fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Lensa kontak adalah alternatif bagi seseorang yang memiliki pandangan kabur atau tidak jelas, namun tidak ingin menggunakan kacamata. Lensa kontak juga kerap dipakai untuk mempercantik penampilan. Namun, tahukah Anda jika lensa mata berisiko menimbulkan infeksi mata? Penyakit yang mengancam mata akibat lensa kontak ini disebut keratitis acanthamoeba.

Informasi

Keratitis adalah suatu kondisi dimana kornea mata mengalami peradangan atau inflamasi. Hal ini dapat terjadi karena infeksi dari acanthamoeba. Acanthamoeba merupakan sejenis protozoa yang hidup bebas di air, tanah, dan udara. Parasit ini dapat dengan mudah menginfeksi mata dan menimbulkan peradangan pada kornea yang disebut keratitis. Hal ini sering terjadi pada seseorang yang sering menggunakan kontak lensa. Biasanya, kontak lensa yang penyimpanannya tidak bersih dan penggunaannya yang tidak tepat. 

Kondisi ini tidak boleh diabaikan dan harus ditangani dengan benar supaya keratitis tidak berkembang semakin parah dan memicu komplikasi. Beberapa komplikasi keratitis diantaranya radang kornea kambuhan atau kronis, pembengkakan dan pembentukan jaringan parut di kornea, luka pada kornea, penurunan kemampuan penglihatan, hingga kebutaan.

Gejala

Beberapa gejala infeksi mata acanthamoeba yang dialami oleh penderita adalah sebagai berikut.

  1. Nyeri hebat pada mata yang terinfeksi disertai bengkak, iritasi, dan memerah
  2. Produksi air mata yang berlebih disertai kotoran secara terus menerus
  3. Tidak bisa membuka mata
  4. Merasakan sensasi ada benda kecil di dalam mata
  5. Rasa silau yang berlebih saat berada diruangan yang terang ataupun ketika melihat cahaya
  6. Penurunan penglihatan secara tajam

Apabila merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter. Penanganan keratitis yang cepat dan tepat dapat menjauhkan Anda dari komplikasi lebih serius.

Penyebab

Keratitis merupakan peradangan pada bagian kornea mata karena infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit. Namun, penyebab paling umum karena cedera pada kornea. Cedera dapat terjadi karena pemakaian lensa kontak, goresan benda asing, dan kontaminasi zat kimia seperti saat berada di kolam renang. 

Faktor utama yang meningkatkan risiko keratitis adalah pemakaian lensa kontak yang kurang bersih, terlalu lama digunakan, dan akibat cairan pembersih lensa kontak yang telah terkontaminasi. Selain itu, penyebab keratitis adalah sebagai berikut.

  1. Kekurangan vitamin A (Baca juga Dampak Kekurangan Vitamin A bagi Tubuh)
  2. Mata kering
  3. Paparan sinar matahari yang intens
  4. Penyakit autoimun (Baca juga Mengenal Apa Itu Penyakit Autoimun)
  5. Trauma
  6. Toksisitas obat
  7. Alergi

Meskipun keratitis tidak menular, namun seseorang harus menjaga kebersihan, terutama tangan. Sebab, penularan dapat terjadi melalui tangan yang terkontaminasi kuman, kemudian memegang mata.

Faktor Risiko

keratitis-adalah

Ada beberapa faktor yang memicu timbulnya keratitis, diantaranya adalah:

  1. Sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya penderita HIV/AIDS
  2. Tinggal di tempat yang lembab dan hangat
  3. Penggunaan obat tetes mata yang berisi kortikosteroid. Zat tersebut memicu keratitis akibat infeksi dan memperparah keratitis yang telah diderita.
  4. Penggunaan lensa mata yang tidak bersih, terlalu lama, serta saat berenang.

Diagnosis

Infeksi mata ini sulit didiagnosis karena keratitis bisa disebabkan oleh virus atau bakteri lain. Namun, bukan berarti dokter tidak bisa melakukannya. Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala apa yang dialami pasien dan riwayat kesehatannya. Kemudian, dilakukan pemeriksaan lanjutan berikut ini.

  1. Pemeriksaan fisik, berupa pengecekan kondisi penglihatan dan struktur mata pasien. Pemeriksaan struktur mata bertujuan untuk mengetahui seberapa luas infeksi kornea yang terjadi dan pengaruhnya terhadap bagian bola mata lainnya.
  2. Pengambilan sampel cairan yang keluar dari mata untuk diperiksa. Tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui penyebab dari keratitis.
  3. Tes darah bagi pasien yang diduga mengalami keratitis karena menderita penyakit yang lain.

Pengobatan

Keratitis dapat diobati dan disembuhkan, dengan catatan penanganan harus cepat dan tepat. Semakin lama deteksi penyakit ini dilakukan, maka kecil kemungkinan penglihatan seseorang akan kembali sempurna. Pengobatan keratitis pun berbeda-beda pada setiap pasien tergantung penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi pasien secara menyeluruh.

Keratitis non infeksi akibat cedera ringan seperti tergores lensa kontak, biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika penyakit ini sangat mengganggu, segera temui dokter untuk mendapatkan obat dan pemakaian penutup mata hingga kondisinya membaik. Sedangkan keratitis akibat infeksi, akan membutuhkan obat-obatan seperti:

  1. Obat antivirus untuk mengatasi keratitis yang disebabkan oleh herpes simplex atau herpes zoster
  2. Obat antibiotik untuk mengatasi keratitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri
  3. Obat antijamur untuk mengatasi keratitis akibat infeksi jamur

Pencegahan

Keratitis acanthamoeba dapat dicegah dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini.

  1. Cuci tangan dan keringkan dengan kain bersih sebelum memegang lensa kontak
  2. Cuci lensa kontak dengan larutan pencuci khusus dan lakukan dengan benar.
  3. Sebelum berenang atau berendam dalam air panas, lepas lensa kontak terlebih dulu
  4. Ganti lensa kontak sesuai batas waktunya (sebelum kadaluarsa)
  5. Merawat lensa kontak dengan seksama dan rutin
  6. Hindari penggunaan obat tetes mata berisi kortikosteroid, kecuali atas saran dokter
  7. Jangan cuci lensa kontak dengan air keran atau air mineral.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis