fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Ketoconazole merupakan jenis obat yang digunakan untuk mengatasi adanya infeksi jamur. Penggunaan obat ini mempunyai fungsi sebagai cara untuk mengatasi berbagai jenis infeksi jamur yang terdapat pada kulit. Misalnya seperti kutu air, kurap, panu, kandidiasis pada area vagina maupun infeksi jamur lainnya yang terdapat pada tubuh.

Bentuk obat ini tersedia tablet 200 mg, krim 2% maupun shampoo. Cara kerja dari obat ini yaitu mencegah sekaligus menghentikan adanya pertumbuhan jamur. Penggunaan dari ketoconazole ini tidak disarankan untuk mengobati infeksi yang terdapat pada area kuku. Penggunaan jenis obat ini bisa mengobati kanker prostat stadium lanjut.

Informasi

Pasien yang mempunyai beberapa indikasi dapat diberikan obat ketoconazole ini dalam bentuk tablet. Kepada pasien yang mempunyai mukosa saluran cerna yang resisten serius, kandidiasis mukokutan resisten kronis, mukosa sistemik, maupun kandidiasis vagina resisten kronis. Pasien yang mempunyai indikasi infeksi dermatofita di area kuku tangan atau kulit juga bisa diberikan obat ketoconazole ini.

Untuk pasien yang mempunyai jamur di area kulit seperti infeksi jamur resisten, infeksi jamur sistemik, maupun infeksi jamur kandidiasis mata bisa diberikan dalam bentuk krim salep supaya penggunaan lebih mudah.

Dosis

Pemberian dosis ketoconazole ini tergantung jenis infeksi jamur yang diderita pasien serta tergantung dari tingkat keparahannya. Berikut ini dosis yang bisa Anda ketahui:

Infeksi Jamur Sistemik

  • Dosis Dewasa : 1 tablet 200 mg, 1 x 1. dosis bisa ditingkatkan menjadi 400 mg 1 x 1.
  • Anak diatas 2 tahun : 3,3 sampai 6,6 mg/kgBB, 1 x 1.
  1. Infeksi jamur pada kulit : oleskan ketoconazole krim 2% pada  area yang terinfeksi,1-2 kali sehari, hingga 2-4 minggu.
  2. Panu: oleskan Krim 2% di area yang terinfeksi selama 1-2 kali sehari.

Kontraindikasi

Penggunaan obat ketoconazole yang berbentuk tablet mempunyai beberapa kontraindikasi. Bagi konsumen atau pasien yang sedang hamil maupun menyusui maka tidak dianjurkan apabila menggunakan jenis obat yang satu ini. Tidak hanya itu saja, bagi penderita yang mempunyai gangguan hati juga tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi obat ketoconazole secara oral.

Tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat ketoconazole bersama jenis obat yang mempunyai kandungan astemizole maupun terfenadine. Mencegah kontraindikasi tersebut Anda harus mengkonsultasikannya kepada dokter sebelum mengkonsumsinya agar tidak menimbulkan hal buruk yang lainnya.

Interaksi dengan Obat Lain

Ada beberapa jenis obat lain yang mampu menimbulkan interaksi jika dikonsumsi bersama-sama dengan ketoconazole. Beberapa efek Interaksi yang ditimbulkannya diantaranya seperti berikut:

  1. Darah mengalami penurunan apabila digunakan bersama isoniazid, nevirapine, rifampicin, efavirenz, dan phenytoin.
  2. Dapat meningkatkan alprazolam dan efek midazolam sehingga bisa menjadikan diri seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas.
  3. Dapat meningkatkan kadar fentanyl, oxycodone, digoxin, warfarin maupun sildenafil yang ada di dalam tubuh.
  4. Adanya risiko peningkatan hipotensi dan hipertensi, anemia apabila digunakan bersama dengan eplerenone.
  5. Adanya risiko peningkatan perpanjangan interval QT apabila digunakan dengan quinidine, ranolazine, cisapride, dan terfenadine.
  6. Apabila digunakan bersama Simvastatin dan lovastatin maka resiko gangguan otot semakin meningkat.
  7. Adanya risiko pendarahan apabila digunakan bersama dabigatran.

Efek Samping

ketoconazole

Ada beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan jika pasien mengkonsumsi obat ketoconazole, diantaranya:

  1. Mata sensitif terhadap cahaya
  2. Sakit kepala
  3. Mual
  4. Depresi (Baca juga Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Depresi)
  5. Adanya perubahan pada suasana hati
  6. Diare
  7. Perubahan pada siklus menstruasi
  8. Penurunan berat badan
  9. Pembesaran payudara bagi pasien pria
  10. Mimisan (Baca juga Kenali Penyebab Mimisan dan Cara Mengatasinya)
  11. Muncul memar pada kulit
  12. Adanya penurunan libido

Masing-masing pasien memang mempunyai efek samping yang tidak sama. Akan tetapi jika dirasa efek samping yang ditimbulkan tersebut memberikan rasa yang tidak nyaman, maka segeralah pergi ke dokter untuk bisa mendapatkan penanganan yang tepat.  jika efek samping dibiarkan terlalu lama maka bisa menimbulkan hal buruk di kemudian hari.

Cara Konsumsi

  1. Apabila mengkonsumsi ketoconazole dalam bentuk tablet maka harus mengkonsumsinya secara rutin.
  2. Jika menggunakan dalam bentuk krim maka bersihkan terlebih dahulu di area kulit yang telah terinfeksi setelah itu sebelum krim dioleskan keringkan terlebih dahulu.
  3. Setelah mengoleskan krim atau obat segera cuci tangan.
  4. Penggunaan ketoconazole oles hanya diperbolehkan pada area luar saja sehingga jangan mengoleskannya pada area mulut, mata, hidung, maupun kulit yang terluka.
  5. Penggunaan Ketoconazole dalam bentuk shampo dapat diratakan sampai menutupi seluruh rambut maupun kulit kepala. Kemudian diamkan 5 menit lalu bilas dengan bersih jangan sampai mengenai mata karena dapat menimbulkan iritasi.
  6. Hindarkan ketoconazole dari sinar matahari.

Penggunaan ketoconazole memberikan manfaat yang dapat mengatasi adanya infeksi akibat Trichophyton tonsurans maupun Microsporum Spp. Biasanya ketoconazole oral digunakan untuk mengatasi bagian tinea yang terdapat di area tubuh tertentu. Anda harus mengetahui bahwa ketoconazole oral tidak dapat digunakan dalam mengobati infeksi jamur pada kuku kaki maupun kuku tangan (Baca juga Peran Zinc Dalam Menjaga Sistem Imun dan Kesehatan Kuku).

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis