fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Piroxicam merupakan obat yang digunakan untuk membantu meredakan rasa sakit, nyeri, pembengkakan, dan peradangan sendi akibat rheumatoid arthritis. Di samping itu obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) ini juga dapat difungsikan untuk meredakan nyeri haid, nyeri otot, dan nyeri pasca operasi atau melahirkan, serta untuk mengobati encok dan asam urat. 

Informasi

Cara kerja piroxicam yaitu dengan menghambat enzim yang memproduksi  prostaglandin (senyawa yang dilepas tubuh dan mengakibatkan peradangan). Obat ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan, jauhkan dari pancaran panas matahari secara langsung, dan tidak diperkenankan untuk membekukan. 

Piroxicam termasuk obat yang penggunaannya dalam pengawasan dokter, sehingga jauhkanlah dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk menghindari adanya kontaminasi dengan lingkungan, disarankan untuk tidak membuang obat ini di sembarang tempat, seperti di toilet dan memasukkan ke saluran air.

Dosis

Setiap orang akan mendapatkan dosis yang berbeda, sebab pemberian dosis didasarkan pada keparahan penyakit yang diderita, usia, kondisi kesehatan, dan respon seseorang terhadap obat tertentu. 

Dosis piroxicam disesuaikan dengan penyakit yang diderita, secara umum dosis untuk pengobatan penyakit rheumatoid arthritis pada orang dewasa, yaitu sebanyak 20 mg, digunakan sekali dalam sehari, atau menggunakan yang bentuk tablet/kapsul dengan kandungan piroxicam 10 mg, dikonsumsi dua kali dalam sehari. Selama pengobatan tidak diperkenankan mengkonsumsi obat ini melebihi dosis maksimal (20 mg). 

Untuk meredakan rasa sakit atau nyeri pada orang dewasa, dosis yang disarankan sebanyak 20 mg, dikonsumsi sekali dalam sehari atau menggunakan bentuk tablet/kapsul 10 mg, dikonsumsi dua kali sehari. Dan tidak disarankan mengkonsumsi melebihi dosis maksimal,yaitu 20 mg. 

Untuk pengobatan penyakit osteoarthritis pada orang dewasa, dosis yang dianjurkan sebanyak  20 mg, dikonsumsi sehari sekali atau dapat juga menggunakan bentuk tablet/kapsul 10 mg dengan dikonsumsi dua kali dalam sehari. Dosis maksimal yang disarankan 20 mg per hari.

Selain dalam bentuk tablet, piroxicam juga tersedia dalam bentuk gel. dosis yang disarankan untuk orang dewasa yaitu menggunakan gel dengan kandungan piroxicam sebanyak 0,5%, digunakan 3 hingga 4 kali dalam sehari.

Kontraindikasi

piroxicam

Penggunaan piroxicam secara bersamaan dengan obat lain akan memicu risiko efek samping yang serius, seperti gagal jantung, penurunan laju filtrasi glomerulus, dan meningkatkan kadar plasma glikosida. 

Interaksi dengan Obat Lain

Obat yang dapat bereaksi dengan piroxicam antara lain antidepresan SSRI, antiplatelet (memicu peningkatan risiko perdarahan saluran pencernaan), cyclosporine, tacrolimus (memicu peningkatan risiko nefrotoksisitas), cimetidine (memicu peningkatan penyerapan cimetidine), diuretik (memicu gangguan proses natriuresis) dan antihipertensi (memicu penurunan efektivitas antihipertensi). 

Selain itu, bisa bereaksi juga dengan metotreksat (memicu penurunan pembuangan metotreksat, yang bisa memicu keracunan akut), quinolone (memicu peningkatan risiko gangguan kesehatan), mifepristone (memicu gangguan efektivitas mifepristone), antikoagulan (memicu peningkatan efektivitas antikoagulan, yang bisa berakibat fatal), aspirin, NSAID lainnya (memicu peningkatan risiko gangguan saluran pencernaan, yang bisa berakibat fatal).

Selain memiliki reaksi dengan obat-obatan tertentu, piroxicam juga akan berisiko jika digunakan pada pasien yang sebelumnya telah mengkonsumsi alkohol dan tembakau (rokok). Diskusikan terlebih dahulu kepada dokter atau tenaga medis lainnya sebelum menggunakan obat ini.

Kelompok Orang Berisiko

Kelompok orang yang tidak diperkenankan menggunakan piroxicam adalah orang yang alergi (hipersensitivitas) terhadap obat ini dan sejenisnya, dan orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti asma, gagal jantung, gangguan ginjal dan hati, tekanan darah tinggi (hipertensi), anemia, penggumpalan darah, hepatitis, stroke, perdarahan saluran cerna dan penyakit saluran cerna lainnya, Sebab penggunaan piroxicam justru akan memperburuk kondisi pasien.

Bagi ibu hamil dan menyusui, menurut US Food and Drugs Administration (FDA), mesterolone termasuk ke dalam risiko kategori C, yaitu mungkin berisiko. Jadi sebelum menggunakan obat ini sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risikonya. 

Efek Samping

Piroxicam dapat menimbulkan efek samping bagi pasien dengan kondisi tertentu. Reaksi yang muncul berbeda-beda. Hal ini  karena dipengaruhi oleh keadaan pasien masing-masing. 

Adapun efek yang dapat terjadi yaitu, adanya rasa mual, sakit perut, diare, sembelit, perut kembung, pusing, sakit kepala, perasaan cemas,ruam dan gatal pada kulit, pandangan menjadi kabur, dan telinga terasa dengung. Jika gejala ini tidak kunjung membaik dan justru semakin memburuk, hendaknya segera menghubungi dokter, apoteker atau tenaga medis lainnya.

Disamping itu, piroxicam juga dapat menimbulkan efek serius, seperti kejang-kejang, tinja berwarna hitam bercampur darah, pembengkakan dibagian tubuh tertentu, mati rasa, lemah otot, batuk berdarah, memar,demam, jarang bahkan tidak dapat buang air kecil, air seni berwarna gelap, kehilangan nafsu makan. Jika mengalami gejala tersebut, segera menghubungi dokter atau periksa ke rumah sakit terdekat.

Cara Konsumsi

Piroxicam tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan gel. Untuk penggunaan piroxicam berbentuk kapsul/tablet dengan cara diminum secara oral. 

Sebaiknya diminum setelah makan dan dianjurkan untuk tidak berbaring setidaknya selama 10 menit setelah mengkonsumsi obat ini.  

Sedangkan yang berbentuk gel, penggunaannya dengan cara dioleskan pada bagian yang meradang atau terasa sakit/nyeri. Obat ini dapat bekerja secara efektif jika digunakan sejak awal munculnya rasa sakit/nyeri atau peradangan. Gunakanlah sesuai petunjuk dokter atau cermati keterangan yang tertera di kemasan.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis