fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Asam salisilat atau juga dikenal sebagai acid salicyl adalah senyawa aktif yang paling banyak digunakan untuk mengatasi masalah pada kulit. Obat ini dapat dibeli secara bebas di apotek dalam bentuk obat oles. Obat oles asam salisilat bermanfaat untuk mengatasi ketombe, sebagai obat jerawat, mengatasi radang pada kulit serta gejala psoriasis. Obat ini bekerja sebagai eksfoliator untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk di kulit. 

Informasi

Obat asam salisilat dapat ditemukan secara bebas di apotek karena tergolong sebagai obat bebas dan juga obat resep. Obat ini termasuk salah satu jenis obat bebas yang sering diresepkan oleh dokter kulit untuk mengatasi masalah pada kulit. Senyawa aktif asam salisilat sendiri tergolong ke dalam keratolytic yang bekerja sebagai eksfoliator untuk mengeksfoliasi sel kulit mati agar kulit terasa lebih halus. 

Obat asam salisilat adalah obat yang dapat meredakan peradangan dan pembengkakan pada jerawat. Obat asam salisilat juga dapat membersihkan pori-pori kulit yang mengalami penyumbatan. 

Obat ini digunakan pada kulit luar serta tidak boleh mengenai bagian tubuh tertentu seperti selaput lendir di bagian hidung, mata, daerah selangkangan atau anogenital, mulut, dan juga kulit yang terbuka akibat pecah-pecah. Cara kerja asam salisilat adalah melembabkan kulit serta menghilangkan zat pada kulit yang menyebabkan sel kulit mati menempel. Pada akhirnya asam salisilat mampu membantu mengangkat sel kulit mati. 

Dosis

Dosis obat asam salisilat harus disesuaikan dengan kondisi kulit pasien, respons penderita terhadap obat asam salisilat, serta sediaan obat. Jika dilihat dari masalah pada kulit yang harus diatasi, berikut adalah pembagian dosisnya:

Mengatasi Jerawat

Untuk mengatasi jerawat, maka dosis obat dengan kandungan asam salisilat yang harus digunakan adalah sebanyak 0,5% hingga 2%. Gunakan sebanyak 1 hingga 3 kali satu hari.

Mengatasi Kapalan dan Kutil

Untuk mengatasi kapalan dan kutil, oleskan obat dengan kandungan asam salisilat selama 2 hari atau 48 jam jika menggunakan obat dengan sediaan asam salisilat sebanyak 12 sampai 40%. Sementara jika obat yang digunakan mengandung sediaan asam salisilat sebanyak 5 hingga 17% dengan tambahan colodion, maka penggunaan hanya secukupnya saja sampai kapalan dan kutil mengering. 

Kontraindikasi 

Interaksi dengan Obat Lain

  1. Sebaiknya hindari penggunaan obat dengan kandungan asam salisilat bersamaan dengan penggunaan sabun pembersih. Hindari pula penggunaan bersamaan dengan cairan beralkohol, ataupun pembersih jerawat yang memiliki efek mengelupas kulit
  2. Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan obat asam salisilat apabila Anda memiliki alergi terhadap obat golongan anti inflamasi non steroid NSAIDs.
  3. Hindari penggunaan obat asam salisilat untuk anak dengan usia di bawah dua tahun. Penggunaan untuk anak-anak tanpa resep dari dokter berisiko membuat kulit menjadi iritasi atau luka. 

Kelompok Orang Berisiko

Ada beberapa kelompok orang dengan risiko tinggi jika menggunakan obat asam salisilat. Untuk itu, orang dengan kelompok ini sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dulu.

  • Wanita yang tengah hamil
  • Pasien diabetes
  • Memiliki riwayat alergi terhadap asam salisilat maupun alergi terhadap obat ibuprofen, aspirin atau obat yang bekerja sebagai antiradang non steroid.
  • Memiliki iritasi dan infeksi pada kulit
  • Orang tua yang memiliki gangguan pada sirkulasi darah 

Mereka yang tengah dalam persiapan untuk menjalani operasi pengangkatan kutil tidak disarankan untuk menggunakan obat asam salisilat. 

Efek Samping

Efek samping dari penggunaan obat asam salisilat sendiri sebenarnya jarang muncul. Namun pada kasus tertentu, konsumsi obat asam salisilat dapat menimbulkan masalah seperti rasa terbakar di bagian kulit. Kulit yang diolesi oleh obat asam salisilat pun biasa akan berubah warna menjadi kemerahan serta kulit mengelupas. 

Apabila efek samping ini yang muncul, maka Anda tidak membutuhkan pertolongan medis karena biasanya bisa menghilang sendiri. Namun pada kondisi tertentu apabila efek samping yang muncul semakin serius seperti ini:

  • Munculnya tanda terjadinya infeksi seperti berdarah, keluar nanah dan cairan
  • Timbul iritasi atau luka
  • Muncul warna kemerahan di sekitar kulit yang dirawat

Cara Konsumsi

Penggunaan obat dengan asam salisilat yang benar adalah mengikuti petunjuk dan anjuran dokter ataupun kemasan obat. Jangan mencoba untuk sembarangan menambahkan dosis maupun memperlama penggunaan obat jika masalah tidak kunjung sembuh. Pengolesan obat dengan kandungan asam salisilat hanya pada kulit yang terdapat masalah. 

Anda harus segera mencuci mata, mulut, atau hidung apabila obat dengan asam salisilat tidak sengaja terkena bagian tersebut. Cuci menggunakan air bersih dengan durasi selama 15 menit. Tangan juga harus segera dicuci bersih setelah digunakan untuk mengoleskan produk obat.

Patut dipahami bahwa obat dengan kandungan asam salisilat tidak diperbolehkan dioleskan pada bagian kulit terbuka karena luka. Sebaiknya gunakan asam salisilat secara rutin sesuai dengan anjuran dokter ataupun panduan di kotak obat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis