fbpx

Necrotizing Enterocolitis

Jul 3, 2020 | direktoriPenyakit, Informasi Kesehatan Penyakit dari Huruf N | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Necrotizing enterocolitis merupakan suatu kondisi peradangan pada organ usus halus atau usus besar yang bisa menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi dengan kelahiran prematur dan bayi berusia dua minggu. 

Awalnya, necrotizing enterocolitis hanya memengaruhi bagian dalam lapisan usus, namun dapat berkembang lebih luas ke bagian luar hingga membentuk lubang. Jika dibiarkan terjadi, maka bakteri yang normalnya berada dalam usus, akan keluar dari usus melalui lubang tersebut dan masuk ke rongga perut (peritoneum). Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya peritonitis.

Informasi

Beberapa anak dapat selamat dari kondisi necrotizing enterocolitis, namun akan memiliki masalah dengan sistem pencernaan, pertumbuhan, atau perkembangannya. 

Gejala

Anak yang memiliki necrotizing enterocolitis, akan menunjukkan gejala-gejala berikut ini.

  • Perut bengkak atau kembung
  • Sakit perut
  • Keluar darah pada feses
  • Diare
  • Muntah berwarna kehijauan
  • Nafsu makan menurun
  • Merasa lelah/ lemas
  • Perubahan suhu tubuh
  • Demam 
  • Tidak mau menyusu
  • Pernapasan, detak jantung, atau tekanan darah rendah atau lamban

Penyebab

Dokter masih belum meyakini apa penyebab necrotizing enterocolitis. Namun, diduga kondisi ini disebabkan oleh sistem imun dan pencernaan yang belum terbentuk sempurna saat masih dalam kandungan. Hal ini mungkin terjadi apabila bayi terlahir dalam kondisi prematur atau ada masalah selama kehamilan atau kelahiran.

Masalah dalam kelahiran ini seperti kekurangan oksigen saat persalinan yang sulit. Faktor tersebut diduga menjadi salah satu penyebab necrotizing enterocolitis. Usus akan melemah apabila kekurangan oksigen dan asupan darah, sehingga memungkinkan bakteri masuk ke usus dan menyebabkan kerusakan pada jaringan usus.

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko anak mengalami necrotizing enterocolitis (NEC) adalah:

  • Kelebihan sel darah merah dan ada masalah pada sistem pencernaan
  • Bayi lahir dalam kondisi prematur dan kondisi sistem organ belum sempurna terbentuk. Dalam kondisi prematur, bayi akan mengalami kesulitan dengan pencernaan, melawan infeksi, dan sirkulasi darah.
  • Pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir, sebab bayi yang mengonsumsi ASI jarang mengalaminya
  • Penyakit jantung kongenital
  • Asfiksia neonatal
  • Ruptur membran
  • Bayi mengalami transfusi penukaran darah atau sakit parah 

Diagnosis

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini.

  • Pemeriksaan fisik, untuk melihat ada tidaknya pembesaran pada perut bayi dan distensi (terasa keras)
  • Tes darah, untuk melihat jumlah sel darah putih dan sel keping darah (trombosit) bayi

Apabila jumlah trombosit pada bayi rendah, dipastikan karena digunakan untuk memperbaiki kerusakan jaringan, sedangkan apabila jumlah sel darah putih tinggi karena terjadi infeksi. Kriteria tersebut bisa menjadi tanda bahwa si kecil mengalami necrotizing enterocolitis.

  • Pemeriksaan feses bayi, untuk mengetahui ada tidaknya darah
  • Foto rontgen, untuk melihat tanda-tanda kebocoran usus
  • Pemeriksaan dengan memasukkan jarum ke rongga perut bayi. Tujuannya untuk memeriksa adanya cairan usus dalam rongga perut. Apabila ada cairan usus dalam rongga perut bayi, maka menguatkan diagnosis bahwa ada kebocoran usus atau terjadi necrotizing enterocolitis.

Pengobatan

Pengobatan necrotizing enterocolitis yang diberikan tergantung dari kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan, usia, riwayat medis, dan seberapa jauh infeksi ini menyebar. Berikut ini adalah beberapa hal yang akan dilakukan dokter sebagai pengobatan necrotizing enterocolitis.

  • Menghentikan pemberian ASI pada bayi
  • Memasukkan selang melalui hidung ke perut untuk mengeluarkan cairan dan membiarkan perut dalam kondisi kosong
  • Memasang infus untuk menjaga gizi tetap terpenuhi dan tubuh terhidrasi
  • Memberikan antibiotik untuk melawan infeksi
  • Melakukan rontgen berkala untuk memantau kondisi
  • Memberikan oksigen apabila perut membengkak atau pernapasan terganggu
  • Menjauhkan pasien dengan bayi lain untuk menghindari penyebaran necrotizing enterocolitis

Dalam lima hingga tujuh hari, biasanya infeksi akan hilang. Maka, pasien dapat kembali mendapatkan asupan ASI. Namun, apabila pasien tidak kunjung sembuh dengan perawatan diatas dan memiliki lubang di usus, akan dilakukan prosedur operasi. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat jaringan mati dan bagian usus yang pecah atau hampir pecah. Dokter juga akan membuat saluran pembuangan sementara pada dinding perut berupa kolostomi atau ileostomi, sambil menunggu waktu hingga peradangan pada usus membaik dan usus dapat disambung kembali.

Pencegahan

Penyebab necrotizing enterocolitis masih belum jelas. Sebagai upaya pencegahan, ibu dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi yang baru lahir supaya si kecil kebal terhadap segala infeksi. Cegah pula kelahiran prematur dengan menjaga berat badan tetap ideal dan mengonsumsi makanan sehat. Lakukan pula pemeriksaan kehamilan secara berkala dan detail untuk mengetahui perkembangan janin.

Segera hubungi dokter apabila bayi Anda mengalami gejala-gejala necrotizing enterocolitis diatas supaya tidak terjadi komplikasi. Beberapa komplikasi yang berpotensi menyerang bayi penderita necrotizing enterocolitis adalah:

  • Gangguan fungsi hati
  • Sindrom usus pendek karena area usus yang meradang luas, sehingga penyerapan nutrisi terganggu.
  • Penyempitan usus
  • Perforasi usus atau robeknya usus
  • Peritonitis
  • Sepsis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis