fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Kejang bisa Anda alami jika memiliki gangguan penyakit epilepsi atau ayan. Kejang juga bisa muncul akibat terjadi reaksi tertentu pada tubuh Anda, entah karena terjadi pendarahan, konsumsi makanan atau penggunaan obat yang kurang tepat. Untuk mengatasi timbulnya kejang, Anda biasanya diberikan resep untuk mengonsumsi Fenitoin Natrium (Baca juga Mengenal Seluk Beluk Serangan Jantung).

Informasi

Fenitoin Natrium berfungsi sebagai obat untuk mencegah dan mengontrol kejang atau dalam istilah medis disebut antikonvulsan atau obat antiepilepsi. Cara kerja obat ini yaitu dengan mengurangi penyebaran aktivitas kejang di otak. Selain obat antiepilepsi, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati beberapa jenis denyut jantung tidak teratur. 

fenitoin natrium
Kejang bisa terjadi jika memiliki gangguan penyakit epilepsi. Untuk mengatasinya, biasanya diberi resep untuk mengonsumsi Fenitoin Natrium.

Obat ini tersedia dalam empat bentuk. Ada yang berbentuk kapsul dengan dosis per kapsulnya 30 mg, 100 mg, 200 mg, dan 300 mg yang bisa dikonsumsi secara oral. 

Ada juga yang berbentuk larutan dengan dosis 50 mg / mL yang digunakan dengan cara injeksi. Selain itu ada yang berbentuk suspensi dengan dosis 125 mg / 5 mL (237 mL) dan 125 mg / 5 ml (4 mL, 237 mL) yang mirip sirup dan bisa dikonsumsi secara oral. Dan terakhir berbentuk tablet kunyah  50 mg.

Dosis

Tiap pemakaian untuk kondisi tertentu memiliki dosis dan bentuk obat yang berbeda.  Pada pemakaian dewasa untuk kejang diberikan loading dose (kecuali suspensi) 1 g per oral dibagi dalam 3 dosis (400 mg, 300 mg, 300 mg) diberikan pada interval 2 jam.

Untuk pengobatan aritmia, pada pasien dewasa diberi dosis 1,25 mg / kg IV setiap 5 menit, dengan pengulangan hingga loading dose 15 mg / kg, atau 250 mg secara oral 4 kali sehari selama 1 hari, kemudian 250 mg dua kali sehari selama 2 hari. Sedangkan dosis untuk pemeliharaan 300-400 mg / hari secara oral dalam dosis terbagi 1-4 kali sehari.

Pemakaian pada dewasa untuk pengobatan epilepsi memiliki dosis 10 sampai 15 mg / kg dengan pemberian IV lambat (pada tingkat yang tidak lebih dari 50 mg / menit). Untuk dosis pemeliharaan memakai 100 mg secara oral atau IV setiap 6 sampai 8 jam

Untuk pengobatan aritmia, pada anak usia 1 – 6 tahun diberi dosis 1,25 mg / kg IV setiap 5 menit, dan dapat mengulang hingga dosis muatan 15 mg / kg. Sedangkan untuk anak usia di atas 6 tahun diberi dosis 5 sampai 10 mg / kg / hari secara oral atau IV dalam 2 sampai 3 dosis terbagi.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Fenitoin Natrium tidak boleh digunakan bersamaan dengan Amifampridine, Artemether, Atazanavir, Boceprevir, Daclatasvir, Delamanid, Delavirdine, Lurasidone, Maraviroc, Piperaquine, Praziquantel, Ranolazine, Rilpivirine, dan Telaprevir.

Penggunaan obat ini bersamaan dengan Dabigatran juga tidak dianjurkan, namun bisa digunakan dengan dosis kecil sesuai resep dokter. Sedangkan penggunaan bersama dengan obat Acetaminophen, Bexarotene, Dexamethasone, Methoxsalen, dan Piperine dapat meningkatkan risiko efek samping. 

Kelompok Orang Berisiko

Anda tidak disarankan mengonsumsi obat ini jika memiliki masalah darah. Juga tidak diperkenankan bagi penderita diabetes, gagal jantung, hipotensi, limfadenopati, porphyria, hingga gangguan ginjal. Ibu hamil dan menyusui juga tidak dianjurkan. 

Efek Samping

Segera dapatkan bantuan medis darurat jika muncul reaksi alergi, seperti mual, muntah, berkeringat, gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau merasa seperti Anda akan pingsan. Anda juga perlu konsultasi ke dokter muncul gejala baru atau semakin memburuk. 

Penggunaan bersamaan obat lain bisa memunculkan efek samping seperti, perubahan suasana hati atau perilaku, depresi, kecemasan, atau jika Anda merasa gelisah, mudah tersinggung, gelisah, hiperaktif (mental atau fisik), atau memiliki pikiran tentang bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Segera hubungi dokter jika terjadi reaksi alergi parah disertai demam, hingga muncul ruam – ruam dengan area yang luas. Obat ini akan memunculkan efek samping yang ringan seperti bicara cadel, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, gusi bengkak atau terasa lembut, pusing, masalah kegugupan, atau masalah tidur (insomnia).

Cara Konsumsi

Sebaiknya baca terlebih dahulu petunjuk penggunaan obat dan ikuti resep dokter dalam penggunaan obat ini. Pastikan Anda mengikuti dosis yang dianjurkan supaya tidak muncul efek samping. Biasanya konsumsi obat ini 2 atau 3 kali sehari, atau seperti yang diarahkan oleh dokter.  Konsumsilah obat ini setelah makan dengan segelas penuh air kecuali dokter Anda mengarahkan Anda sebaliknya.

Konsumsilah obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat paling banyak. Minumlah obat sesuai dosis tepat waktu untuk menjaga jumlah obat dalam tubuh Anda pada tingkat yang konstan. Konsumsilah obat ini pada waktu yang sama setiap hari.

Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi Fenitoin Natrium bersamaan dengan produk yang mengandung kalsium (misalnya antasida, suplemen kalsium) dan produk gizi tabung-makanan (enteral), karena dapat menurunkan penyerapan Fenitoin Natrium. Anda bisa mengonsumsi produk nutrisi terpisah cair setidaknya 1 jam sebelum dan 1 jam setelah konsumsi dosis Fenitoin Natrium Anda, atau seperti yang diarahkan oleh dokter.

Ketika ingin berhenti konsumsi obat, konsultasikan dengan dokter, supaya tidak memperburuk terjadinya kejang. Ketika akan berhenti konsumsi, Anda bisa menurunkan dosis secara bertahap. Apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik, segera pergi ke dokter.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis