fbpx

Ketotifen Hydrogen Fumarate

Okt 19, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf K | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Asma merupakan penyakit jangka panjang yang terjadi pada saluran pernapasan, ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernapasan. Asma bisa menyerang siapapun dengan gejala nyeri dada, batuk, mengi. Beberapa penyebab asma antara lain zat kimia, bulu binatang, udara dingin, dan asap rokok. Meskipun asma tergolong penyakit yang tidak dapat disembuhkan, namun penderita dapat mengontrol serangan dengan pola hidup yang berkualitas dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat menghambat peradangan dan gejala asma, seperti obat Ketotifen (Baca juga Mengenal Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan).

Informasi

Ketotifen adalah obat yang biasanya dikonsumsi bersamaan dengan obat asma lain untuk mengurangi durasi terjadinya gejala asma, frekuensi, dan tingkat keparahan. Pada dasarnya ketotifen bukan obat yang digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit asma. Namun dapat digunakan untuk mengurangi gejala alergi seperti bersin, pilek, mata berair, gatal, dan menghambat zat histamin sebagai penyebab dari terjadinya gejala dan peradangan asma.

ketotifen, asma
Asma adalah penyakit jangka panjang yang terjadi pada saluran pernapasan. Obat ketotifen mampu menghambat peradangan dan gejala asma.

Ketotifen merupakan jenis obat Antihistamin dalam bentuk tablet dan sirup. Namun hasil riset pada binatang menunjukkan adanya efek samping obat ini terhadap janin, walaupun belum ada studi pada wanita hamil, obat ini hanya boleh dikonsumsi jika manfaat yang dihasilkan lebih besar dibandingkan resiko yang bisa terjadi pada janin. Ketotifen tidak boleh dikonsumsi selama wanita menyusui karena dapat diserap ke dalam ASI.

Dosis

Obat ini dapat dikonsumsi untuk orang dewasa maupun anak-anak dengan dosis yang berbeda-beda setiap orang, yaitu:

Rinitis Alergi

  • Dewasa: 1 – 2 mg 2 kali dalam sehari. Untuk mengurangi dapat mengonsumsi 0,5 – 1 mg pada malam hari selama beberapa hari.
  • Anak-anak usia > 3 tahun: sama dengan dosis orang dewasa.

Asma Atopik

  • Anak-anak usia > 3 tahun: 1 mg 2 kali dalam sehari.
  • Anak-anak < 3 tahun: 0,05 mg /kgBB 2 kali dalam sehari.
  • Obat ini dikonsumsi mulai dari setengah dosis, sampai dosis penuh dalam waktu 5 hari.
  • Tidak untuk dikonsumsi pada penderita asma akut.

Konjungtivitis Alergi

  • Dewasa: teteskan 1 tetes sebanyak 0,025% pada mata yang sakit, 2 kali dalam sehari.
  • Anak-anak usia > 3 tahun: dosis sama dengan orang dewasa.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Interaksi obat terjadi apabila obat dikonsumsi dengan obat lain secara bersamaan. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan konsultasi kepada dokter terkait obat apa saja yang sedang dikonsumsi, karena mengonsumsi obat ketotifen dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa efek samping, antara lain:

  • Meningkatkan efek alkohol.
  • Menurunkan jumlah trombosit jika dikonsumsi bersama dengan obat antidiabetes oral.
  • Meningkatkan efek obat antihistamin, hipnotik, dan penenang.

Namun informasi diatas bukan sebagai pengganti konsultasi dengan dokter. Pemakaian obat harus tetap berdasarkan resep dokter.

Kelompok Orang Berisiko

Orang yang berisiko jika mengonsumsi obat ini antara lain:

  • Penderita alergi ketotifen atau obat lain
  • Sedang dalam masa hamil dan menyusui
  • Mempunyai riwayat kejang

Efek Samping

Setiap mengonsumsi obat tertentu pasti akan ada efek samping yang dirasakan dan jika terjadi efek samping berlebih maka harus segera melakukan konsultasi kepada tenaga medis. Ketotifen juga termasuk salah satu obat yang dapat menimbulkan efek samping, antara lain:

  • Pusing atau sakit kepala
  • Mengantuk, oleh karena itu jangan melakukan aktivitas seperti berkendara setelh mengonsumsi obat ini.
  • Stimulasi sistem saraf pusat sehingga terjadi gelisah dan insomnia
  • Iritasi atau nyeri pada mata
  • Radang tenggorokan
  • Mulut kering
  • Iritasi dan pembengkakan selaput lendir di hidung
  • Penyakit kulit seperti ruam dan biduran
  • Peradangan pada kandung kemih (cystitis)

Cara Konsumsi

Sebelum mengonsumsi obat tertentu sebaiknya Anda memahami cara konsumsinya. Cara mengonsumsi obat ketotifen antara lain:

  • Baca petunjuk dan ikuti aturan dari dokter maupun tenaga medis
  • Obat ketotifen sebaiknya dikonsumsi bersamaan saat makan.
  • Jangan menghancurkan, membelah, atau mengunyah obat dalam bentuk tablet karena dosis setiap tablet sudah diatur sesuai anjuran dokter.
  • Ketotifen dalam bentuk sirup diminum dengan sendok takar pada kemasan obat, jangan menggunakan alat takar lain atau sendok makan karena dosisnya akan berbeda. Kocok botol terlebih dahulu sebelum dituang ke dalam sendok
  • Jangan mengonsumsi obat ini bersamaan dengan obat antidiabetes
  • Minumlah obat ini secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai harapan
  • Meskipun gejala sudah membaik, tetap lanjutkan konsumsi obat sesuai anjuran dari dokter, agar kondisi tidak memburuk, jangan menghentikan pemakaian tanpa sepengetahuan dokter
  • Hati-hati dalam mengonsumsi obat ini jika sedang atau memiliki riwayat gangguan hati, usus halus, ginjal, prostat, epilepsi, porfiria, glaukoma
  • Jika terjadi overdosis atau gejala alergi, segera periksakan ke dokter
  • Simpan ketotifen pada suhu ruangan sesuai pada petunjuk, jauhkan dari jangkauan anak-anak dan tidak terkena paparan langsung dari sinar matahari.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis