fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Impetigo merupakan infeksi kulit menular yang banyak diderita oleh anak-anak serta bayi. Infeksi tersebut ditandai dengan adanya bercak merah serta lepuhan pada area kulit terutama pada bagian, tangan, wajah serta kaki.

Informasi

Meskipun Impetigo bukan kondisi yang serius namun penyakit ini sangat mudah untuk menyebar. Infeksi sendiri dapat terjadi pada area kulit yang sehat atau impetigo primer maupun dikarenakan kondisi lain atau impetigo sekunder.

Impetigo sendiri adalah kondisi dimana kulit terinfeksi oleh bakteri. Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan barang-barang perantara seperti handuk, peralatan makan atau baju yang telah terkontaminasi oleh bakteri. Selain itu, penularan juga dapat terjadi dengan adanya kontak langsung antara kulit dan kulit. Penyakit ini lebih umum dialami oleh anak-anak karena adanya interaksi fisik yang dilakukan dengan teman baik di sekolah maupun lingkungan luar lainnya.

Gejala

Gejala impetigo timbul berdasarkan jenis impetigo yang dialami. Kedua jenis impetigo yakni bulosa dan nonbulosa.

Gejala Impetigo Bulosa

  • Kulit melepuh berisi cairan dengan ukuran 1-2 cm
  • Timbulnya rasa gatal dan nyeri pada kulit yang melepuh
  • Kulit yang melepuh nantinya akan menyebar dan pecah dalam kurun beberapa hari
  • Adanya kerak berwarna kuning bekas kulit yang melepuh

Gejala Impetigo Nonbulosa

  • Timbul bercak merah menyerupai luka serta timbul rasa gatal
  • Bercak dapat menyebar secara cepat jika digaruk atau disentuh
  • Bercak nantinya akan berubah menjadi kerak dengan warna kecoklatan
  • Menimbul bekas berwarna kemerahan ketika kerak mengering

Penyebab

impetigo

Penyebab kondisi impetigo merupakan infeksi yang disebabkan karena bakteri. Bakteri tersebut dapat menular baik melalui kontak langsung maupun dengan perantara seperti handuk, pakaian atau barang lain yang telah digunakan penderita.

Penularan juga lebih rentan dialami jika seseorang memiliki luka terbuka seperti goresan. Luka inilah yang memudahkan bakteri masuk kedalam tubuh. Selain itu impetigo juga bisa disebabkan karena terjadi kelainan kulit lain seperti kudis atau eksim atopik. Impetigo lebih sering dialami oleh anak berusia 2-5 tahun, namun siapa saja bisa terkena impetigo.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang menyebabkan resiko impetigo menjadi lebih naik, diantaranya adalah:

  1. Anak-anak di rentan usia 2 sampai 5 tahun
  2. Sering berada di tempat yang ramai, contohnya di sekolah maupun pusat perawatan anak
  3. Lebih rentan dialami ketika suhu hangat serta cuaca yang lembab
  4. Terdapat luka kecil atau terdapat luka terbuka pada area kulit
  5. Menderita penyakit diabetes
  6. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya dikarenakan penyakit seperti HIV / AIDS
  7. Melakukan berbagai olahraga yang membutuhkan kontak antara kulit dengan kulit orang lain, seperti olahraga sepak bola maupun gulat (Baca juga 5 Cedera yang Kerap Dialami Pemain Sepak Bola)
  8. Tinggal di tempat yang lingkungannya padat penduduk

Diagnosis

Diagnosis yang dilakukan oleh dokter adalah dengan melakukan beberapa cara. Pada pemeriksaan awal, dokter akan menanyakan seputar gejala yang dirasakan pasien. Selain itu, dokter juga akan memeriksa kondisi maupun tanda yang tampak pada kulit seperti lepuhan maupun koreng yang muncul karena infeksi.

Untuk memastikan diagnosis, Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan berupa pengambilan sampel cairan yang berasal dari luka kulit. Pemeriksaan ini dimaksudkan guna mendeteksi jenis bakteri yang menjadi penyebab impetigo serta berguna untuk menentukan pengobatan yang paling tepat.

Jika memang dirasa perlu, nantinya dokter juga dapat melakukan pengambilan sampel jaringan kulit untuk diperiksa di laboratorium. Namun, pemeriksaan tersebut umumnya dilakukan jika dokter mencurigai adanya penyebab lain dari gejala yang dirasakan pasien.

Pengobatan

Pengobatan untuk kondisi impetigo dilakukan berdasarkan kondisi pasien. Untuk infeksi yang tergolong ringan, maka pengobatan yang umum dilakukan adalah dengan pemberian salep serta krim antibiotik yang hanya digunakan untuk area yang terinfeksi.

Sebelum mengoleskan salep maupun krim antibiotik tersebut, diharapkan untuk terlebih dahulu merendam bagian tubuh yang luka dengan menggunakan air hangat, atau bisa juga dengan cara kompres air hangat. Tujuannya adalah untuk melunakan koreng.

Namun, untuk kasus impetigo yang parah maka dokter akan memberikan obat tablet seperti antibiotik golongan sefalosporin atau obat clindamycin. Tablet antibiotik juga akan diberikan jika ternyata salep atau krim sudah tak efektif untuk menangani impetigo tersebut. Hal yang perlu diingat adalah untuk tidak sembarangn menghentikan konsumsi obat tanpa adanya izin dokter sekalipun kondisi sudah membaik. Hal ini bertujuan untuk mencegah impetigo kambuh kembali.

Pencegahan

Berikut beberapa cara bisa mencegah terjangkit impetigo:

  1. Rajin cuci tangan terutama setelah melakukan aktivitas di luar ruangan.
  2. Segera menutup luka terbuka guna mencegah masuknya bakteri.
  3. Potong dan selalu jaga kebersihan kuku (Baca juga Peran Zinc Dalam Menjaga Sistem Imun dan Kesehatan Kuku).
  4. Jangan menyentuh maupun menggaruk luka untuk menurunkan risiko penyebaran infeksi.
  5. Cuci pakaian serta bersihkan benda yang telah digunakan guna menghilangkan bakteri.
  6. Hindari berbagi penggunaan peralatan makan, pakaian serta handuk dengan penderita impetigo.
  7. Gantilah sprei, pakaian serta handuk yang digunakan penderita setiap hari hingga luka penderita tidak menularkan infeksinya.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis