fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Progesteron adalah salah satu hormon yang berperan penting dalam sistem reproduksi wanita. Progesteron diproduksi secara alami pada saat wanita mendekati masa menstruasi dan kehamilan. Hormon ini akan berkurang jumlahnya ketika wanita memasuki masa menopause. Untuk mengatasi penurunan hormon progesteron dalam tubuh wanita, terdapat suplemen yang dapat dikonsumsi 3 bulan sekali berupa kandungan dalam KB suntik bernama suplemen progesteron.

Informasi

Progesteron adalah obat resep sebagai suplemen hormon yang digunakan untuk terapi pengganti hormon saat menopause, mengatasi gangguan menstruasi, dan mengatasi kekurangan hormon wanita akibat mengalami keguguran berulang. Obat ini digunakan pada alat kontrasepsi (KB Suntik) dan tersedia dalam bentuk pessary, tablet, kapsul lunak.

Dosis

Dosis setiap orang dalam mengonsumsi obat ini berbeda-beda tergantung pada kondisi, respon tubuh, dan tingkat keparahannya. Berikut ini dosis obat :

  • Oral (minum), digunakan pada kondisi Amenorrhea, Dysfunctional uterine bleeding, dan sebagai terapi pengganti hormon saat wanita mengalami masa menopause.

Dosis : 400 mg per hari dalam jangka waktu 10 hari untuk Amenorrhea, Dysfunctional uterine bleeding dan 200 mg per hari dalam jangka waktu 12-14 hari untuk terapi pengganti hormon.

  • Suntikan otot (intramuskular), digunakan pada kondisi Amenorrhea, Dysfunctional uterine bleeding, dan keguguran berulang akibat defisiensi progesteron.

Dosis : 5-10 mg per hari dalam jangka waktu 5-10 hari untuk Amenorrhea, Dysfunctional uterine bleeding dan 25-100 mg sebanyak 2 kali per minggu, dimulai sejak hari ke-15 kehamilan dalam jangka waktu 8-16 minggu. Dosis ini bisa ditambahkan atas petunjuk dokter jika dirasa masih membutuhkan.

  • Vagina (pessary), digunakan pada kondisi Premenstrual syndrome dan Amenorrhea, Dysfunctional uterine bleeding.

Dosis :  200-400 mg 2 kali sehari, dimulai sejak hari ke-12 hingga 14 saat siklus menstruasi sampai menstruasi selesai untuk premenstrual syndrome dan 45 mg 1 kali per 2 hari, dimulai sejak hari ke 15-25 saat menstruasi untuk Amenorrhea, Dysfunctional uterine bleeding.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Interaksi obat progesteron jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain seperti:

  • Progesteron dapat berinteraksi dengan salah satu hormon wanita yang lain yaitu hormon estrogen. Jika keduanya berinteraksi dapat mengurangi efektivitas estrogen, hal itu menyebabkan nyeri pada payudara.
  • Dikonsumsi bersamaan dengan minuman beralkohol dapat menyebabkan membran mukosa di sekitar vagina mengalami kekeringan.
  • Mempercepat terjadinya pembuangan obat griseofulvin, phenytoin, phenobarbital, carbamazepine, rifampicin.
  • Digunakan bersamaan dengan ketoconazole dapat meningkatkan kadar progesteron dalam darah.
  • Digunakan bersama dengan cyclosporin dapat menghambat metabolisme obat.

Kelompok Orang Berisiko

Beberapa orang yang berisiko tinggi jika mengonsumsi obat ini antara lain:

  • Orang dengan riwayat deep vein trombosis dan emboli paru.
  • Penderita gangguan ginjal, gangguan jantung, gangguan hati.
  • Penderita asma, hipertensi, migrain, epilepsi, diabetes melitus, dan depresi (Baca juga Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Depresi).
  • Wanita yang sedang menyusui.
  • Pada wanita hamil belum ada studi terkontrol tentang risiko penggunaan obat ini, namun pada studi terhadap hewan, tidak memperlihatkan adanya risiko. Untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan sebaiknya wanita hamil tidak menggunakan obat ini, kecuali sudah dikonsultasikan kepada dokter dan diketahui manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Oleh karena itu, untuk menghindari risiko yang buruk penggunaan dari kelompok orang berisiko, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin bisa terjadi jika Anda mengonsumsi obat progesteron antara lain pembesaran dan nyeri pada payudara, perubahan suasana hati, mual dan muntah, timbul jerawat, peningkatan atau penurunan hasrat seksual, sakit kepala atau migrain, dan kista ovarium.

Cara Konsumsi

Dalam mengonsumsi obat resep, Anda harus memperhatikan dengan baik tentang cara konsumsi. Cara konsumsi progesteron ikuti petunjuk dari dokter maupun petunjuk pada kemasan tentang penggunaan obat progesteron.

Jika Anda mengonsumsi sesuai jadwal dari dokter, gunakanlah obat pada jam yang sama sesuai aturan agar hasilnya efektif. Jika lupa mengonsumsi, segera konsumsi pada saat ingat apabila jeda dengan jadwal berikutnya tidak terlalu dekat, namun jika jeda dekat, abaikan konsumsi obat sehingga tidak penggandaan dosis.

Selama menggunakan obat progesteron, periksakan diri Anda ke dokter secara berkala agar perkembangan kondisi tetap terkontrol, beritahukan kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum menggunakan obat progesteron.

Selama menggunakan obat progesteron, hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol agar tidak terjadi interaksi obat dengan alkohol. Hati-hati dalam mengonsumsi obat ini, jika Anda merupakan penderita gangguan jantung, gangguan ginjal, gangguan hati, asma, migrain, epilepsi, diabetes melitus, depresi, hipertensi.

Hati-hati dalam mengonsumsi obat ini, jika Anda memiliki riwayat penyakit deep vein trombosis dan emboli paru. Jika setelah mengonsumsi obat progesteron buatan Anda mengalami reaksi alergi atau overdosis, maka segera konsultasikan dengan dokter.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis