fbpx

Penyebab Merasa Sakit Setelah Berhubungan Seksual

Sep 25, 2020 | Seks | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Bagi pasangan suami istri, berhubungan seksual merupakan suatu kegiatan untuk menambah keharmonisan hubungan. Selain itu juga bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan tubuh. Namun bagi sebagian pasangan justru merasa tidak enak badan setelah berhubungan seksual. 

Penyebab Tidak Enak Badan Setelah Berhubungan Seksual 

Biasanya orang akan merasa gembira dan bahagia setelah berhubungan seksual. Namun bagi sebagian orang malah mengalami tidak enak badan dengan keluhan yang berbeda-beda. Ada yang mengeluh sakit kepala, sakit perut, atau badan terasa lemas setelah berhubungan seksual. 

Penyebab dari keluhan tidak enak badan ini umumnya tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan mudah. Walau demikian, Anda perlu tahu beberapa kondisi dan penyakit yang mungkin menyebabkan Anda merasa tidak enak badan setelah berhubungan seksual.

Penetrasi Terlalu Dalam dan Vagina yang Kering

Penetrasi yang ditandai dengan masuknya penis ke dalam vagina yang terlalu dalam dapat menyebabkan rasa sakit saat dan setelah berhubungan seksual. Untuk meredakan rasa sakitnya,  bisa Anda lakukan dengan mengubah posisi atau beristirahat sebentar. Vagina yang kering saat berhubungan seksual, baik karena kurangnya rangsangan seksual ataupun menopause juga bisa menyebabkan rasa sakit (Baca juga Redam Penetrasi Sakit dengan Lakukan 5 Posisi Seks Ini). 

Dysorgasmia

Dysorgasmia timbul karena kuatnya kontraksi otot panggul saat orgasme, sehingga dapat mengakibatkan rasa sakit pada bagian perut bawah dan panggul. Gangguan ini biasanya dialami oleh wanita hamil, wanita yang mengalami kista ovarium, endometriosis, dan penyakit radang panggul, atau pria yang sudah menjalani operasi pengangkatan prostat.

Udara

Udara ternyata dapat terdorong dan terperangkap dalam vagina, sehingga membuat area sekitar perut bawah Anda terasa tidak nyaman. Akibatnya biasanya akan mengalami sakit seperti kembung, masuk angin, dan mual saat atau setelah berhubungan seksual.

Tekanan pada Dada

Posisi yang kurang tepat atau aktivitas seksual yang terlalu bersemangat dapat menimbulkan tekanan pada dada yang membuat tidak nyaman. Biasanya mengakibatkan rasa pegal pada saat bangun tidur. 

Hiperventilasi

Hiperventilasi atau kondisi menarik napas menjadi lebih cepat dan memendek bisa terjadi akibat gairah yang terlalu menggebu. Keadaan ini membuat Anda lebih banyak membuang napas dibandingkan mengambil napas, sehingga pernapasan tidak bekerja optimal untuk mendapatkan oksigen. Kurangnya pasokan oksigen ini akan membuat Anda merasa sakit seperti pusing, kelelahan, lunglai, bahkan pingsan saat atau setelah berhubungan seksual.

Vertigo

Perubahan posisi yang terjadi saat berhubungan seksual bisa memicu vertigo. Vertigo yang muncul merupakan benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) yang akan berlangsung beberapa menit. Keadaan ini akan membuat Anda merasakan pusing berputar, sehingga mengeluh tidak enak badan saat dan setelah berhubungan seksual.

Reaksi emosional

Melakukan hubungan seksual akan memunculkan berbagai perasaan, mulai dari cemas hingga gembira. Hal ini bisa diakibatkan karena adanya masalah dengan pasangan, stres karena rutinitas, ataupun rasa cemas akan seks itu sendiri. Keadaan tersebut akan menyebabkan ketegangan pada otot perut dan panggul, ataupun gangguan pada pencernaan, sehingga setelah melakukan seks badan terasa tidak enak. 

Tidak enak badan setelah berhubungan seksual juga dapat disebabkan karena masalah kesehatan lainnya, seperti tekanan darah rendah, kadar gula darah rendah, atau tekanan darah tinggi. Keadaan ini juga bisa dialami oleh pria yang mengalami prostatitis atau peradangan kelenjar prostat, maupun pada wanita dengan penyumbatan tuba falopi atau fibroid rahim.

Untuk menghindari rasa tidak enak badan setelah berhubungan seksual, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Pastikan Anda cukup minum sebelum berhubungan seksual sehingga tidak terjadi dehidrasi yang membuat Anda mudah merasa lelah, pusing, atau sakit kepala saat atau setelah berhubungan seksual. 

Melakukan hubungan seks sama halnya dengan berolahraga. Untuk itu Anda harus bisa mengatur pernapasan. Hiperventilasi atau tarikan napas yang terlalu sering dan pendek dapat meningkatkan kadar karbondioksida dan mengurangi asupan oksigen menuju otak, yang dapat membuat Anda merasa tidak enak badan.

Anda juga perlu melakukan perubahan posisi seks secara perlahan. Perubahan posisi seks yang dilakukan terlalu cepat bisa membuat Anda merasa pusing dan lemah sesaat. Keadaan ini juga dipengaruhi oleh gaya gravitasi yang ikut berubah saat Anda berubah posisi. Selain itu, mengubah posisi tubuh terlalu cepat akan mengurangi aliran darah ke otak dan jantung, sehingga membuat Anda merasa sempoyongan (Baca juga 9 Posisi Bercinta Nikmat untuk Suami Istri).

Ada baiknya Anda tidak membiarkan perut kosong sekitar satu jam sebelum melakukan seks. Karena seperti olahraga, berhubungan seksual dapat menyebabkan kadar gula darah menurun, karena digunakan sebagai sumber energi. Hal ini juga dapat mencegah asam lambung meningkat, sehingga Anda terhindar dari mual dan pusing. Ada baiknya Anda memiliki jadwal makan yang teratur. 

Walaupun tidak berbahaya, ketika Anda terus menerus merasa  tidak enak badan setelah berhubungan seksual, segeralah periksakan ke dokter. Jangan menundanya jika muncul gejala lain seperti mual, gangguan penglihatan, kelelahan, atau kehilangan kesadaran. Pastikan gangguan ini tidak mengganggu keharmonisan hubungan Anda bersama pasangan. 

Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis