Infeksi Saluran Kencing atau Kemih

by | Jun 11, 2020 | penyakitI | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Infeksi saluran kemih atau disingkat dengan ISK merupakan kondisi saat organ yang masuk dalam sistem kemih yakni kandung kemih, uretra, ureter dan ginjal mengalami infeksi. Biasanya, infeksi saluran kemih terjadi di uretra dan kandung kemih. 

Informasi  

Jika dilihat dari bagian yang terinfeksi, infeksi saluran kencing atau kemih dibagi menjadi dua, yakni Infeksi Saluran Kemih atas dan Infeksi Saluran Kemih bawah. Untuk infeksi saluran kemih atas, infeksi ini terjadi di bagian ginjal dan ureter, namun untuk infeksi saluran kemih bagian bawah, terjadi di bagian kandung kemih dan uretra.

Bila dibandingkan antara keduanya, infeksi saluran kemih atas tentu saja lebih berbahaya karena bisa memicu urosepsis, yakni kondisi saat bakteri berada di ginjal yang terinfeksi menyebar hingga ke darah. Kondisi ini akan menyebabkan tekanan darah turun, syok bahkan kematian.

Gejala  

Gejala penyakit infeksi saluran kemih tergantung dari jenis infeksi yang dialami oleh penderita. Untuk infeksi saluran kemih bagian atas, gejala yang sering dirasakan seperti nyeri di punggung bawah, nyeri pinggang serta selangkangan. Nyeri dapat bertambah menjadi semakin buruk ketika berkemih, tak hanya itu gejala lain infeksi saluran kemih bagian atas seperti tubuh terasa dingin, demam, muntah dan diare.

Untuk infeksi saluran kemih, gejala yang sering muncul seperti:

  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Frekuensi BAK menjadi meningkat walaupun jumlah urine yang dikeluarkan lebih sedikit
  • Tak dapat menahan rasa ingin berkemih
  • Kantung kemih selalu terasa penuh padahal sudah selesai berkemih
  • Nyeri perut di bagian panggul bawah untuk wanita, sedangkan laki-laki nyeri pada rektum
  • Bau urine menjadi lebih menyengat
  • Badan menjadi terasa lemas

Penyebab  

Penyebab infeksi saluran kemih yang paling sering terjadi ialah infeksi bakteri E. Coli yang menyerang saluran kemih. Sebenarnya, bakteri ini hidup di pencernaan, namun dapat menginfeksi serta berkembang di saluran kemih.

Infeksi saluran kemih ini terjadi saat bakteri masuk di saluran kemih, pada wanita biasanya kondisi ini terjadi karena pembersihan daerah dubur sesudah buang air besar dengan tidak tepat. Tisu toilet dan tangan yang dipergunakan untuk membersihkan dubur bisa saja menyentuh lubang kencing dan membuat bakteri pindah ke saluran kemih. Bakteri yang ada di saluran kemih nantinya akan menimbulkan infeksi uretra, infeksi kandung kemih serta infeksi ginjal.

Faktor Resiko  

Bila dibandingkan dengan pria, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena infeksi saluran kemih. Hal tersebut disebabkan karena uretra wanita lebih pendek, sehingga bakteri akan semakin mudah mencapai kandung kemih. Selain itu ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko dari infeksi saluran kemih ini, seperti:

  • Pernah mengalami infeksi saluran kemih
  • Hamil
  • Menopause, dengan penurunan kadar estrogen sesudah menopause, kadar bakteri normal di vagina menjadi berubah
  • Lahir dengan kondisi kelainan saluran kemih
  • Penggunaan kateter untuk jangka panjang
  • Melakukan operasi di saluran kemih
  • Adanya sumbatan yang berada di saluran kemih contohnya seperti pembesaran kelenjar prostat atau batu ginjal. Kondisi seperti ini bisa membuat kandung kemih menjadi sulit kosong.

Diagnosis  

Diagnosis penyakit infeksi saluran kencing atau kemih bukan hanya melihat riwayat kesehatan yang dimiliki oleh pasien, nantinya dokter juga akan melakoni berbagai macam tes agar dapat mendiagnosis penyakit ini salah satunya ialah tes urine. Sampel urine akan dibawa ke lab sehingga bisa mendeteksi keberadaan sel darah putih pada urine.

Di kasus tertentu, tes urine juga akan diikuti dengan kultur urine agar bisa mendeteksi keberadaan bakteri dan jamur di alam urine. Kultur urine nantinya akan membantu dokter untuk menentukan organisme yang menjadi penyebab infeksi serta obat yang tepat. 

Jika pasien diduga menderita penyakit infeksi saluran kemih atas, dokter biasanya akan melakukan kultur darah sesudah tes urine, di sini dokter akan mengetahui apakah infeksi sudah menyebar di aliran darah atau belum. Untuk pasien yang sering kambuh, dokter biasanya menduga terdapat kelainan yang terjadi di saluran kemih.

Pengobatan  

Untuk mengobati masalah infeksi saluran kencing atau kemih, antibiotik bisa digunakan untuk membunuh bakteri-bakteri sehingga akan menuntaskan masalah infeksi saluran kemih. Namun, pastikan Anda menghabiskan seluruh antibiotik dari resep dokter, bahkan sesudah kondisi membaik. Menghilangkan bakteri yang berada di area saluran kemih menjadi penanganan yang penting.

Bila bakteri tidak dihilangkan dengan tuntas, bakteri bisa saja menginfeksi lagi serta menguatkan serangan bakteri dan terjadilah resistensi antibiotik. Selain mengkonsumsi antibiotik sesuai dengan resep dokter, Anda juga harus mengkonsumsi banyak air putih, sehingga bakteri menghilang dari saluran kemih.

Pencegahan  

Untuk mencegah penyakit infeksi saluran kemih, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti hindari menggunakan pewangi di area kewanitaan atau berbagai produk lain, selain itu konsumsi banyak air, bersihkan area kemaluan dengan teratur dari depan ke belakang, dan hindari tidak berganti celana dalam sampai berhari-hari.