fbpx

Kalium Iodida (Potassium Iodide)

Sep 23, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf K | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Kalium Iodida termasuk sebagai senyawa kimia suplemen makanan maupun obat-obatan yang digunakan pada penderita penyakit hipertiroidisme. Obat ini untuk melindungi kelenjar tiroid pada saat berbagai jenis radiofarmaka digunakan. Untuk saat ini potassium iodide digunakan dalam mengobati sporotrikosis maupun fikomikosis pada bagian kulit.

 Jenis suplemen ini juga dapat digunakan bagi diri seseorang yang mempunyai asupan iodin rendah di dalam makanan. Cara mengkonsumsinya yaitu melalui mulut. Iodine menjadi zat kimia dibutuhkan bagi tubuh, akan tetapi tubuh tidak bisa memproduksinya. Alasannya yaitu karena tubuh harus memperoleh zat ini pada sumber yang lain. Dari sumber lain tersebutlah yang bisa meningkatkan tubuh melalui asupan makanan.

Informasi

Kelenjar tiroid yang terdapat didalam tubuh memerlukan zat ini supaya dapat memproduksi hormon. Dengan hal ini maka apabila kelenjar tiroid kekurangan iodin, maka terdapat di dalam tubuh memaksa kelenjar tiroid supaya bekerja lebih keras lagi. Kondisi seperti ini juga bisa saja menimbulkan pembesaran bagian kelenjar tiroid serta mengakibatkan adanya pembengkakan pada bagian leher.

Cara mengkonsumsi kalium iodida yaitu dengan cara diminum, Ada juga dalam bentuk obat oles. Fungsi utama dari zat kimia ini yaitu untuk melakukan pencegahan supaya tubuh tidak kekurangan iodin. Misalnya saja adanya gangguan tiroid maupun gondok. Tidak hanya itu saja karena pengguna juga dapat menggunakannya sebagai cara untuk mengobati payudara yang mengalami sakit seperti terdapat benjolan.

Bayi yang mengalami pembengkakan pada bagian mata atau pasien yang buta akibat adanya bisul di bagian kornea mata bisa diatasi menggunakan obat jenis ini. Sementara obat ini masuk sebagai kategori jenis obat resep. Untuk itu Anda hanya dapat mengkonsumsinya apabila mendapatkan resep dari dokter.

Dosis

Pada saat diri seseorang kekurangan zat yang satu ini maka disarankan supaya menggunakan garam dengan kandungan iodin 20 sampai 40 mg. Apabila mengkonsumsi garam kurang dari 10 gram setiap harinya, maka secara otomatis jumlah iodine yang terdapat di dalam garam harus diperbanyak. Sebaiknya potassium iodide digunakan sebelum maupun sesudah terkena radiasi bagi pasien yang melakukan radiasi.

Berikut ini dosis yang terdapat pada kalium iodida diantaranya:

  • 12-18 tahun: 120 mg atau 65 mg
  • 18-40 tahun radiasi di atas 10 centigrey atau lebih: 130 mg
  • 40 tahun dengan radiasi 500 cGy atau lebih: 130 mg
  • Untuk krisis tiroid: sebanyak 5 tetes potassium iodide cair setiap 6 jam sekali.
  • Ibu hamil dan ibu menyusui: 120 mg

Kontraindikasi

Jenis zat kimia ini mempunyai kontraindikasi di beberapa pasien. Misalnya saja pada pasien yang mempunyai gangguan pada bagian ginjal maupun pada hipersensitivitas. Bagi pasien yang mempunyai hipersensitifitas terhadap kandungan iodin ini mempunyai senyawa yang sejenis.

Interaksi dengan Obat Lain

Saat menggunakan iodin maka bisa saja menimbulkan interaksi antar obat yang digunakan secara bersamaan. Apabila interaksi terhadap obat lain terjadi, maka bisa mempengaruhi sistem kerja dari obat, sehingga meningkatkan beberapa resiko efek samping. Berikut ini terdapat beberapa jenis obat lain yang dapat berinteraksi pada iodin. Diantaranya seperti berikut: 

  • Acenocoumarol
  • Phenindione
  • Anisindione
  • Dicumarol
  • Phenprocoumon
  • Warfarin

Efek Samping

Pada saat pasien mengkonsumsi kalium iodida ini memang akan menimbulkan beberapa efek samping. Akan tetapi tidak semua pasien akan mengalami efek sampingnya. Jika sekiranya efek samping yang ditimbulkan dirasa kurang nyaman dan membahayakan bagi tubuh sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut ini efek samping yang bisa dialami pasien akibat mengkonsumsi kalium iodida: 

  • Untuk kulit atau oral menimbulkan reaksi hipersensitivitas seperti radang kulit, angioedema, urtikaria, purpura, arthralgia, Eosinofilia dan limfadenopati.
  • Dapat menimbulkan hipotiroidisme maupun hipertiroidisme.
  • Apabila dikonsumsi dalam jangka panjang menimbulkan rasa logam pada bagian mulut, menimbulkan radang tenggorokan, pembengkakan, iritasi mata, mual, edema paru dan diare.

Cara Konsumsi

  • Silahkan mengikuti petunjuk maupun anjuran dokter pada saat ingin mengkonsumsi suplemen kalium ini.
  • Apabila Anda lupa mengkonsumsi suplemen kalium maka dapat segera meminumnya pada saat teringat. Anda tidak disarankan jika menggandakan dosis kalium di jadwal berikutnya sebagai pengganti dosis yang telah terlewatkan.
  • Hindari mengkonsumsi makanan bersamaan dengan iodin. Misalnya seperti kembang kol, brokoli, sawi, maupun sayuran yang masuk sebagai kategori cruciferous. Alasannya yaitu karena jenis sayuran ini bisa mengganggu kerja tiroid dalam menyerap zat ini.
  • Untuk menggunakan jangka panjang suplemen ini tidak dianjurkan. Alasannya yaitu karena apabila iodin terlalu banyak, maka bisa menimbulkan hipertiroid pada inhibisi umpan balik pada kelenjar tiroid.

Sebaiknya jangan mengkonsumsi bersama dengan obat-obatan tertentu yang dapat menimbulkan interaksi. Anda juga tidak disarankan apabila mengkonsumsi tembakau, alkohol, maupun obat-obatan tertentu. Untuk itu silahkan diskusikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi jenis obat ini.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis