fbpx

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Depresi

Mei 5, 2020 | Hidup Sehat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam. Setiap orang pasti merasakan sedih sesekali dan ini adalah hal yang normal. Seseorang baru dikatakan mengalami depresi jika sudah merasa sedih selama 2 minggu, putus harapan, dan tidak berharga.

Kondisi ini akan menyebabkan efek yang buruk bagi penderitanya, seperti produktivitas yang menurun, terganggunya hubungan sosial, dan timbulnya keinginan untuk bunuh diri. Depresi juga mempengaruhi perasaan, cara berpikir dan berperilaku, bahkan membuat penderitanya memiliki berbagai masalah emosi dan fisik. 

Jika Anda merasa sedih yang terus berlangsung selama beberapa minggu, sehingga mengganggu pekerjaan dan kegiatan Anda yang lain dengan keluarga dan teman, bahkan Anda kemudian berpikir untuk bunuh diri, itu berarti Anda mengalami depresi. Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya untuk segera mengkonsultasikannya ke dokter. 

Depresi adalah kondisi yang umum terjadi di masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa depresi terjadi pada 80% orang untuk beberapa waktu selama dia hidup dan dapat terjadi pada segala usia. Namun, depresi lebih sering dialami oleh wanita, karena wanita memiliki sifat perasa yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. 

Wanita juga sering mengalami perubahan hormon, seperti pada saat menstruasi dan hamil.Kasus depresi bisa berkembang menjadi lebih buruk jika tidak segera ditangani. Untuk penanganannya, membutuhkan waktu yang cukup lama dengan obat-obatan dan psikoterapi.

Gejala Depresi

Depresi dapat menimbulkan berbagai gejala pada penderitanya. Pada sebagian orang yang menderita depresi akan tidur lebih banyak, namun pada sebagian penderita depresi yang lain akan sulit untuk tidur dan kehilangan nafsu makan. 

Menurut CDC terdapat beberapa tanda atau gejala pada orang yang mengalami depresi, antara lain:. 

  1. Merasa sedih atau cemas dengan frekuensi sering atau bahkan sepanjang waktu
  2. Tidak ingin melakukan kegiatan yang dulu terasa menyenangkan
  3. Merasa kesal, mudah frustrasi‚ atau gelisah
  4. Kesulitan tidur atau terlalu sering tertidur
  5. Bangun terlalu pagi atau terlalu banyak tidur
  6. Nafsu makan meningkat atau berkurang lebih dari biasanya
  7. Mengalami sakit kepala, atau masalah perut yang tidak membaik dengan pengobatan
  8. Kesulitan berkonsentrasi, mengingat secara detail, atau membuat keputusan
  9. Merasa lelah‚ bahkan setelah bangun tidur
  10. Merasa bersalah, tidak berharga, atau tidak berdaya
  11. Memiliki keinginan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri

Sedangkan untuk ciri-ciri fisik, diantaranya sebagai berikut. 

  1. Selalu merasa lelah dan tak bertenaga.
  2. Merasa pusing dan nyeri tanpa penyebab yang jelas.
  3. Hilang selera makan. 
  4. Gelisah dan sulit tidur. 

Penyebab Depresi

Depresi biasanya dialami oleh orang dewasa yang diduga disebabkan oleh faktor genetik, hormon, dan zat kimia yang terdapat di otak. 

  1. Orang dengan riwayat keluarga depresi lebih cenderung mengalami depresi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat keluarga depresi.
  2. Zat kimia di otak, orang depresi memiliki zat kimia yang berbeda di otaknya dengan orang yang tidak mengalami depresi.
  3. Stres, bisa disebabkan karena kehilangan orang yang dicintai, berada dalam hubungan yang bermasalah, dan situasi yang membuat stres.

Adapun beberapa faktor yang diklaim sebagai pemicu depresi, diantaranya sebagai berikut.

  1. Mengalami peristiwa traumatis.
  2. Mengidap penyakit kronis.
  3. Mengkonsumsi jenis obat tertentu.
  4. Memiliki riwayat gangguan mental.

Diagnosis Depresi

Menurut American Psychiatric Association, terdapat panduan bagi dokter untuk mendiagnosa depresi, yaitu dengan kriteria DSM-V. Berikut ini kriteria DSM-V untuk mendiagnosa depresi.

Kurang Perhatian

Biasanya terdapat enam atau lebih gejala kekurangan perhatian bagi anak-anak hingga usia 16 tahun, lima atau lebih gejala untuk remaja usia 17 tahun dan orang dewasa. Berikut beberapa gejala yang dimaksud:

  • Sering gagal untuk memperhatikan detail atau membuat kesalahan dalam pekerjaan sekolah, di tempat kerja, atau dengan kegiatan lainnya.
  • Mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas atau kegiatan bermain.
  • Seringkali seperti tidak mendengarkan ketika diajak bicara langsung.
  • Tidak menindaklanjuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas sekolah, atau tugas di tempat kerja.
  • Mengalami kesulitan mengatur tugas dan kegiatan.
  • Menghindari atau enggan melakukan tugas yang membutuhkan upaya mental dalam jangka waktu yang lama (seperti tugas sekolah atau pekerjaan rumah).
  • Sering kehilangan hal-hal yang diperlukan untuk tugas dan kegiatan  seperti materi sekolah, pensil, buku, alat, dompet, kunci, dan kacamata.
  • Mudah terganggu
  • Sering pelupa dalam aktivitas sehari-hari.

Hiperaktif dan Impulsif

Pada gejala ini terdapat enam atau lebih gejala hiperaktif-impulsif untuk anak-anak hingga usia 16 tahun, lima atau lebih gejala untuk remaja usia 17 tahun dan orang dewasa. Biasanya gejala hiperaktif-impulsif hadir setidaknya selama 6 bulan sampai pada tingkat yang mengganggu. Berikut beberapa gejala hiperaktif-impulsif.

  • Sering merasa gelisah biasanya ditandai dengan mengetuk tangan atau kaki, atau menggeliat di kursi.
  • Meninggalkan kursi dalam situasi  diharapkan.
  • Sering lari dari situasi yang tidak sesuai keinginannya
  • Tidak dapat bermain dengan tenang.
  • Ketika melakukan perjalanan, sering bertindak seolah-olah “digerakkan oleh motor”.
  • Berbicara berlebihan.
  • Menjawab sebelum pertanyaan selesai diberikan.
  • Mengalami kesulitan menunggu giliran.
  • Menginterupsi atau mengganggu orang lain (menyinggung pembicaraan atau permainan)

Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam diagnosis ini, yaitu:

  • Beberapa gejala kurang perhatian  atau impulsif-hiperaktif hadir sebelum usia 12 tahun.
  • Beberapa gejala muncul dalam dua lingkungan yang terdapat aturan atau lebih, (seperti di rumah, sekolah atau pekerjaan; dengan teman atau kerabat; dalam kegiatan lain).
  • Ada bukti yang jelas bahwa gejalanya mengganggu, atau mengurangi kualitas, sosial, sekolah, atau fungsi kerja.
  • Gejala-gejalanya tidak mengarah ke gangguan mental lain seperti gangguan mood, gangguan kecemasan, gangguan disosiatif, atau gangguan kepribadian. Selain itu, gejala tidak terjadi hanya selama skizofrenia atau gangguan psikotik lainnya.

Itulah diagnosis DSM-V yang dapat digunakan dalam mendiagnosis depresi. Namun penegakan diagnosa tetap harus dilakukan oleh dokter sebagai petugas kesehatan profesional.

Cara Mengobati Depresi

Untuk mengobati depresi, psikiater dapat melakukan beberapa cara sebagai berikut

  1. Melakukan psikoterapi, untuk membantu mengatasi masalah-masalah yang disebabkan oleh depresi.
  2. Memberikan obat anti depresi.
  3. Memberikan terapi kejut listrik, untuk mengubah kinerja otak pasien.
  4. Dirawat di rumah sakit untuk pasien yang mengalami depresi serius.
  5. Konsumsi vitamin D yang dapat meredakan depresi.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Gaya Hidup Millennials Yang Menyebabkan Penyakit Kronis
Mengenal Gangguan Mental Skizofrenia: Penyebab dan Gejalanya
Suplemen dan Vitamin Yang Baik Untuk Puasa
Tips Pola Sehat Saat Ramadhan Agar Puasa Lancar
7 Penyebab Diabetes yang Dari Kebiasaan Sehari-Hari
10 Cara Menurunkan Berat Badan Dengan Mudah
5 Komplikasi Yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes

Jika Anda merasakan beberapa gejala depresi di atas, segera jumpai dokter untuk mendapatkan penanganan. Jika Anda merasa enggan untuk menjalani terapi, maka Anda dapat membicarakan masalah-masalah yang Anda alami dengan teman, keluarga, pasangan, ataupun orang lain yang dapat Anda percaya. Anda tidak perlu malu untuk meminta pertolongan kepada dokter, psikiater, ataupun orang lain karena semakin cepat ditangani, semakin baik. 

Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai kesehatan, Anda dapat mengunduh aplikasi Lifepack di Google Play Store dan App Store, dan dapatkan kemudahan menebus resep obat tanpa antri.

Sumber:
Centers for Disease Control and Prevention

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis