fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Informasi

Etoricoxib adalah obat untuk meredakan nyeri dan pembengkakan pada penderita rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, osteoarthritis, dan radang sendi pada penderita asam urat (Baca juga 7 Suplemen untuk Mengatasi Asam Urat). Selain itu obat ini juga untuk mengobati nyeri setelah operasi gigi. Obat ini termasuk dalam kategori obat untuk penghambat COX-2 selektif dan antiinflamasi non-steroid (OAINS). Salah satu merek obat ini adalah Arcoxia, Orinox, Coxiron, Etorvel. Etoricoxib adalah jenis obat dalam pengawasan dokter, jadi dalam membeli obat tersebut harus menggunakan resep dokter.

Dosis

Dokter memberikan pasien obat etoricoxib berdasarkan kondisi medis masing-masing individu. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi setiap individu berdasarkan kondisi masing -masing pasien. Dokter akan melakukan penyesuaian pemberian dosis pada pasien setelah sebelumnya menganalisis pasien tersebut. Pemberian dosis akan diberikan setelah sebelumnya dokter menganalisis kondisi pasien secara menyeluruh agar tidak terjadi kesalahan

Kontraindikasi

etoricoxib

Pada saat memeriksakan diri pada dokter. Beritahukan riwayat penyakit sebelumnya pada dokter agar dokter tepat dalam mendiagnosa dengan tepat. Karena akan berakibat fatal jika pasien kurang bekerja sama memberikan info detail pada dokter. Terutama jika pasien memiliki riwayat penyakit atau gangguan pada kondisi sebagai berikut yang cukup menjadi perhatian. Berikut kontraindikasi yang dapat disebabkan sebagai berikut.

Gangguan Hati Mulai yang Ringan Hingga yang Sedang

Gangguan hati harus disampaikan ke dokter karena akan berpengaruh pada pemberian obat, agar obat tersebut tidak membahayakan pasien dengan riwayat gangguan hati. Adapun hal hal ini terjadi karena obat etoricoxib ini termasuk obat dalam pengawasan dokter penggunaannya dan tidak boleh digunakan bebas tanpa resep dokter.

Hipertensi atau Darah Tinggi

Penderita hipertensi harus menyampaikan ke dokter agar pemberian obat tidak menghambat penyembuhan pada pasien hipertensi. Biasanya obat untuk untuk pasien hipertensi juga termasuk dosis tinggi yang tidak boleh dengan mudah dicampur dengan obat lain tanpa pengawasan khusus dari dokter langsung.

Gagal Jantung 

Gagal jantung adalah kondisi pasien tidak bisa membersihkan darah yang ada di dalam tubuhnya. Untuk itu pemberian obat etoricoxib harus sesuai takaran. Untuk itu pasien gagal jantung harus menyampaikan ke dokter agar mendapatkan pengecualian dan dokter dapat bertindak tepat pada pasien. 

 Kehamilan Baik Trimester Awal, Tengah, maupun Akhir

Kehamilan sangat rentan, untuk itu akan lebih aman jika tidak mengkonsumsi obat-obat yang belum tentu kandungannya aman untuk ibu dan janin. Kondisi hamil harus selalu konsultasi pada dokter dalam mengkonsumsi obat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kondisi hamil tentu memperhitungkan kondisi janin yang ada di dalam kandungan, untuk itu ada pantau khusus ibu hamil.

Interaksi dengan Obat Lain

Interaksi dengan obat lain mungkin akan terjadi jika obat dikonsumsi secara bersamaan dengan obat ini. Solusinya jika ingin dikonsumsi bersamaan, konsultasi pada dokter terlebih dahulu, dokter mungkin akan mengganti dosis obat, jika memang dibutuhkan digunakan secara bersamaan. Adapun obat etoricoxib dikonsumsi dengan obat lain dapat menyebabkan beberapa interaksi, diantaranya sebagai berikut.

  1. Inhibitor ACE, antagonis angiotensin II, dan diuretic dapat berkurang
  2. Kadar lithium plasma darah dapat ditingkatkan
  3. Kadar etoricoxib plasma darah dengan rifampisin berkurang
  4. Kadar etinilestradiol serum ditingkatkan

Kelompok Orang Berisiko

Pemberian obat etoricoxib dikontraindikasikan pada orang yang beresiko . Seperti halnya berikut.

  1. Hipertensi tidak terkontrol pada pasien
  2. Perdarahan gastrointestinal aktif pada penderita
  3. Gagal jantung dengan skala sedang sampai berat
  4. Penyakit jantung iskemik pada pasien
  5. Penyakit serebrovaskular pada pasien
  6. Gangguan fungsi ginjal dan hati pada pasien
  7. Ibu pada masa menyusui anaknya
  8. Penggunaan anak di bawah 16 tahun

Efek Samping

Obat etoricoxib memiliki efek samping tidak boleh digunakan dalam jangka waktu panjang, karena berisiko pada serangan jantung dan stroke, terutama pada penggunaan rentan waktu dan dengan dosis tinggi. Efek samping pada pemakaian etoricoxib yang berlebihan, yakni: pusing, sakit kepala, sembelit, diare, mual, muntah, perut kembung, dan edema. Jika efek samping tersebut semakin memburuk, disarankan segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Cara Konsumsi

Etoricoxib dikonsumsi sebelum dan sesudah makan dapat memilih sesuai keinginan dan usahakan untuk mengonsumsinya pada waktu yang sama setiap harinya. Bentuk tablet berbentuk salut selaput, dapat ditelan satu tablet secara utuh, sebaiknya jangan dihancurkan atau dibelah.  Disarankan untuk melakukannya jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya jika lupa mengkonsumsi dan terlalu dekat waktunya. Jika jarak konsumsi terlalu dekat abaikan jadwal tersebut.

Sebaiknya untuk menjaga kualitas produk segera meminum obat jika sudah dibuka kemasannya. Cara mengkonsumsi obat ini dengan cara oral atau dengan cara diminum dengan ketentuan.

  1. Dewasa mengkonsumsi 90 mg sekali sehari
  2. Anak-anak usia lebih dari 16 tahun dikontraindikasikan 

Demikian mengenai Etoricoxib, tetap bijak dalam mengkosumsi dan pastikan dalam pengawasan dokter atau apoteker terpercaya. Salam sehat. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis