fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Nifedipine merupakan jenis obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi masalah darah tinggi atau hipertensi, selain itu obat ini juga umum digunakan untuk mengatasi angina. Selain mengatasi kedua masalah kesehatan tersebut, nifedipine juga dapat dikonsumsi dengan tujuan mengatasi fenomena Raynaud yakni sebuah kondisi yang timbul karena sirkulasi yang buruk pada area kaki serta tangan (Baca juga Inilah Daftar Makanan untuk Menjaga Jantung Tetap Sehat).

Informasi

Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat jumlah kalsium yang bergerak menuju sel pada organ jantung serta pada pembuluh darah. kondisi tersebut nantinya akan membuat pembuluh darah menjadi lebih lebar, sehingga suplai darah serta oksigen ke bagian sel otot termasuk pada bagian otot jantung dapat lebih lancar. Hal ini juga dapat membuat jantung memiliki kerja yang lebih ringan.

Dosis

Penggunaan dosis obat ini bisa berbeda pada setiap orangnya. Hal ini dapat disebabkan karena kondisi kesehatan pasien, usia maupun respon tubuh terhadap obat yang diberikan. Namun secara umum penggunaan dosis obat ini meliputi:

Jika Anda mengalami masalah hipertensi, maka dosis obat yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 5 mg sebagai dosis awal yang diminum 3 kali sehari. Sedangkan untuk dosis lanjutannya adalah 10 hingga 20 mg dengan jadwal penggunaan 3 kali sehari untuk bentuk immediate release. Untuk bentuk extended release, dosisnya adalah 10 hingga 40 mg yang diminum 2 kali per hari atau dosis 30 sampai 90 mg dengan jadwal minum satu kali sehari.

Sedangkan untuk kondisi angina, dosis obat yang digunakan untuk orang dewasa adalah 5 mg untuk dosis awal, diminum 3 kali sehari. Sedangkan untuk dosis lanjutannya adalah 10 hingga 20 mg yang diminum dengan jadwal 3 kali sehari. Untuk mengatasi sindrom Raynaud, dosis yang diberikan untuk usia dewasa adalah 5 hingga 20 mg yang dikonsumsi  dengan jadwal 3 kali sehari.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Interaksi obat bisa terjadi jika Anda menggunakan obat ini secara bersamaan dengan obat lainnya. Untuk menghindari resiko terjadinya interaksi, Anda harus memberi tahu dokter jika Anda sedang mengkonsumsi obat lain, baik obat dengan resep, suplemen, vitamin serta obat tanpa resep lainnya.

Ada beberapa obat yang dapat menimbulkan interaksi jika dikonsumsi secara bersamaan dengan obat ini, obat yang menimbulkan interaksi adalah fentanyl yang digunakan dengan nifedipine  selama pasien menjalani prosedur bedah maka dapat menyebabkan terjadinya hipotensi yang parah.

Penggunaan obat ini dengan obat antipsikotik secara bersamaan dapat menyebabkan efek berupa antihipertensi nifedipine menjadi lebih meningkat.

Selain Itu, kadar dari nifedipine yang ada pada darah pun dapat lebih tinggi jika pasien ternyata menggunakan obat lain seperti erythromycin, cimetidine, fluoxetine, atau sedang menggunakan obat antijamur yang masuk ke dalam golongan azole.

Oleh sebab itu, pastikan Anda memberitahu dokter mengenai obat lain yang sedang Anda konsumsi. Jangan pula mengkonsumsi obat dengan minuman beralkohol karena juga dapat menyebabkan interaksi. Beberapa makanan mungkin tidak disarankan untuk dikonsumsi secara bersamaan dengan obat ini. konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Kelompok Orang Berisiko

Selain dikarenakan adanya interaksi dengan obat lain, kontraindikasi pun dapat terjadi jika Anda memiliki penyakit tertentu. Pastikan untuk memberitahu dokter jika Anda memiliki penyakit lain. gunanya adalah untuk menghindari terjadinya kontraindikasi.

Efek Samping

Sama halnya dengan penggunaan obat pada umumnya, penggunaan obat ini pun memiliki efek samping yang bisa muncul setelah pasien mengkonsumsinya. Beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan obat ini meliputi, sakit kepala, tungkai menjadi bengkak, pusing, mual, perut mulas, batuk, napas menjadi sesak, nyeri pada dada, jantung menjadi berdebar, kram pada otot, kejang, biduran, gelisah serta gatal.

Efek samping tersebut tidak dialami oleh semua orang, namun ada pula orang yang mengalami efek samping diluar daftar tersebut. jika efek samping tidak membaik, maka segera konsultasikan kepada dokter. Jika Anda mengalami efek samping yang tergolong serius setelah mengkonsumsi obat ini, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Konsumsi

Cara mengkonsumsi obat ini adalah dengan mengikuti petunjuk yang telah dokter berikan, Anda juga bisa membaca aturan penggunaan obat yang benar pada kemasan obat tersebut. pastikan untuk tidak menggunakan dosis diluar aturan pakai. Jangan mengubah dosis obat tanpa seizin dokter sebelumnya. hal ini bisa menyebabkan efek samping menjadi meningkat, resiko efektivitas obat yang menurun serta overdosis.

Obat ini dapat dikonsumsi baik setelah maupun sebelum makan. konsumsi obat dengan cara menelannya secara utuh. Jangan menghancurkan obat atau mengunyah obat karena dapat mengurangi efektivitas obat tersebut.

Konsumsi obat secara teratur sesuai dengan jadwal konsumsi  yang sudah diberikan. Jika Anda lupa mengkonsumsi obat ini, Anda bisa mengkonsumsinya sesegera mungkin ketika Anda ingat. Atau jika jarak jadwal penggunaan obat terlalu dekat, Anda bisa mengkonsumsi obat dijadwal yang selanjutnya saja.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis