fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Kifosis adalah kelainan pada lengkungan tulang belakang sehingga punggung bagian atas terlihat membulat atau bengkok tidak normal. Umumnya, setiap tulang belakang melengkung kisaran 20-40 derajat. Namun, pada penderita kifosis, kelengkungan tulang belakang mencapai 50 derajat atau lebih. Inilah yang mengakibatkan seseorang menjadi bungkuk.

Informasi

Kifosis dapat terjadi pada usia berapapun, namun lebih sering ditemui pada wanita yang lebih tua. Penyakit ini menimbulkan sedikit permasalahan dan tidak perlu ditangani. Namun, jika kondisi ini berlanjut parah, kifosis dapat menyebabkan rasa nyeri dan gangguan pernapasan. Maka, perlu dilakukan prosedur bedah. Penanganan kifosis juga bergantung pada usia, penyebab lekukan, dan dampak dari lekukan tersebut. 

Jika berkaitan dengan usia, penyakit ini sering terjadi setelah osteoporosis melemahkan tulang belakang sehingga menyebabkan keretakan dan kompresi. Sedangkan jika pada anak-anak dan remaja, kifosis terjadi karena malformasi tulang belakang atau penjepitan tulang belakang seiring berjalannya waktu.

Gejala

Setiap penderita penyakit ini menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya kondisi ini ditandai dengan:

  1. Perbedaan tinggi antara bahu kanan dan kiri
  2. Perbedaan tinggi atau posisi tulang belikat
  3. Kepala lebih condong ke depan dibandingkan bagian tubuh yang lain
  4. Saat membungkuk, tinggi punggung atas tampak tidak normal
  5. Nyeri punggung dan kaku
  6. Otot belakang paha (otot hamstring) terasa kencang

Pada kondisi ringan, kifosis tidak menunjukkan adanya gejala.

Penyebab

Penyebab kelainan tulang kifosis karena tulang belakang bagian punggung atas mengalami perubahan bentuk atau deformitas. Deformitas ini terjadi karena berbagai masalah kesehatan, diantaranya:

  1. Osteoporosis, menyebabkan pengeroposan tulang dan kompresi sehingga terjadi fraktur. Kondisi ini terjadi pada orang dengan usia lanjut, terutama wanita, dan orang yang mengonsumsi kortikosteroid dosis tinggi dalam jangka panjang.
  2. Degenerasi diskus akan memperburuk kondisi kifosis
  3. Cacat bawaan sejak lahir, tulang tidak dapat terbentuk secara sempurna sehingga menyebabkan kifosis
  4. Adanya sindrom tertentu seperti sindrom Marfan atau Prader-Willi
  5. Kanker dan pengobatannya, terutama kanker pada tulang belakang karena dapat melemahkan organ tersebut dan rentan terhadap fraktur kompresi. Hal yang sama terjadi dengan kemoterapi dan terapi radiasi kanker.

Faktor Risiko

Penyakit ini terjadi pada siapa saja. Namun, faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kifosis.

  1. Usia
  2. Penyakit osteogenesis imperfecta
  3. Skoliosis
  4. Spina bifida
  5. Penyakit paget
  6. Neurofibromatosis
  7. Tuberkulosis
  8. Distrofi otot
  9. Fraktur kompresi
  10. Kanker dan pengobatannya
  11. Menurunnya kepadatan tulang
  12. Degenerasi bantalan sendi tulang belakang
  13. Kondisi medis lain
  14. Cedera tulang belakang

Diagnosis

Untuk diagnosis penyakit ini pada seseorang, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pertama, pemeriksaan fisik, berupa tinggi badan. Dokter akan meminta pasien untuk membungkukkan badannya ke depan sambil melihat posisi tulang belakang dari samping. Pada penderita kifosis, lekukan punggung bagian atas akan lebih tampak pada posisi ini. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan neurologis guna evaluasi refleks dan kekuatan otot. Kemudian, ada beberapa pemeriksaan penunjang berupa:

Pemeriksaan pencitraan

Pada pemeriksaan pencitraan akan dilakukan sinar X untuk melihat derajat kurvatura dan adanya deformitas pada tulang belakang. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan CT atau MRI bila dicurigai adanya tumor atau infeksi.

Pemeriksaan persarafan

Langkah ini dilakukan apabila pasien merasakan baal atau kelemahan otot guna menentukan kemampuan hantaran impuls saraf antara tulang belakang dan ekstremitas.

Uji kepadatan tulang

Pemeriksaan ini untuk melihat tingkat kepadatan tulang sehingga dapat segera dilakukan tindakan untuk mencegah kerapuhan tulang yang memperburuk kifosis.

Tes darah

Pemeriksaan sampel darah untuk menguji ada tidaknya infeksi, misalnya tuberkulosis.

Pengobatan

Kebanyakan kasus ini tidak memerlukan pengobatan karena disebabkan oleh postur tubuh yang salah. Maka, pengobatan yang bisa dilakukan penderita dengan memperbaiki postur tubuh melalui fisioterapi. Sedangkan, kifosis akibat kelainan tulang belakang diperlukan metode pengobatan tergantung beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat keparahan, dan fleksibilitas lengkungan tulang punggung.

Berikut ini adalah beberapa penanganan kifosis yang umum dilakukan oleh dokter.

  1. Resep obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen dan obat untuk osteoporosis
  2. Aktivitas peregangan bagi penderita kifosis untuk memperbaiki fleksibilitas dan meredakan nyeri tulang belakang
  3. Penyangga punggung bagi anak-anak supaya tulang belakang tidak semakin melengkung saat masa pertumbuhan
  4. Spinal fusion untuk kondisi kifosis parah, terutama yang menjepit saraf tulang belakang
  5. Senam untuk merawat tulang punggung yang bermasalah

Penanganan kifosis harus dilakukan dengan benar supaya tidak menimbulkan beberapa komplikasi seperti berikut:

  1. Gangguan pernapasan
  2. Gangguan pencernaan
  3. Gerak tubuh yang terbatas
  4. Penampilan tubuh yang tidak menarik

Pencegahan

Upaya pencegahan kifosis dapat disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Apabila kifosis disebabkan oleh osteoporosis maka dapat dicegah mengonsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin D. Anda juga harus rutin memeriksakan densitas tulang pada usia yang disarankan. Berat badan harus dijaga supaya tetap stabil dan hindari aktivitas fisik yang menyebabkan nyeri punggung.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis