fbpx

Kalium Klorida (KCl)

Okt 23, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf K | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Hipokalemia merupakan suatu kondisi ketika tubuh kekurangan kalium atau potasium. Biasanya tanda dari penyakit ini berupa diare atau mual dan muntah. Biasanya orang akan mengalami hipokalemia jika kadar kalium dalam darah nya lebih rendah daripada kadar normal yaitu dibawah 3,5 mEq/L. Untuk mencegah terjadinya hipokalemia, maka penting bagi Anda untuk memenuhi asupan kalium klorida atau potassium chloride (KCl). Baca juga Ingin Tahu Cara Menurunkan Kolesterol? Coba 10 Suplemen Ini.

Informasi

Kalium merupakan mineral yang sebenarnya tersedia dalam bahan-bahan alami yang mudah Anda temukan. Bahan-bahan alami tersebut seperti kacang-kacangan, kentang, brokoli, pisang, dada ayam, dan ikan.

Namun, Kalium klorida (KCl) juga tersedia dalam bentuk suplemen untuk mengatasi dan mencegah hipokalemia. Kalium klorida atau potassium chloride (KCl) merupakan mineral penting yang membantu ginjal, jantung, dan saraf bekerja dengan baik. Kalium klorida berperan dalam menjaga isotonisitas cairan intraseluler dan ekstraseluler, keseimbangan cairan, dan keseimbangan pH.

Kalium Klorida (KCl), potassium chloride
Untuk mencegah terjadinya hipokalemia, maka penting bagi Anda untuk memenuhi asupan kalium klorida atau potassium chloride (KCl).

Obat ini tersedia dalam bentuk oral seperti kapsul, tablet, dan serbuk, serta injeksi. Kalium klorida atau potassium chloride (KCl) merupakan obat resep yang tidak dapat digunakan secara bebas. Jika Anda mengalami kekurangan Kalium, biasanya dokter akan merekomendasikan tes untuk menegakkan diagnosis seperti tes darah, urine, dan EKG.

Dosis

Kalium Klorida Tablet

  1. Orang Dewasa : Penggunaan kalium klorida tablet pada orang dewasa biasanya diberikan dosis sebanyak 20 mEq/L satu kali sehari. Namun jika suplemen digunakan untuk pengobatan akibat kekurangan Kalium, suplemen ini diberikan dengan dosis 40-100 mEq per hari yang terbagi menjadi 2-5 kali dosis. Pemberian dosis maksimal kalium klorida adalah 20 mEq per satu kali minum, dan dosis maksimal 150 mEq per hari.
  2. Anak-Anak : Penggunaan suplemen kalium klorida pada anak-anak biasanya diberikan dosis harian sebanyak 1-3 mEq/kgBB per hari. Dosis maksimal yang dapat diberikan untuk mencegah terjadinya hipokalemia adalah 100 mEq per hari. 

Injeksi

  1. Orang Dewasa : Pemberian kalium klorida pada orang dewasa disesuaikan dengan kadar kalium dalam darah sesuai dengan hasil pemeriksaan EKG. Umumnya pemberian dosis sebanyak 10 mEq per jam. 

Kontraindikasi Obat

Interaksi Obat

Penggunaan kalium klorida (KCl) juga dapat menimbulkan kontraindikasi pada penggunaan bersamaan dengan obat-obatan lain atau kondisi kesehatan tertentu. Kalium klorida dapat menimbulkan kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain seperti amiloride, spironolactone, atropin, dan obat-obatan penghambat Angiotensin Converting Enzyme  (ACE Inhibitoris).

Kelompok Berisiko

Selain menimbulkan kontraindikasi jika suplemen kalium klorida (KCl) digunakan bersamaan obat-obatan lain, penggunaan suplemen ini pada kelompok berisiko seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan pasien dengan penyakit tertentu seperti gangguan hati, penyakit ginjal, dan penyakit jantung juga berisiko menimbulkan kontraindikasi.

Efek Samping

Meski jarang terjadi penggunaan suplemen kalium klorida juga dapat menimbulkan efek samping. Gejala efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan suplemen ini berupa : 

  1. Mual dan muntah
  2. Diare (Baca juga Diare: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan)
  3. Rasa sakit saat menelan
  4. Kembung
  5. Sakit perut

Gejala efek samping akibat penggunaan kalium klorida juga dapat memburuk. Segera periksakan diri Anda ke dokter atau ke pelayanan kesehatan jika anda mengalami gejala efek samping yang memburuk seperti :

  1. Detak jantung berdebar-debar
  2. Ruam
  3. Rasa nyeri pada dada
  4. Feses berwarna kehitaman atau disertai darah
  5. Gelisah

Cara Penggunaan

Sebelum mengkonsumsi obat ini pastikan bahwa anda memahami benar bagaimana cara cara mengonsumsinya dan dosis yang diperlukan. Jika Anda belum memahami betul, tanyakan kepada dokter atau apoteker. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa pengawasan dari dokter. 

Untuk mengonsumsi kalium klorida tablet berfilm dan kapsul sebaiknya jangan dihancurkan, dikunyah, atau dengan cara menghisap kapsul kalium klorida.Usahakan untuk menelan obat secara utuh. dr. Irma Lidia dari Tim Dokter Lifepack juga menyarankan untuk kalium klorida dalam bentuk tablet yang tidak berfilm dapat dilarutkan dalam setengah gelas air dan segera di konsumsi. Jika anda kesulitan untuk mengkonsumsi obat tersebut, minta apoteker untuk membuat obat lebih mudah dikonsumsi seperti tekstur bubuk dan lain-lain. 

Konsumsi suplemen kalium klorida setelah makan. Karena obat ini merupakan obat resep Maka jangan tambahkan atau kurangi dosis tanpa rekomendasi dokter. 

Itulah informasi mengenai kalium klorida (KCl), semoga bermanfaat!

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Ditulis oleh: Nada Karisma

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis