fbpx

Fenilpropanolamin HCl

Nov 11, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf F | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Mengalami gangguan batuk dan pilek sangat mengganggu aktivitas sehari – hari. Apalagi ketika menjelang tidur. Saluran pernapasan akan terganggu karena cairan yang memenuhi saluran pernapasan dan hidung yang tersumbat. Suara batuk yang berisik juga mengganggu. Biasanya gangguan batuk dan pilek juga menyebabkan sakit kepala. Jika sudah demikian, Anda bisa mengonsumsi obat yang mengandung Fenilpropanolamin HCl (Baca juga Mendalami Lebih Jauh Tentang Alergi dan Penyebabnya).

Informasi

Fenilpropanolamin HCl berfungsi sebagai obat untuk meredakan hidung tersumbat akibat batuk dan pilek (common cold), alergi, atau sinusitis. Perlu digaris bawahi, bahwa obat ini hanya berfungsi untuk meredakan gejala hidung tersumbat, bukan untuk menyembuhkan penyakit yang menjadi penyebabnya.

Fenilpropanolamin HCl
Gangguan batuk dan pilek menyebabkan sakit kepala. Jika sudah demikian, Anda bisa mengonsumsi obat yang mengandung Fenilpropanolamin HCl.

Cara kerja obat ini adalah dengan menyempitkan pembuluh darah guna meredakan pembengkakan pada hidung, sehingga penderita bisa lebih mudah bernapas. Obat ini tersedia dalam tiga bentuk, tablet, kapsul, dan obat cair. Anda bisa memilih bentuk kapsul untuk hasil reaksi yang lebih cepat daripada tablet. Untuk anak – anak sebaiknya memakai bentuk obat cair. 

Dosis

Sebagai langkah aman, sebaiknya konsumsi Fenilpropanolamin HCl atas resep dokter. Atau jika tidak, atas resep apoteker dengan catatan lebih baiknya Anda sudah pernah mengonsumsinya untuk meredakan gejala yang sama. Obat ini bisa dikonsumsi anak – anak maupun dewasa dengan tiga pilihan bentuk. 

Dosis untuk dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun, bisa mengonsumsi obat ini 25 mg setiap 4 jam, sedangkan dosis maksimalnya 150 mg per hari. Untuk anak-anak usia 2-6 tahun dapat mengonsumsi obat ini dengan dosis 6,25 mg setiap 4 jam, dan dosis maksimalnya 37,5 mg per hari. Sedangkan untuk anak-anak usia 6-12 tahun memiliki dosis 12,5 mg setiap 4 jam, dengan dosis maksimal 75 mg per hari.

Konsumsi obat ini untuk lansia diatas 60 tahun, sebaiknya dikurangi dari dosis dewasa dan bisa atas rekomendasi dari dokter. Sedangkan untuk ibu hamil dan menyusui, tidak disarankan mengonsumsi obat ini, karena bisa berpengaruh pada bayi. 

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Fenilpropanolamin HCl akan berinteraksi dan dapat menyebabkan gangguan kerja jantung bila dikonsumsi bersamaan dengan Furazolidone (Furoxone), Guanethidine (Ismelin), Indometasin (Indocin), Metildopa (Aldomet), Bromocriptine (Parlodel), Kafein dalam cola, teh, kopi, coklat, dan produk lainnya, dan Teofilin (Theo-Dur, Theochron, Theolair, orang lain). 

Obat ini juga tidak bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat antidepresan trisiklik dan obat dengan kandungan Fenotiazin lainnya yang umum digunakan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengambil resep dan bicarakan jika Anda sedang mengonsumsi obat – obatan tertentu. 

Kelompok Orang Berisiko

Orang-orang dengan gangguan kesehatan tertentu tidak disarankan mengonsumsi obat ini. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, Jenis penyakit jantung, pengerasan arteri, atau detak jantung tidak teratur. Karena konsumsi obat ini justru bisa meningkatkan risiko. 

Anda juga tidak diperkenankan mengonsumsi obat ini jika memiliki gangguan pada tiroid, diabetes, glaukoma atau peningkatan tekanan di mata, pembesaran prostat atau kesulitan buang air kecil, penyakit hati, maupun penyakit ginjal.

Efek Samping

Penggunaan obat ini dapat memunculkan reaksi alergi seperti kesulitan bernapas, gatal-gatal, pembengkakan di bagian tertentu, hingga kejang-kejang. Anda juga bisa mengalami halusinasi maupun detak jantung menjadi tidak teratur dan cepat. Segera cari bantuan medis jika mengalami gangguan tersebut. 

Efek samping ringan yang bisa muncul seperti pusing, mengantuk, insomnia, tremor, kegelisahan, mual atau muntah, hingga berkeringat. Jika efek samping ini selalu muncul selama penggunaan obat, Anda bisa konsultasi dengan dokter. 

Cara Konsumsi

Sebaiknya gunakan Fenilpropanolamin HCl sebagaimana anjuran dokter atau keterangan yang tertera di kemasan. Sesuaikan penggunaan dengan dosis, jangan melebihkan atau mengurangi. Bagi Anda yang mengalami gangguan lambung, obat ini dapat dikonsumsi bersama dengan makanan atau susu.

Konsumsi obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan, jangan sampai melebihi. Konsumsi dosis yang berlebihan akan meningkatkan efek samping obat ini. Apabila Anda melewatkan sebuah dosis, segera konsumsi obat begitu teringat. Tetapi jika waktu untuk dosis berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.

Hindari minum minuman beralkohol dan batasi kafein selama Anda masih mengonsumsi obat ini, untuk mencegah naiknya tekanan darah. Sebaiknya konsumsi obat ini tidak lebih dari 7 hari. Anda bisa periksa ke dokter jika gejala belum reda setelah 1 minggu.

Jika gejala batuk dan pilek Anda belum reda dan akan mengonsumsi obat ini lebih dari seminggu, konsultasikan dulu dengan dokter, karena obat ini dapat menimbulkan reaksi putus obat jika langsung dihentikan. Dosis obat akan dikurangi secara bertahap untuk menghindari reaksi tersebut. 

Anda juga harus mengunjungi dokter jika selama seminggu pemakaian obat, gejala batuk dan pilek Anda belum juga reda. Malahan juga disertai dengan demam tinggi atau muncul efek samping lainnya yang berbahaya bagi kesehatan.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis