fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Limfadenopati merupakan suatu kondisi dimana kelenjar getah bening mengalami pembengkakan. Ada banyak kelenjar getah bening sekitar 600 yang tersebar di bagian-bagian tubuh manusia, seperti ketiak, dagu, belakang telinga, leher, pangkal paha, dan belakang kepala. Tetapi, hanya beberapa saja yang keberadaannya dapat dirasakan atau diraba di bawah kulit menggunakan tangan telanjang. 

Informasi

Ukuran kelenjar getah bening berbeda-beda, mulai dari sekecil ujung jarum hingga sebesar satu butir kacang merah matang. Pada dasarnya, kelenjar getah bening dapat bertambah besar. Namun, bertambahnya ukuran kelenjar getah bening memiliki batas normal. Ukuran normal setiap orang pun berbeda-beda tergantung dari usia, lokasi kelenjar getah bening, dan sistem kekebalan tubuh orang tersebut.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi membantu melawan virus atau bakteri berbahaya. Kelenjar ini mengandung sel-sel darah putih dan antibodi. Ketika tubuh terkena infeksi atau penyakit, maka produksi sel imun akan meningkat. Meningkatnya sel imun dalam kelenjar limfa menyebabkan limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening. Maka, membengkaknya kelenjar getah bening ini sebagai pertanda bahwa ada infeksi atau penyakit.

Gejala

Limfadenopati dapat muncul pada salah satu atau beberapa bagian tubuh. Dikatakan limfadenopati apabila pembesaran lebih dari 1 cm pada kelenjar limfa. Pembesaran dikategorikan menjadi dua yaitu:

  • Terlokasi, ada pada satu area tubuh
  • Umum, ada pada 2 atau lebih area tubuh

Gejala awal yang dirasakan ketika limfadenopati mulai mengalami pembesaran yaitu:

  • Nyeri saat menekan kelenjar yang membengkak
  • Kelenjar yang membengkak terasa hangat
  • Area sekitar kelenjar yang membengkak menjadi lebih peka
  • Kelenjar yang membengkak sangat besar berukuran sebesar kacang polong atau lebih

Setelah gejala awal tersebut, kemudian diikuti dengan gejala-gejala lainnya tergantung dari penyebabnya. Berikut ini adalah gejala lain yang dialami saat terjadi pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Batuk
  • Badan lemas
  • Menggigil dan berkeringat, terutama saat malam hari
  • Radang tenggorokan
  • Demam
  • Kulit memerah, bengkak, dan terasa hangat

Segera hubungi dokter apabila mengalami gejala diatas. Meskipun limfadenopati adalah kasus yang cukup umum, namun tidak boleh diabaikan. Sebab, dalam beberapa kasus, pembengkakan getah bening bisa menjadi tanda kanker getah bening limfoma Hodgkin atau non-Hodgkin.

Penyebab

Berikut ini adalah hal-hal yang memicu limfadenopati lebih parah.

  • Infeksi telinga
  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • HIV/AIDS
  • Infeksi gigi
  • Mononukleosis
  • Infeksi kulit
  • Radang tenggorokan
  • Gangguan sistem imun
  • Kanker
  • Penyakit menular seksual

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko penyakit limfadenopati diantaranya:

  • Interaksi dengan kucing
  • Makanan yang belum matang
  • Gigitan kutu
  • Tuberkulosis kelenjar
  • Transfusi darah
  • Penggunaan obat suntik
  • Pekerjaan tertentu
  • Bepergian ke area terinfeksi

Upayakan untuk menghindari faktor risiko di atas supaya tidak terkena limfadenopati.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat penyakit dan gejala yang muncul untuk awal diagnosis limfadenopati. Dokter juga akan melakukan sesi tanya jawab terkait kondisi yang diderita, sejak kapan pembengkakan kelenjar getah bening terjadi, dan lainnya. Kemudian, dilakukan pemeriksaan pengamatan ukuran dan tekstur benjolan. Lalu, prosedur medis berikut ini dapat dijalani untuk memastikan diagnosis pasien.

  • Tes darah untuk mengetahui kemungkinan terjadinya infeksi.
  • CT scan atau MRI ini untuk mendeteksi sumber infeksi dan tumor. Informasi riwayat alergi zat pewarna kontras sebelumnya sangat penting disampaikan kepada pihak medis.
  • Biopsi, yaitu pengambilan sampel kelenjar bening yang bermasalah untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • USB untuk mengamati gambar kelenjar limfa pada monitor
  • Rontgen dada untuk melihat fungsi paru-paru dan jantung

Pengobatan

Pada beberapa kasus, limfadenopati dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan dari dokter. Namun, jika limfadenopati cukup serius dan disebabkan oleh penyakit yang parah, maka pertolongan medis sangat dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa pilihan pengobatan pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Pengobatan antibiotik atau antivirus, untuk menghentikan infeksi bakteri dalam tubuh. Sebab, umumnya limfadenopati disebabkan oleh infeksi bakteri. Sedangkan bila penyebabnya adalah virus, diberikan obat untuk meringankan gejala.
  • Mengatasi penyebab untuk menyembuhkan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Perawatan kanker bila limfadenopati disebabkan oleh kanker. Jenis kanker yang diderita akan menentukan perawatan yang diambil, meliputi operasi, terapi radiasi, atau kemoterapi.

Anda juga bisa melakukan pengobatan limfadenopati di rumah dan menerapkan perubahan gaya hidup seperti:

  • Gunakan kompres hangat
  • Gunakan penawar rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, atau acetaminophen
  • Istirahat yang cukup, untuk membantu pemulihan dari penyebab pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kumur dengan air garam yang dilarutkan dalam air hangat, apabila pembengkakan terjadi di area leher, telinga, rahang, atau kepala. Berkumur selama 10-20 detik dan ulangi sebanyak 3-5 kali sehari

Pencegahan

Upaya pencegahan limfadenopati yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Mengatur pola makan untuk memperkuat sistem imun
  • Mengatur aktivitas untuk memperkuat sistem imun
  • Skrining untuk penggunaan obat intravena dan aktivitas seksual

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis