fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Fentanyl adalah obat yang sering digunakan sebagai obat anestesi dan juga obat pereda nyeri yang skalanya sudah berat. Bahkan dalam proses operasi, obat ini juga digunakan untuk membius pasien. Yuk, simak ulasannya lebih mendalam di artikel berikut.

Informasi

Sebagai golongan analgesik, maka tidak heran jika Fentanyl adalah salah satu obat yang tergolong obat resep. Artinya, obat ini tidak bisa Anda beli dan Anda pakai tanpa anjuran dokter atau pengawasan petugas medis. Kegunaan fentanyl dalam bidang analgesik adalah dengan mengubah respon otak dan sistem saraf pusat akan rasa sakit pada tubuh.

Dosis

Sebagai obat resep dan bisa menyebabkan ketergantungan, maka pembatasan pemakaian per harinya sangat ketat dilakukan. Dosis hanya akan diberikan sesuai kebutuhan dan pemberlakuan pengawasan selama pemakaian pun juga akan disyaratkan demi keselamatan pasien itu sendiri.

Adapun untuk takaran dosis umumnya, jika digunakan untuk pereda nyeri, bisa memakai sekitar 50 – 100 mcg setiap 1 – 2 jam untuk usia dewasa. Untuk usia anak-anak, dosis yang bisa diberi adalah 0,5 – 2 mcg / kgBB / jam. Sementara untuk pembiusan, dosis untuk dewasa adalah 0,5 – 20 mcg / kgBB dan dosis anak-anak adalah 2 – 3 mcg / kgBB / jam. Tentunya, semua itu tergantung dari besar kecilnya operasi dan lama waktu operasi itu sendiri.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Beberapa obat tidak disarankan untuk dikonsumsi dengan obat ini. Sebut saja Amiodarone, Ritonavir, dan Clarithromycin serta Erythromycin yang bisa meningkatkan kadar Fentanyl di aliran darah Anda. Selain itu, ada juga obat dari golongan SSRI seperti Fluoxetine dan Escitalopram serta obat dari golongan SNRI seperti Duloxetine yang mana bisa menyebabkan resiko sindrom serotonin.

Kemudian, obat golongan lain yang juga dilarang bersamaan dikonsumsi dengan obat ini adalah obat penenang, obat bius, obat golongan phenobarbital, golongan amonium klorida, serta obat Chlorpromazine yang mana semuanya bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan.

Beberapa obat memang tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan Fentanyl. Salah satunya adalah Benzodiazepine yang bisa menyebabkan peningkatan efek samping dan penurunan efektifitas obat. Pemakaian berlebih pun juga tidak disarankan karena bisa mengancam nyawa. Anda juga perlu memberi tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, vitamin, atau suplemen untuk menghindari interkasi obat.

Kelompok Orang Berisiko

Beberapa orang yang tidak disarankan mengonsumsi obat ini adalah mereka yang pernah mengalami ketergantungan alkohol, mengalami gangguan emosi, serta mereka yang mengalami gangguan pada lambung, usus, dan kandung empedu.

Selain itu, bagi penderita psikosis, pankreatitis, obstruksi usus, serta radang usus, aritmia, dan hipertensi juga tidak disarankan menggunakan obat ini. Jika Anda baru saja menjalani operasi, misalnya operasi usus, operasi lambung, dan operasi saluran kemih juga sebaiknya hati-hati dan waspada dalam mengonsumsinya.

Tidak hanya itu saja, penderita penyakit seperti Addison, pembesaran prostat, hipotiroidisme, cedera kepala, striktur uretra, hingga kejang dan tumor otak juga masuk dalam kategori orang beresiko. Bahkan, mereka yang menderita penyakit paru kronis, obesitas, gangguan tulang belakang, dan gangguan hati serta ginjal juga sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri satu ini.

Karena obat ini adalah obat keras dengan efek samping yang tidak bisa dianggap remeh, maka pemakaiannya pada ibu hamil dan menyusui juga harus dalam pantauan dokter. Pasalnya, obat ini bisa menyebabkan keguguran jika kandungan Anda lemah. Selain itu, apabila dikonsumsi oleh oleh ibu menyusui, maka obat ini akan masuk diserap ke dalam ASI dan akan dimakan oleh si kecil. Itulah mengapa, kedua kondisi ini tidak diperkenankan mengonsumsinya.

Namun, dokter juga bisa membuat pengecualian. Obat ini bisa dikonsumsi dengan catatan akan mendatangkan lebih banyak manfaat daripada efek sampingnya, yakni misalnya lebih dapat menyelamatkan jiwa dibanding besarnya risiko keguguran.

Efek Samping

Ada risiko jika Anda mengonsumsi obat sejenis obat satu ini. Efek samping tersebut antara lain sesak napas, otot kaku, irama jantung melambat, hingga pusing dan gangguan penglihatan. Selain itu, mual, muntah, hingga berkeringat, gatal, dan tekanan darah tinggi juga tidak luput dari resiko yang mengintai Anda.

Jika Anda mengalami berbagai hal di atas, maka langkah tepat adalah langsung menemui dokter dan berkonsultasi terkait pemakaian obat ini. Jangan sekali-kali menghentikannya sendiri karena dosisnya bisa kacau dan tubuh Anda bisa mengalami efek buruknya.

Cara Konsumsi

Anjuran dokter dan aturan kemasan harus dipatuhi dalam penggunaannya. Jika Anda memakai obat ini dalam bentuk suntik, maka obat ini harus disuntikkan oleh dokter atau petugas medis. Jika Anda memakainya dalam bentuk transdermal, maka Anda harus menggantinya setiap 72 jam sekali dengan obat yang baru.

Demikian ulasan mengenai obat Fentanyl. Semoga ulasannya bermanfaat untuk Anda.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis