fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Penyakit prostat pada pria memang sering menyerang dan dapat menimbulkan masalah berlanjut. Namun, bukan berarti masalah penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Pada umumnya, perawatan akan dilakukan dengan memberi obat-obatan, salah satunya adalah obat Finasteride. Yuk, simak berbagai ulasan menarik di artikel berikut ini mengenai obat yang berguna untuk mengurangi kadar hormon DHT agar pembesaran prostat berkurang ini.

Informasi

Finasteride dalam golongannya adalah obat yang masuk ke dalam golongan obat 5-alpha-reductase inhibitors alias blocker dihydrotestosterone (DHT). Disebutkan, obat ini tergolong dalam obat anti androgen yang mana khasiatnya adalah mengobati pembesaran prostat dan juga kerontokan rambut pada kulit kepala.

Selain itu, obat Finasteride rupanya juga bisa digunakan untuk mengatasi kondisi hirsutisme, yakni kondisi dimana tumbuhnya rambut berlebih pada wanita. 

Dalam pengobatan biasa, obat Finasteride lebih dipakai untuk mengatasi BPH atau pembesaran prostat jinak yang umumnya sering terjadi pada pria dewasa. Cara kerjanya adalah dengan mengurangi kadar hormon DHT agar pembesaran prostat berkurang. Adapun gejala-gejala yang mengiringi penyakit ini adalah seperti rasa tidak nyaman di kandung kemih dan juga sulitnya buang air kecil.

Dosis

Sebagai obat resep dimana hanya bisa dipakai ketika ada pengawasan dokter saja, maka Anda tidak bisa sembarang menggunakan obat ini untuk konsumsi harian layaknya “obat warung”. Anda harus mengonsumsi Finasteride sesuai takaran. Bahkan, obat ini hanya diperuntukkan kategori dewasa dan anak-anak disarankan untuk tidak menggunakannya.

Untuk dosis pada umumnya, obat yang bisa dikonsumsi melalui bentuk tablet, kapsul, dan juga tablet salut selaput ini akan diberikan dengan macam-macam takaran. Apabila ingin mengobati pembesaran prostat jinak, maka dosisnya adalah sekitar 5 mg per hari selama 6 bulan. Apabila ingin mengobati kebotakan jenis androgenik, maka dosisnya adalah 1 mg per hari selama 3 bulan.

Berbeda kondisi, berbeda pula ukuran dosisnya. Alhasil, yang bisa Anda lakukan untuk mengonsumsi obat Finasteride adalah berkonsultasi agar bisa mendapat dosis yang tepat serta sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kontraindikasi

finasteride

Sama seperti obat lain, Finasteride tidak disarankan dikonsumsi dengan obat atau suplemen lainnya. Contohnya saja, obat carbamazepine, rifampicin, dan nevirapine yang bisa mengurangi efektifitas obat ini. Selain itu, ada juga obat seperti erythromycin, itraconazole, clarithromycin, isoniazid, nefazodone, hingga ketoconazole yang mana bisa meningkatkan resiko efek samping yang bisa diderita pasien.

Ada beberapa kategori orang dengan resiko yang mengintai apabila mengonsumsi obat ini. Mereka adalah orang-orang yang mengidap gangguan hati, orang yang mengonsumsi obat-obatan lain seperti yang sudah dijelaskan di atas, dan orang laki-laki yang ketika mengonsumsi obat ini di dalam dirinya berpotensi muncul kanker payudara (Baca juga Cegah Kanker Payudara dengan 8 Hal Ini).

Meski wanita jarang mengonsumsinya, namun Anda sebagai istri harus waspada. Terlebih ketika Anda tengah mengandung. Pasalnya, obat ini dibuang melalui air mani sehingga ketika suami mengonsumsi obat ini dan Anda ingin berhubungan badan, maka ada baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang dapat muncul pada pasien yang mengonsumsi obat Finasteride adalah disfungsi ereksi, nyeri pada buah zakar, gangguan ejakulasi, menurunnya libido, hingga depresi. Bahkan, beberapa efek samping yang lebih berbahaya dan bisa timbul adalah ruam, gatal, susah bernapas dan menelan, bengkak pada bibir dan wajah, serta nyeri payudara.

Nah, apabila terjadi efek samping seperti yang sudah disebutkan, ada baiknya Anda segera datang ke dokter. Jangan sampai alergi atau reaksi overdosis terjadi pada Anda sesudah Anda mengonsumsi Finasteride. Tentu, Anda tidak ingin semuanya menjadi fatal, bukan?

Cara Konsumsi

Untuk mengonsumsi obat Finasteride dengan cara yang benar, maka ada baiknya Anda mengikuti beberapa tips berikut ini. Pertama, Anda harus menaati anjuran dari dokter dan juga senantiasa membaca informasi pemakaian pada label kemasan obat. Biasanya, disana akan diberikan petunjuk seberapa banyak dosis yang harus Anda konsumsi, lengkap dengan waktu kapan Anda harus minum obat.

Agar mudah diolah oleh tubuh, ada baiknya Anda mengonsumsi obat ini dengan air mineral saja. Khusus jika Anda mengonsumsi obat ini dalam bentuk tablet salut selaput, maka ada baiknya Anda jangan membelah obat ini. Pasalnya, cara tersebut bisa mengubah dosis obat dan mengurangi efektifitasnya. Untuk itu, konsumsi tablet salut selaput secara utuh dan jangan pernah dipecah. Finasteride diserap melalui kulit. Jika lapisan film tablet telah pecah atau tablet hancur, sebaiknya tidak dipegang oleh wanita yang sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Baik itu sebelum atau sesudah makan, tidak ada masalah. Obat ini bisa dikonsumsi kapan saja tanpa takut mengurangi efektifitasnya. Namun, Anda harus mengonsumsi obat ini di waktu yang sama setiap harinya agar hasil pengobatannya maksimal.

Demikian ulasan mengenai berbagai ulasan menarik di artikel berikut ini mengenai obat Finasteride yang berguna untuk mengurangi kadar hormon DHT agar pembesaran prostat berkurang ini. Semoga ulasannya bermanfaat untuk Anda.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis