fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Untuk mengenali gejala sleep apnea atau gangguan tidur lebih lanjut maka dokter akan melakukan pemeriksaan. Misalnya seperti dengan mengorok dengan kencang, berhenti bernapas pada saat sedang tidur. Secara umum gangguan tidur ini disebabkan karena kondisi pasien yang seringkali mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok (Baca juga Cara Jitu Hilangkan Kantung Mata Membandel dengan Mudah).

Informasi

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang seringkali menimbulkan pernafasan diri seseorang berhenti sementara waktu dan terjadi beberapa kali ketika sedang tidur. Kondisi seperti ini juga bisa saja ditandai seperti mengorok ketika tidur dan setelah tidur lama masih merasakan kantuk. Pada biasanya penderita akan berhenti bernafas selama 10 detik.

sleep apnea, gangguan tidur
Sleep apnea atau gangguan tidur yang menimbulkan pernapasan berhenti sementara waktu dan terjadi beberapa kali ketika sedang tidur.

Hal ini dapat terjadi hingga ratusan kali selama dirinya sedang tidur. Apabila kondisi seperti ini dibiarkan tentunya akan memberikan dampak yang buruk karena kondisi seperti ini sangatlah berbahaya. Sleep apnea bisa saja menimbulkan tubuh mengalami kekurangan oksigen. Bagi wanita hamil kondisi dapat menimbulkan mendengkur ketika tidur.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh sleep Apnea ini memang jarang disadari oleh penderitanya. Berikut ini beberapa gejala yang yang bisa Anda pahami lebih mendetail:

  • Saat tidur mengorok dengan suara yang keras.
  • Beberapa kali berhenti nafas ketika sedang tidur.
  • Kesulitan bernafas pada saat tidur atau bernafas dengan tersenggal-senggal.
  • Tidur tidak nyenyak dan sering kali terbangun karena rasa yang seperti dicekik.
  • Sering batuk di malam hari.
  • Mengalami insomnia.
  • Terbangun dari tidur dengan mulut yang kering.
  • Saat bangun tidur kepala terasa sakit atau nyeri.
  • Sering mengantuk di siang hari. 
  • Mood lebih mudah berubah dan seringkali marah. 

Penyebab

Ada beberapa faktor yang menimbulkan adanya sleep apnea pada diri seseorang di antaranya seperti berikut:

Obstructive Sleep Apnea

Kondisi seperti ini bisa saja terjadi karena bagian otot belakang tenggorokan yang terlalu rileks. Kondisi seperti inilah yang seringkali menjadikan saluran bagian pernafasan menutup atau menyempit pada saat penderita sedang menarik nafas.

Central Sleep Apnea

Penyebab kedua dari penderita sleep apnea yaitu karena Central sleep apnea yang mana otak tidak bisa mengirimkan sinyal ke bagian otot dengan baik. Sehingga tidak bisa melakukan pengontrolan pernapasan. Oleh karena itulah penderitanya seringkali tidak dapat bernafas pada beberapa waktu.

Faktor Resiko

Semua orang dan berbagai jenis kelamin bisa saja memiliki faktor resiko terserang penyakit ini. Sleep apnea tidak hanya orang dewasa karena anak-anak pun juga beresiko sama. Akan tetapi ada seseorang yang cenderung lebih beresiko terhadap sleep apnea dikarenakan beberapa faktor risiko berikut: 

  • Resiko sleep apnea cenderung menyerang laki-laki yang sudah berusia 40 tahun ke atas.
  • Mempunyai lidah yang besar maupun rahang yang kecil.
  • Mempunyai riwayat amandel.
  • Terdapat hambatan di bagian hidung yang disebabkan karena tulang hidung bengkok.
  • Mempunyai alergi maupun gangguan sinus.
  • Perokok aktif.
  • Kecanduan alkohol.
  • Sering kali mengkonsumsi obat tidur.

Diagnosis

Untuk memastikan penyakit sleep apnea yang diidap pada beberapa pasien maka dokter akan melakukan beberapa diagnosis seperti berikut:

Pemeriksaan Tahap Awal

Proses diagnosis pada pemeriksaan tahap awal yang dilakukan yaitu dokter menanyakan gejala yang sedang dialami oleh pasien. Terutama ketika dirinya sedang tidur. Setelah itu dokter akan melakukan secara fisik. Dokter melakukan pemeriksaan pada pola tidur atau sleep study. Saat itulah dokter melakukan pemantauan dari pola pernafasan serta fungsi tubuh pada saat sedang tidur.

Melakukan Tes Tidur di Rumah 

Test tidur saat di rumah, pasien akan diberikan alat khusus yang bisa digunakan untuk merekam sekaligus mengukur kadar oksigen pada darah, detak jantung, aliran nafas, maupun pola pernafasan pada saat tidur.

Polisomnografi 

Dokter menggunakan peralatan ketika pemeriksaan untuk melakukan monitor dari aktivitas paru-paru, jantung, pola pernafasan, otak, kadar oksigen pada darah ketika tidur serta gerakan lengan dan kaki.

Apabila hasil tes menunjukkan pasien menderita obstructive sleep apnea dokter akan memberikan rujukan ke dokter THT. Tujuannya yaitu untuk menyingkirkan penyumbatan yang terdapat pada tenggorokan maupun hidung. Namun jika pasien dinyatakan menderita Central sleep apnea maka dokter memberikan rujukan ke dokter spesialis saraf. 

Pengobatan

Sleep apnea yang masih tergolong ringan masih bisa ditangani mandiri. Misalnya saja dengan berhenti merokok menghindari minuman beralkohol, menurunkan berat badan, serta mengubah posisi tidur. Apabila kondisi pasien sudah dikatakan parah maka harus mendapatkan pengobatan dan penanganan medis seperti berikut:

Terapi Khusus

Terapi khusus bisa dilakukan oleh penderita sleep apnea yang dikatakan sudah terlalu parah. Sehingga tidak bisa melakukan pengobatan secara mandiri. Untuk melakukan terapi khusus tersebut menggunakan beberapa bantuan alat kesehatan seperti CPAP, BPAP dan MAD. 

Operasi

Ada banyak sekali operasi yang dilakukan bagi penderita sleep apnea yang masih belum bisa ditangani melalui beberapa cara di atas. Operasi yang bisa dilakukan yaitu seperti Uvulopalatopharyngoplasty, Ablasi radiofrekuensi, Operasi reposisi rahang, Stimulasi saraf dan Trakeostomi.

Pencegahan

Pencegahan pada penderita sleep apnea harus dilakukan dengan cara meminimalisir pada beberapa faktor risiko yang dapat terjadi. Selain itu juga harus menjaga pola makan yang sehat, membatasi asupan alkohol, serta berhenti merokok.

Sebaiknya Anda mengkonsultasikan diri kepada dokter jika sekiranya mengalami tanda-tanda atau gejala dari sleep apnea. Bagi pasien yang menderita penyakit ini maka akan mendapatkan penanganan secara khusus. Salah satunya yaitu memperoleh terapi. Ada beberapa gejala yang mudah dikenali bagi penderita sleep apnea. Sehingga Anda bisa melakukan pencegahan jika sekiranya gejala tersebut Anda rasakan.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis