fbpx

Staphylococcus aureus : Bakteri Yang harus Dihindari

Okt 28, 2020 | Hidup Sehat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Di dunia ini banyak sekali bakteri yang memiliki manfaat, namun sebagian juga dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bakteri dapat menjadi patogen yang menyebabkan berbagai macam penyakit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit bagi tubuh adalah Staphylococcus aureus.

Tentu Anda penasaran bukan? Yuk simak ulasan Lifepack berikut ini tentang alasan mengapa bakteri yang satu ini bisa disebut bakteri yang berbahaya dan perlu dihindari.

Bakteri Staphylococcus aureus

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang dapat menjadi patogen dari berbagai macam penyakit. Sebenarnya sebanyak 30% orang memiliki bakteri Staphylococcus aureus di dalam hidupnya. Memang, bakteri yang satu ini tidak berbahaya namun memiliki risiko untuk menimbulkan infeksi. 

Secara umum bakteri ini dapat merusak mekanisme antibodi pada tubuh sehingga terjadi infeksi. Oleh karena itu bakteri ini perlu dihindari karena dapat berbahaya dan menimbulkan infeksi. 

Jenis Penyakit Yang Disebabkan Staphylococcus aureus

bakteri-staphylococcus-aureus

1. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan yang terjadi pada folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut. Infeksi yang satu ini merupakan salah satu infeksi yang paling sering terjadi akibat bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi ini biasanya ditandai dengan rasa gatal dan perih namun umumnya tidak berbahaya. Folikulitis dapat menyebabkan kebotakan yang jika kondisinya sangat parah dapat menyebabkan kebotakan secara permanen. 

2. Impetigo

Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus selanjutnya adalah impetigo. Impetigo merupakan infeksi kulit yang menular dan biasanya terjadi pada bayi atau anak-anak kecil. Penyakit yang satu ini ditandai dengan lepuhan pada kulit atau bercak merah yang berisikan nanah. Pelabuhan labuhan ini biasanya muncul pada bagian wajah, tangan, dan kaki.

Gejala infeksi ini biasanya tidak langsung muncul ketika anda terpapar bakteri, dalam jangka waktu 4-10 hari sejak anda pertama kali terpapar bakteri. Meski tidak berbahaya penyakit ini ini disertai gejala yang menyakitkan.

3. Selulitis

Selulitis merupakan infeksi kulit lainnya yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Bakteri ini menyerang jaringan lunak di bawah kulit sehingga menyebabkan selulitis. Penyakit ini ditandai dengan warna kemerahan, bengkak, dan rasa sakit pada kulit. Umumnya penyakit ini dapat terjadi pada seluruh usia dari anak-anak hingga usia lanjut.

Meski dapat disembuhkan, penyakit ini dapat menyebar. Sehingga Anda perlu segera ke dokter atau pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

4. Endokarditis

Penyakit lainnya di luar infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus adalah endokarditis. Endokarditis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus pada endokardium, yaitu lapisan bagian dalam jantung.

Biasanya bakteri ini masuk melalui aliran darah yang kemudian menginfeksi bagian jantung yang rusak. Penyakit ini merupakan penyakit yang jarang terjadi namun dapat berbahaya jika terjadi pada orang dengan penyakit jantung atau masalah kesehatan jantung lainnya. 

5. Osteomielitis

Infeksi lainnya yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus adalah osteomyelitis. Infeksi ini merupakan infeksi tulang dan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya. Sama seperti endokarditis, pada osteomielitis bakteri Staphylococcus aureus masuk dari aliran darah ke tulang. 

Penyakit yang satu ini dapat dialami oleh segala usia mulai dari anak-anak hingga orang dengan usia lanjut. Pada anak-anak biasanya osteomielitis terjadi pada tungkai atau lengan. Sedangkan pada orang dewasa osteomielitis terjadi pada tulang pinggul, kaki, atau tulang belakang. 

Gejala infeksi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri pada lokasi infeksi dan disertai dengan warna kemerahan dan bengkak pada area yang terinfeksi. Infeksi ini juga menyebabkan cairan pada lokasi tulang yang terinfeksi. Pada osteomielitis, biasanya juga disertai dengan demam, menggigil, mual, atau muntah.

6. Bakterimia

Bakteremia atau septikemia adalah infeksi serius yang terjadi pada sistem peredaran darah. Penyakit ini merupakan salah satu infeksi yang terjadi akibat Staphylococcus aureus. Biasanya infeksi ini tidak langsung terjadi pada sistem peredaran darah, namun justru menginfeksi organ-organ lain terlebih dahulu seperti kulit, jantung, paru-paru, lalu menyebar ke peredaran darah. 

Infeksi ini harus segera mendapatkan penanganan medis karena jika dibiarkan dapat menyebabkan sepsis. Servis merupakan peradangan pada seluruh tubuh yang dapat menyebabkan pembekuan darah dan menghambat oksigen masuk ke organ-organ vital yang mengakibatkan gagal organ. Sepsi memiliki angka kematian yang cukup tinggi, oleh karena itu segera periksakan diri atau orang-orang sekitar Anda mengalami penyakit yang satu ini ke Unit Gawat Darurat (UGD).

7. Infeksi MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus)

Infeksi MRSA atau Infeksi methicillin-resistant Staphylococcus aureus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi ini disebabkan bakteri Staphylococcus aureus resisten terhadap pemberian antibiotik meski obat antibiotik yang sering digunakan untuk mengatasi infeksi MRSA. Ini biasanya ditandai dengan demam, menggigil, batuk, sesak nafas, terasa sakit pada dada, lemas, nyeri otot, dan sakit kepala. 

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan resiko seseorang untuk mengalami infeksi Staphylococcus aureus. Biasanya faktor-faktor tersebut dipengaruhi oleh kondisi dari kesehatan orang tersebut. Berikut beberapa faktor yang meningkatkan resiko Anda terkena infeksi bakteri ini : 

  1. Penderita HIV/AIDS
  2. Orang yang memiliki permasalahan ginjal seperti gagal ginjal 
  3. Penderita diabetes 
  4. Orang yang memiliki masalah dengan sistem imunitas atau memiliki penyakit autoimun
  5. Penderita kanker 
  6. Orang dengan infeksi kulit 
  7. Orang dengan penyakit pernapasan seperti cystic fibrosis

Dr. Irma Lidia dari Tim Dokter Lifepack menyebutkan bahwa untuk mengurangi dan mencegah kemungkinan terjadinya infeksi Staphylococcus aureus, maka kita harus menjaga kebersihan tangan dan tubuh dengan baik. Jika terluka, jaga luka tetap bersih dengan memberi antiseptik dan membuat luka tertutup sampai sembuh. Hindari penggunaan bersama barang pribadi seperti handuk dan pisau cukur. Bila Anda merasakan gejala infeksi, segera periksa untuk mendapat pengobatan. Bila Anda diberikan obat antibiotik, minum obat ini dengan teratur dan habiskan agar infeksi hilang dan mencegah terjadinya resistensi antibiotik.

Pengobatan

Langkah pertama yang dilakukan untuk mengobati infeksi bakteri ini adalah dengan pemberian antibiotik untuk Staphylococcus aureus. Biasanya dokter akan melakukan diagnosis terlebih dahulu dan memilih antibiotik yang pas sesuai dengan kondisi dari infeksi Anda. Terdapat beberapa jenis antibiotik yang biasanya diberikan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri ini, antara lain nafcillin, cephalosporin, dan vancomycin.

Itulah informasi mengenai alasan kenapa Anda harus menghindari bakteri Staphylococcus aureus. Pastikan anda segera memeriksakan diri ke dokter atau pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut jika Anda sudah merasakan beberapa gejala dari penyakit penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Ditulis oleh: Nada Karisma

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis