fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Sebagai obat yang berguna untuk mengobati infeksi jamur pada tubuh manusia, maka boleh dibilang jika Fluconazole merupakan obat antijamur yang sangat besar manfaatnya. Pasalnya, tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri pasien, namun obat ini juga menyembuhkan berbagai macam serangan jamur pada tubuh, terutama di organ kewanitaan. Yuk, simak ulasan lengkapnya di artikel di bawah ini.

Informasi

Fluconazole sendiri sebenarnya adalah obat resep yang mana penggunaannya harus sesuai dengan aturan dokter. Kegunaan utamanya adalah mengobati kandidiasis, yakni penyakit yang disebabkan infeksi jamur Candida albicans. Penyakit ini menyerang organ intim, termasuk kulit hingga mulutnya.

Apabila tidak segera ditangani, maka sudah pasti penyakit yang awalnya hanya karena jamur ini bisa menjadi lebih serius karena menyebar ke organ lain, sebut saja rongga perut, aliran darah, saluran kemih, dan kerongkongan. Bahkan ketika sudah sangat parah, infeksi jamur bisa sampai ke organ tubuh penting, seperti jantung, ginjal, hingga otak.

Tidak hanya penyakit yang disebabkan Candida albicans saja, rupanya penyakit meningitis yang disebabkan oleh jamur Cryptococcus (Cryptococcal meningitis) juga bisa diobati dengan obat ini. Selain itu, obat Fluconazole juga berfungsi melindungi serangan jamur lainnya akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini adalah pasien merupakan seorang penderita AIDS, pasien transplantasi sumsum tulang, dan pasien yang menjalani kemoterapi / radioterapi. Cara kerjanya sangat mudah, yakni obat ini bertugas menghambat pertumbuhan jamur dengan cara menghentikan enzimnya.

Dosis

Bicara soal dosis yang harus diberikan, ada perbedaan antara penggunaan pada orang dewasa dan penggunaan pada anak-anak. Obat yang bisa dikonsumsi dalam bentuk tablet, suntik, dan kapsul Fluconazole juga diberikan dalam dosis yang berbeda-beda tergantung kondisi pasiennya.

Untuk pencegahan infeksi jamur, dosis suntik Fluconazole orang dewasa adalah 50 – 400 mg per hari dan dosis anak-anak adalah 3 – 12 mg / kgBB per harinya. Sementara itu untuk penanganan Cryptococcal meningitis dan juga candidiasis sistemik, dosis pada orang dewasa adalah 400 mg untuk hari pertama dan selanjutnya 200 – 400 mg per harinya. Adapun untuk AIDS, dosisnya adalah 100 – 200 mg per hari dengan durasi pengobatan tergantung dari respon klinis itu sendiri.

Jika diberikan dalam bentuk obat, maka untuk pengobatan superficial mucosal candidiasis pada orang dewasa membutuhkan dosis sekitar 50 – 100 mg per hari. Catatannya, penderita oropharyngeal candidiasis akan melakukan pengobatan selama 7 – 14 hari sedangkan penderita atrophic oral candidiasis dan esofagitis masing-masing akan berobat selama 14 hari dan 14 – 30 hari.

Terakhir, mengobati jamur pada kulit alias panu pun juga bisa dilakukan dengan obat ini. Dosisnya, usia dewasa akan mendapat sekitar 50 mg untuk penggunaan sekali sehari dan dipakai selama 6 minggu. Sementara itu untuk candidal balanitis dan vaginal candidiasis, dosisnya adalah 150 mg untuk pemakaian tunggal.

Kontraindikasi

fluconazile

Terkait interaksi obat Fluconazole dengan obat lainnya, Anda harus waspada jika mengonsumsinya bersama golongan hydrochlorothiazide karena bisa meningkatkan kadar obat ini sebanyak 40% dalam darah Anda. Selain itu, Anda juga harus waspada ketika mengonsumsi dengan warfarin karena bisa meningkatkan kadar warfarin dalam tubuh dan menghambat proses kerja obat ini.

Untuk Anda ketahui, mengonsumsi obat ini dengan rifampisin dapat menurunkan efektifitasnya, jika dikonsumsi dengan tacrolimus dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, dan apabila dipakai dengan cisapride / erythromycin dapat meningkatkan resiko aritmia. Terakhir, waspada juga bisa diberikan ke banyak golongan obat seperti teofilin, phenytoin, celecoxib, fentanyl, midazolam, atorvastatin dan simvastatin serta lovastatin.

Adapun beberapa orang dengan risiko yang disarankan tidak mengonsumsi obat ini adalah mereka dengan riwayat menderita gangguan hati, gangguan ginjal, gangguan keseimbangan elektrolit, hingga gangguan irama jantung. Pasien yang menderita kanker dan AIDS juga tidak disarankan mengonsumsinya.

Tidak hanya itu, Anda yang juga tengah menjalani prosedur pembedahan, misalnya operasi gigi, juga termasuk orang-orang berisiko. Karena obat ini dapat berinteraksi dengan obat lainnya seperti yang sudah dijelaskan, maka ada baiknya Anda tidak mengonsumsi obat ini bersama-sama dengan jenis lainnya. Tidak hanya bisa menaikkan efek samping, tapi juga bisa menurunkan efektivitas obat.

Efek Samping

Anda harus segera menghubungi dokter jika mengalami sakit kepala, diare, nyeri perut, hingga perubahan pada indra pengecap sesudah mengonsumsi obat Fluconazole. Selain itu, Anda juga mungkin akan mengalami kejang, nyeri dada, pingsan, jantung berdebar, hingga pendarahan dan gangguan hati ketika mengonsumsinya.

Cara Konsumsi

Bagi Anda yang akan mengonsumsi obat ini, sebaiknya Anda mengikuti aturan dokter dan petunjuk kemasan agar tidak meningkatkan risiko terkena efek sampingnya. Konsumsi sesuai anjuran dan apabila mengalami reaksi seperti di atas atau reaksi alergi, Anda harus langsung menghubungi dokter.

Demikian ulasan mengenai Fluconazole sebagai obat yang berguna untuk mengobati infeksi jamur. Semoga ulasannya bermanfaat untuk Anda.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis