fbpx

Crohn’s Disease (Penyakit Crohn)

Sep 23, 2020 | direktoriPenyakit, Informasi Kesehatan Penyakit dari Huruf C | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Penyakit Crohn atau yang dikenal dengan Crohn’s Disease adalah salah satu jenis penyakit yang mengakibatkan peradangan pada usus dan dapat terjadi pada jangka waktu yang panjang dimana peradangan akan terjadi pada seluruh lapisan dinding pencernaan yaitu mulai dari mulut hingga anus. 

Tetapi kondisi peradangan lebih sering terjadi pada bagian akhir dari usus kecil (ileum) atau dapat juga pada usus besar. Penderita Crohn’s disease akan mengalami rasa sakit yang mengakibatkan tubuh menjadi lemah. Selain itu dapat memicu terjadinya komplikasi yang dapat berakibat fatal. 

Selain gejala seperti yang disebutkan di atas, penderita juga bisa tidak mengalami gejala berlebihan. Namun hanya mengalami gejala ringan yang pada mungkin nantinya akan kambuh sehingga dapat mempersulit kondisi kesehatan penderita. 

Gejala 

Penderita Crohn akan mengalami gejala yang berbeda-beda, mulai dari yang ringan hingga sangat parah. Gejala tersebut dapat berimbas pada bagian sistem pencernaan. Beberapa gejala yang sering dialami seperti:

  1. Akan terasa sangat melelahkan 
  2. Mengalami diare 
  3. Feses yang dikeluarkan bercampir dengan lendir dan darah 
  4. Tidak selera makan 
  5. Mengalami penurunan berat badan yang sangat ekstrem 
  6. Tubuh terasa demam 
  7. Mengalami diare

Penyebab 

1. Faktor Gen 

Penyakit Crohn kadang-kadang menurun dari keluarga. Berdasarkan banyak hasil penelitian diperoleh bahwa orang yang memiliki orang tua atau saudara yang memiliki penyakit Crohn maka besar kemungkinan akan mengalami penyakit serupa. 

2. Faktor Obat 

Obat-obatan seperti antibiotik, anti inflamasi dan obat inflamasi dapat mengakibatkan terjadinya penyakit Crohn. 

3. Jenis Makanan yang Dikonsumsi 

Mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar lemak tinggi akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit crohn. 

4. Faktor Lingkungan

Beberapa studi telah menunjukkan faktor lingkungan juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya Crohn. 

5. Faktor Reaksi Autoimun 

Bakteri atau virus dapat memicu terjadinya sistem kekebalan tubuh untuk melakukan penyerangan pada bagian dalam usus. Karena terjadi reaksi kekebalan tubuh (autoimun) ini maka mengakibatkan gejala yang sudah sangat lelah. 

Faktor Risiko  

Faktor Keturunan 

Pada beberapa hasil penelitian diketahui bahwa Crohn’s diease adalah penyakit keturunan pada keluarga. Makanan hanya akan terjadi pada beberapa etnis bngsa dimana hal ini membukitan bahwa kondisi tubuh menurun. 

Sistem Kekebalan Tubuh 

Penderita Crohn akan mengalami gangguan karena sistem kekebalan tubuh tidak dapat melindungi usus dari bahaya bakteri yang akan masuk ke sistem pencernaan. Dengan kondisi yang seperti itu maka sistem kekebalan tubuh akan melakukan penyerangan baik bakteri dan bakteri baik, kondisi seperti ini diduga dapat mengakibatkan penyakit Crohn (Baca juga 7 Tanaman Herbal untuk Menguatkan Kekebalan Tubuh). 

Faktor Usia 

Penyakit Crohn dapat muncul kapan saja meskipun seringnya dialami oleh usia muda yaitu di bawah 30 tahun. 

Merokok 

Merokok merupakan risiko yang paling tinggi menyebabkan Crohn selain diakibatkan oleh faktor keinginan keluarga dan juga latar belakang etnis. Orang yang merokok berisiko dua kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Dan untuk gejalanya sendiri untuk orang yang merokok akan mengalami gejala yang lebih parah dan akan membutuhkan operasi untuk menanganinya. 

Diagnosis untuk Penyakit Crohn 

Pemeriksaan Awal 

Pada pemeriksaan awal maka akan ditanyakan tentang pola gejala yang dialami, selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan apakah terdapat gejala tertentu terhadap gejala yang ada. Suhu tubuh, kondisi perut, tekanan darah dan denyut nadi juga dilakukan pemeriksaan untuk memeriksa kesehatan secara umum. 

Pemeriksaan Darah 

Pemeriksaan darah dalan diagnosis crohn’s disease adalah untuk mengetahui tingkat peradangan pada tubuh. Dengan pemeriksaan darah juga akan mengetahui apabila terjadi infeksi. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan pada darah didapatkan tanda anemia maka kemungkinannya adalah mengalami malnutrisi atau peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan. 

Pemeriksaan Tinja 

Pemeriksaan tinja dilakukan apakah terdapat terdapat lendir dan kandungan darah. Dari hasil pemeriksaab tinja juga kan mengetahu penyebab gejala adalah parasite cacing gelang atau hal lainnya. 

Kolonoskopi 

Prosedur ini digunakan untuk memeriksa bagian dalam usus besar yaitu dengan cara memasukkan selang fleksibel yang dilengkapi kamera dan lampu ke dalam usus besar melalui anus dan rektum. 

Pengobatan untuk Penyakit Crohn 

Operasi 

Dengan melakukan Pengobatan dengan cara operasi maka keuntungan yang diperoleh lebih banyak. Dengan prosedur ini maka bagian yang mengalami inflamasi kapan diangkat dan disambungkan pada bagian usus yang sehat. 

Kortikosteroid 

Pemberian obat kortikosteroid berfungsi untuk mengobati inflamasi yang terjadi. Untuk menghindari terjadinya efek samping akibat obat maka dari hari ke hari harus mengurangi jumlah pemakaiannya. 

Imunosuspresan 

Sasaran obat ini adalah mengurangi inflamasi dengan melakukan penanganan pada bagian yang mengakibatkan inflamasi yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Obat kana lebih efektif bila digunakan bersamaan dengan obat kortikosteroid dan untuk mengetahui efek sampingnya maka harus dilakukan pengecekan darah. 

Pencegahan Terjadinya Penyakit Crohn 

Untuk mencegah terjadi penyakit Crohn pada tubuh maka yang harus dilakukan adalah menjaga pola makan sehat dan juga menjaga kesehatan lambung dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki serat yang tinggi.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis