fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Senyawa yang terdapat di dalam cabai maupun bumbu dapur dengan cita rasa yang pedas disebut sebagai kapsaisin. Pada dunia medis ini bisa dimanfaatkan zat aktif sebagai cara membantu dalam mengobati rasa nyeri sendi dan otot (Baca juga Ini Alasan Nyeri Sendi Lebih Sering Terjadi pada Wanita). Misalnya saja untuk mengobati sakit punggung, artritis, maupun sakit keseleo. Selain itu nyeri pada bagian saraf juga bisa diobati menggunakan jenis obat yang satu ini.

Cara kerja dari obat ini yaitu dengan cara mengurangi zat alami tertentu yang terdapat di dalam tubuh penggunanya. Sehingga hal ini mampu membantu untuk meloloskan sinyal pada rasa sakit dibagian otak. Banyak para penderita yang mengeluhkan rasa nyeri pada bagian sendi dan otot akibat adanya radang sendi, infeksi, nyeri punggung maupun bengkak.

Informasi

Rasa pedas yang ditimbulkan oleh kapsaisin ini yaitu akibat adanya kondisi dimana kapsaisin mampu menciptakan isyarat yang sama untuk otak. Misalnya saja seperti kulit yang terkena panas. Kapsaisin ini seringkali disebut sebagai gas air mata. Panas dapat menimbulkan iritasi pada orang yang terkena khususnya pada bagian mata.

Bahkan untuk penggemar burung juga sering menjadikan Kapsaisin ini sebagai campuran makanan supaya tidak dimakan oleh bajing. Sementara untuk bajing itu sendiri sangat peka terhadap pedas dan burung tidak berpengaruh sama sekali.

Dosis

Penggunaan kapsaisin harus diperhatikan mengenai dosisnya. Khususnya bagi orang dewasa yang menggunakan. Untuk mengoleskannya bisa dilakukan selama 3 hingga 4 kali sehari. Kemudian gosok secara lembut dan perlahan sementara untuk anak-anak dibawah 18 tahun sebaiknya tidak menggunakan demi keamanan dan efektivitas.

Interaksi dengan Obat Lain

Adanya interaksi dengan obat lain bisa mengubah kinerja dari obat sekaligus meningkatkan adanya resiko efek samping yang lebih serius. Akan tetapi tidak semua jenis obat mampu memberikan interaksi. Supaya tidak memberikan efek interaksi terhadap obat yang sedang dikonsumsi, maka ada baiknya jika Anda mengkonsultasikannya kepada dokter yang menangani.

Alasannya yaitu supaya dokter memberikan dosis yang tepat dan memberikan jenis obat yang sesuai kondisi. Dengan hal ini maka dampak buruk yang ditimbulkan akibat interaksi dengan obat lain bisa dilakukan pencegahan.

Kelompok Orang Berisiko

Diri seseorang yang mempunyai masalah kesehatan didalam secara tidak langsung bisa dipengaruhi akibat penggunaan obat tertentu. Berikut ini  kondisi medis yang perlu diberitahukan kepada dokter sebelum Anda mengkonsumsi kapsaisin. Diantaranya seperti berikut:

  1. Mengalami permasalahan pada pembuluh darah atau jantung
  2. Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  3. Mengalami luka gores, luka besar, maupun kulit yang teriritasi khususnya di daerah tertentu.

Efek Samping

kapsaisin

Penggunaan dari Kapsaisin memberikan beberapa efek samping, diantaranya seperti berikut:

  1. Menimbulkan rasa hangat, terbakar maupun menyengat di area kulit yang dioleskan kapsaisin. Kondisi setiap orang bisa berbeda, ada yang membaik namun ada juga yang memburuk. Jika sekiranya kondisinya memburuk segera hubungi dokter.
  2. Mengalami bersin batuk, iritasi bagian tenggorokan, dan mata berair.
  3. Bengkak atau melepuh pada daerah penggunaan.
  4. Adanya peningkatan rasa sakit yang tidak biasa, terutama di daerah penggunaan.
  5. Adanya reaksi gatal ruam, bengkak terutama di area tenggorokan, lidah dan wajah
  6. Merasa pusing berat.
  7. Kesulitan dalam bernafas
  8. Batuk berdahak (Baca juga Obat Untuk Batuk Berdahak Alami yang Aman untuk Tubuh).
  9. Nyeri bagian dada.
  10. Gangguan bagian pernafasan, hidung tersumbat.
  11. Infeksi tenggorokan.
  12. Nyeri di bagian kepala.
  13. Gangguan penglihatan (Baca juga 5 Jenis Penyakit Mata yang Perlu Anda Ketahui).
  14. Demam, mual muntah dan nyeri sendi

Cara Konsumsi

  1. Untuk menggunakan kapsaisin sebaiknya digunakan pada area kulit saja dan ikuti petunjuk pada kemasan produk
  2. Pada penggunaan gel krim ataupun bentuk lotion sebaiknya oleskan di bagian lapisan tipis dari obat di area yang terkena kemudian gosok secara menyeluruh dan secara lembut.
  3. Pada saat Anda ingin menggunakan cotton bud atau kapas maupun sarung tangan lateks pada saat mengoleskan obat ini maka hindari menyentuh kapsaisin menggunakan tangan.
  4. Hindari penggunaan obat di area mulut, mata, hidung, maupun alat kelamin. Jika tidak sengaja area tersebut terkena obat, maka segera bersihkan menggunakan air yang banyak.
  5. Jangan menggunakan obat kapsaisin pada kulit yang terluka atau iritasi. Misalnya saja seperti terbakar matahari atau tergores.
  6. Hindari mengoleskan obat kapsaisin setelah atau sebelum mandi, berjemur, berenang, maupun melakukan olahraga berat.
  7. Tidak disarankan untuk menggunakan bantal pemanas atau perban untuk membungkus area yang digunakan obat.
  8. apabila sudah selesai mengoleskan obat segera mencuci tangan. Terkecuali apabila obat ini digunakan untuk mengobati area tangan karena untuk area tangan yang diobati harus menunggu 30 menit supaya obat dapat menyerap secara sempurna.

Supaya kapsaisin mampu memberikan manfaat yang maksimal maka Anda harus mengkonsumsinya secara teratur. Namun terkadang penggunaan obat ini dapat memakan hingga 2 bulan lamanya. Untuk itu apabila lebih dari 7 hari tidak mengalami perubahan, justru membuat kondisi Anda memburuk jangan menunda waktu untuk segera konsultasi kepada dokter.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis