fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Zat besi atau Fe merupakan salah satu mineral yang memiliki fungsi penting dalam pembentukan hemoglobin yang ada pada sel darah merah. Hemoglobin unu sendiri memiliki tugas untuk mengalirkan maupun mengikat oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Orang yang mengalami kekurangan zat besi di dalam tubuh dapat mengalami anemia defisiensi besi. Penderita juga akan merasakan beberapa gejala yang timbul diantaranya, merasa lebih lelah, nafas terasa sesak, kepala terasa sakit serta denyut jantung pun menjadi meningkat. Keluhan seperti ini dapat terjadi karena kondisi pasokan oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh kurang.

Informasi

Sebenarnya, kebutuhan zat besi ini sendiri dapat dipenuhi dari mengkonsumsi makanan. beberapa makanan yang memiliki kandungan zat besi diantaranya adalah:

  1. Kacang-kacangan
  2. Daging merah tanpa adanya lemak
  3. Hati ayam serta hati sapi
  4. Kacang serta susu kedelai
  5. Tahu
  6. Tempe
  7. Beras merah
  8. Bayam atau sayuran hijau lainnya

Namun, jika memang asupan zat besi yang berasal dari makanan tersebut belum cukup, maka akan dibutuhkan suplemen guna memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi ini. oleh sebab itu, suplemen zat besi tersebut biasanya digunakan sebagai suplemen yang berguna untuk mengatasi anemia atau kekurangan darah yang diakibatkan karena zat besi yang tidak tercukupi.

Dosis

Dosis dari zat besi atau Fe ini diberikan berdasarkan usia maupun tujuan penggunaan suplemen tersebut. jika memang bertujuan untuk mengatasi kondisi defisiensi besi, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan kadar zat besi terlebih dahulu. Pemeriksaan ini juga perlu dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dari terapi yang sudah dijalani.

Untuk orang dewasa yang memiliki kondisi anemia akibat defisiensi besi, maka dosis yang diperlukan adalah 100 sampai 200 mg dalam bentuk besi elemental. Dosis tersebut diminum dua kali sehari. Sedangkan dosis yang diberikan dengan tujuan mencegah terjadinya anemia karena defisiensi besi maka dosisnya adalah 60 mg dengan jadwal minum sekali sehari.

Pada anak-anak dengan kondisi anemia defisiensi besi, maka dosis yang akan diberikan berada pada kisaran 3 sampai 6 mg/kgBB untuk perharinya yang dibagi kedalam 3 kali pemakaian yakni setiap rentan waktu 8 jam.

Sedangkan untuk mencegah timbulnya anemia defisiensi besi yang dialami oleh anak, maka dosis yang diberikan akan disesuaikan berdasarkan berat badan serta usia anak tersebut.

Kontraindikasi

fe-zat-besi

Kontraindikasi dapat menyebabkan risiko efek samping Fe menjadi meningkat. Selain itu, kontraindikasi juga dapat mengubah cara kerja obat atau bahkan membuat efek obat menjadi kurang maksimal. Kontraindikasi sendiri bisa disebabkan karena interaksi dengan obat lain maupun kelompok orang berisiko.

Interaksi dengan Obat Lain

Beberapa penggunaan jenis obat lebih baik tidak dikonsumsi secara bersamaan dengan suplemen Fe atau zat besi ini. hal ini dikarenakan penggunaan obat dalam kurun waktu yang sama tersebut dapat mempengaruhi efektivitas obat tersebut. berikut beberapa obat yang tidak disarankan untuk dikonsumsi bersama dengan suplemen zat besi, diantaranya:

  1. Obat golongan tetracycline jika dikonsumsi bersama dengan suplemen Fe maka akan membuat efek antibiotic berkurang.
  2. Obat yang masuk dalam golongan kuinolon, contohnya ciprofloxacin.
  3. Interaksi obat juga bisa mengurangi efek dari bifosfat
  4. Levodopa, penicillamine serta methyldopa yang dikonsumsi bersama suplemen zat besi dapat menyebabkan efek obat menjadi berkurang
  5. Penggunaan suplemen zat besi dengan levothyroxine dapat menyebabkan efek levothyroxine menjadi berkurang
  6. Jika digunakan bersama kloramfenikol, maka efek zat besi menjadi lebih berkurang.

Selain karena obat lain, interaksi obat juga bisa timbul jika Anda mengkonsumsi suplemen ini dengan minuman atau makanan tertentu. Makanan dan minuman tersebut dapat membuat penyerapan zat besi oleh tubuh menjadi lebih berkurang. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter seputar obat yang sedang dikonsumsi dan makanan apa yang seharusnya dihindari.

Kelompok Orang Berisiko

Kontraindikasi juga bisa terjadi karena kelompok orang beresiko. Pastikan untuk memberi tahu dokter tentang penyakit yang sedang Anda alami atau riwayat penyakit Anda sebelumnya. hal ini sangat penting guna mencegah resiko terjadinya kontraindikasi.

Efek Samping

Sama seperti penggunaan obat umumnya, penggunaan suplemen yang satu ini juga dapat menimbulkan efek samping. Berikut beberapa efek samping yang disebabkan karena mengkonsumsi suplemen zat besi, diantaranya:

  1. Mual
  2. Kram atau sakit  pada bagian perut.
  3. Sembelit atau konstipasi
  4. Diare
  5. Warna tinja menjadi lebih gelap

Meskipun dapat dikatakan jarang terjadi, namun Anda perlu mewaspadai overdosis yang bisa dialami oleh anak. Gejalanya berupa:

  1. Muntah berat.
  2. Kulit serta kuku menjadi pucat atau menjadi kebiruan.

Cara Konsumsi

Bentuk suplemen ini terbagi menjadi tiga yakni tablet, sirup serta kapsul. Pastikan untuk mengikuti cara konsumsi berdasarkan petunjuk yang ada pada kemasan atau bisa mengikuti petunjuk dokter. Suplemen yang satu ini akan lebih mudah diserap aliran darah jika Anda meminumnya 1 jam sebelum jadwal makan Anda. Atau mengkonsumsi obat ketika perut kosong.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis