fbpx

Pelajari Dosis dan Efek Samping Obat Paracetamol

Jun 2, 2020 | Obat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Jika mendengar paracetamol, mungkin Anda sudah tidak asing dengan obat ini. Paracetamol biasa digunakan untuk mengatasi demam, sakit punggung, sakit kepala, migrain, ketegangan otot, nyeri haid, sakit gigi, maupun sakit dan nyeri akibat pilek dan flu.

Paracetamol bekerja dengan meredakan rasa sakit dan menurunkan suhu tubuh yang tinggi sekitar 30 menit setelah dosis diminum. Efek dari obat ini biasanya berlangsung sekitar empat hingga enam jam.

Dosis Penggunaan Obat Paracetamol

Dosis penggunaan paracetamol berbeda-beda pada beberapa kelompok usia. Berikut penjelasan dosis penggunaan paracetamol.

  • Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: 500-1000 mg setiap 4-6 jam sekali dengan dosis maksimum 4000 mg dalam 24 jam.
  • Anak usia 1 bulan hingga 12 tahun: 15 mg per kg (berat badan), yang dapat dikonsumsi setiap empat hingga enam jam sekali, dengan tidak lebih dari empat dosis dalam 24 jam.

Jangan konsumsi paracetamol secara berlebihan karena dapat merusak organ hati yang mungkin bersifat permanen dan fatal.

Peringatan

Sebaiknya jangan minum parasetamol jika Anda memiliki beberapa kondisi ini:

  • Alergi terhadap parasetamol
  • Sedang minum obat parasetamol lainnya
  • Telah menggunakan dosis yang disarankan dalam periode 24 jam

Selain itu, berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum konsumsi parasetamol jika Anda memiliki:

  • Masalah kesehatan pada hati dan ginjal
  • Masalah kesehatan akibat alkohol
  • Berat badan yang terlalu kurus

Efek Samping Obat Paracetamol

Paracetamol dapat menimbulkan efek samping pada beberapa orang karena respon tubuh tiap orang yang mungkin berbeda. Berikut beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain reaksi alergi, termasuk ruam atau bengkak, dan kerusakan hati dan ginjal (bila diambil pada dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan).

Konsumsi Pracetamol pada Ibu Hamil dan Menyusui

Pada wanita hamil, paracetamol merupakan pilihan obat penghilang rasa sakit pertama. Karena paracetamol tidak memiliki efek buruk pada ibu dan bayi yang sedang dikandungnya. Meskipun begitu, konsumsi paracetamol ketika hamil perlu memastikan bahwa durasi pengobatan dilakukan sesingkat mungkin.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Lansoprazole: Kegunaan dan Cara Konsumsi yang Benar
Simvastatin, Obat yang Dapat Menurunkan Kolesterol
Berbagai Obat Kuat Alami untuk Pria yang Aman Digunakan
Serba Serbi Levofloxacin, Obat untuk Mengatasi Infeksi Bakteri
Apa itu Obat Amlodipine? Berikut Manfaat dan Efek Sampingnya

Pada ibu yang sedang menyusui, paracetamol juga dapat dijadikan obat penghilang rasa sakit paling pertama. Hal ini karena paracetamol muncul dalam jumlah yang sedikit dalam ASI, sehingga mungkin tidak akan membahayakan bayi. Sama dengan ibu hamil, konsumsi paracetamol saat menyusui, perlu memastikan bahwa durasi konsumsi dilakukan sesingkat mungkin.

Itulah beberapa informasi mengenai obat paracetamol. Unduk aplikasi Lifepack di Google Play Store dan App Store, dan dapatkan solusi tebus resep obat dengan mudah tanpa antri.

Referensi:

Paracetamol

Recommended paracetamol doses

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis