya untuk menghindari terjadinya kehamilan. Orang lebih banyak mengenal dengan obat kontrasepsi atau pil KB. Cara kerja etinilestradiol sama dengan hormon estrogen. Etinilestradiol biasanya digunakan bersamaan dengan pengganti hormon lainnya seperti progestin atau progesteron. Etinilestradiol juga bisa digunakan dalam pengobatan hipogonadisme pada wanita. 

Selain itu, etinilestradiol digunakan sebagai terapi hormon pada wanita yang mengalami menopause. Dimana hormon pada saat menopause sangat tidak stabil dan sebagian wanita merasa cukup terganggu dengan gejala-gejala menopause. Gejala yang umum terjadi pada wanita menopause maupun perimenopause adalah berkeringat pada malam hari dan hot flashes. Hot flashes ini membuat para wanita amat sangat tidak nyaman karena mereka merasakan sensasi panas yang datang dari dalam tubuh terkadang dibarengi dengan detak jantung yang cepat serta berkeringat. Gejala dapat terjadi bervariasi tiap orangnya antara 2 sampai 30 menit. 

Penelitian memaparkan bahwa penggantian estrogen dapat membantu meringankan gejala-gejala yang menyertai menopause. Gejala menopause lainnya yang umum timbul adalah gatal-gatal pada vagina, timbulnya perasaan tertekan, dan kekeringan pada vagina. Tidak adanya pelumas alami pada vagina atau bila ada hanya diproduksi sangat sedikit, maka gesekan antara vagina dan penis saat berhubungan intim menyebabkan rasa sakit tersebut. 

Dosis

Ketika timbul gejala-gejala mengalami menopause serta untuk mencegah terjadinya osteoporosis dikombinasikan dengan progesteron selama 12-14 hari tiap siklusnya untuk wanita dengan uterus lengkap. 10-50 mcg per hari selama selama 21 hari, ulangi tiap 7 hari setelah masa tidak konsumsi obat. 

Hipogonadisme pada wanita (gangguan pada fungsi kelenjar yang memproduksi hormon reproduksi). 10-50 mcg per hari, didasarkan siklus yang biasa dialami. Saat permulaan Kombinasi pengobatan estrogen dan progesterone harus mengikuti pengobatan estrogen yang dilakukan sebelumnya.

Pada mereka yang mengalami gangguan menstruasi dosisnya adalah 20-50 mcg per hari sejak hari ke-5 sampai hari ke-25 per siklusnya, progestogen ditambahkan ke siklus atau sejak hari ke-15 sampai dengan hari ke-25.

Untuk mencegah kehamilan dikonsumsi sekali sehari pada jam yang sama. Dosisnya adalah etinil estradiol sebanyak 30 mcg dan tambah levonorgestrel sebanyak 150 sampai 250 mcg, konsumsi sehari sekali saja per oral (monofasik) atau konsumsi levonorgestrel 50 sampai 125 mcg ditambah etinilestradiol 30 sampai 40 mcg, sehari sekali per oral (trifasik).

Kontraindikasi

Penderita penyakit jantung karena adanya retensi natrium dengan edema, tromboembolism.

Penderita gangguan hati (jaundice).

Interaksi dengan Obat Lain

Obat-obatan tertentu seperti obat anti kejang, seperti untuk menangani HIV, atau lopinavir bisa membawa pengaruh terhadap berhasilnya pengobatan setidaknya efektivitasnya mengalami penurunan dari yang diharapkan. Selain itu, rifampicin juga dapat mengurangi tingkat keberhasilan bagi yang mengkonsumsi etinilestradiol. Rifampicin sendiri merupakan sejenis antibiotik untuk mengatasi beberapa infeksi akibat bakteri. 

Kelompok Orang Berisiko

Etinilestradiol memang belum tentu cocok digunakan oleh setiap wanita. Sebelum mengkonsumsi obat ini, umumnya dokter akan mempertimbangkan macam obat yang sedang dikonsumsi, kemudian siklus menstruasi, juga penyakit yang diderita. Terutama penyakit kanker hati, rahim, diabetes, pembuluh darah, darah tinggi, dan kanker payudara.

Obat ini tidak boleh dikonsumsi wanita hamil atau yang diduga sedang hamil. Lukakan pemeriksaan kehamilan dan pastikan bahwa memang sedang tidak hamil.

Ibu menyusui perlu waspada akan obat ini. Dokter umumnya akan merekomendasikan obat lain sejenis yang sesuai dengan kondisi menyusui. 

Wanita perokok lebih beresiko bila mengkonsumsi obat ini.

Efek Samping

  • Berat badan dapat mengalami peningkatan
  • Nyeri pada payudara
  • Gairah seksual menurun
  • Mood dan emosi menjadi tidak stabil
  • Perdarahan kemungkinan terjadi di antara dui siklus menstruasi (Baca juga Mempelajari Fase-Fase dalam Siklus Menstruasi Wanita)
  • Mual

Efek samping yang lebih serius dapat terjadi meskipun jarang. Bila menemukan gejala-gejala di bawah ini saat mengkonsumsi obat ini, maka segera hubungi dokter. 

  • Serangan jantung kemungkinan terjadi 
  • Nyeri dan bengkak pada tungkai
  • Sakit kepala yang luar biasa
  • Perut terasa sangat nyeri
  • Nyeri dada
  • Penglihatan kabur
  • Stroke
  • Gumpalan darah terbentuk

Cara Konsumsi

Etinilestradiol atau obat kontrasepsi oral (pil KB) di Indonesia menggunakan kemasan untuk dikonsumsi rutin tiap siklusnya selama 21-35 hari dan terus menerus dan tidak boleh terlewat sama sekali agar manfaat yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk lebih mudahnya agar tidak terlupa biasanya obat ini dikonsumsi pada waktu yang sama setiap harinya. Bunyikan juga reminder di smartphone untuk membantu mengingatkan.

Apabila terjadi kasus terlupa mengkonsumsi, maka dosis digandakan sesuai dosis yang tertinggal dan konsumsi lagi pada jadwal berikutnya sesuai jadwal regular. Ketika lupa mengkonsumsi, sangat dianjurkan menggunakan pengaman saat berhubungan intim, paling tidak 9 hari tanpa terputus. Namun, bila sampai terlupa sampai 3 kali berturut-turut, segera hubungi dokter.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis