fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Escitalopram merupakan jenis obat yang digunakan untuk mengatasi depresi dan kecemasan. Escitalopram tersedia dalam merek obat Lexapro dan generik. Obat generik, biasanya jauh lebih murah. Untuk memastikan apakah obat generik ini efektif untuk Anda, sebaiknya tanyakanlah dulu pada dokter sebelum mengonsumsinya. Satu lagi, Escitalopram tersedia dalam bentuk obat minum yang bisa dilarutkan.

Informasi

Escitalopram bekerja dengan cara membantu mengembalikan keseimbangan zat tertentu, yaitu serotonin dalam otak. Obat ini termasuk dalam kelas obat selective serotonin reuptake inhibitors atau SSRI. Selain mengatasi depresi dan kecemasan, Escitalopram juga mungkin akan meningkatkan level energi, mood yang baik, dan mengurangi rasa gugup.

Manfaat lain Escitalopram, diantaranya kelainan mental/mood lainnya (obsesif-kompulsif, gangguan panik) serta kulit memerah dan panas saat menopause. Sebaiknya, gunakan obat ini sesuai kondisi yang tercatat pada kemasan obat dan telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan lain Escitalopram yang tidak tercantum dalam label harus berdasarkan resep penyedia layanan kesehatan profesional.

Dosis

Penggunaan Escitalopram, biasanya dosis yang diberikan pada setiap pasien berbeda-beda.

Dosis Escitalopram untuk orang dewasa

  1. Kelainan kecemasan umum dan depresi
  • Dosis awal: 10 mg secara oral diminum 1x sehari, dosis bisa ditingkatkan hingga 20 mg 1x sehari setelah 1 minggu pengobatan
  • Dosis lanjutan: 10-20 mg secara oral diminum 1x sehari
  • Dosis maksimal: 20 mg secara oral diminum 1x sehari

Dosis Escitalopram untuk anak-anak

  1. Depresi, usia anak 12-17 tahun
  • Dosis awal: 10 mg oral 1x sehari, pengobatan bisa ditingkatkan hingga 20 mg 1x sehari setelah 3 minggu
  • Dosis lanjutan: 10-20 mg oral 1x sehari
  • Dosis maksimal: 20 mg oral 1x sehari

Kontraindikasi

escitalopram

Sebelum menggunakan obat Escitalopram, beritahu dokter apabila Anda mengalami:

  1. Alergi terhadap Escitalopram, citalopram (celexa), atau obat lain
  2. Mengonsumsi penghambat monoamine oxidase (MAO) atau pimozide (orap), seperti marplan, nardil, parnate, dan eldepryl, emsam, zelapar. Jika sudah berhenti, Anda harus menunggu selama 14 hari sebelum mengonsumsi inhibitor MAO.
  3. Escitalopram sangat mirip dengan SSRI lain, seperti citalopram (celexa), sehingga obat ini tidak boleh diminum bersamaan.
  4. Beritahu dokter apabila Anda berencana atau sedang mengonsumsi obat resep/non resep, vitamin, suplemen kesehatan, dan produk herbal.
  5. Beritahu dokter kondisi kesehatan Anda akhir-akhir ini, termasuk mengalami serangan jantung, kejang, penyakit hati, ginjal, tiroid, dan jantung.
  6. Beritahu dokter apabila Anda sedang atau berencana hamil dan menyusui.
  7. Beritahu dokter apabila Anda akan menjalani operasi.
  8. Escitalopram menimbulkan kantuk. 
  9. Alkohol dapat membuat Anda semakin mengantuk karena Escitalopram.
  10. Escitalopram mungkin menyebabkan glaukoma akut, segera hubungi dokter jika mengalami perubahan penglihatan dan gejala lainnya setelah menggunakan Escitalopram.

Interaksi dengan Obat Lain

Beritahu dokter obat apa saja yang sedang Anda konsumsi untuk menghindari interaksi Escitalopram. Berikut ini beberapa obat yang menimbulkan interaksi.

  1. Antidepresan lainnya
  2. Buspirone
  3. Litium
  4. St. John’s wort
  5. Tryptophan
  6. Obat pengencer darah, seperti warfarin
  7. Obat nyeri narkotik, seperti fentanyl atau tramadol
  8. Obat sakit kepala migrain, seperti sumatriptan

Kelompok yang Berisiko

Berdasarkan FDA, Escitalopram termasuk dalam kategori C bagi ibu hamil dan menyusui yang berarti mungkin berisiko. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Escitalopram.

Efek Samping

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping penggunaan Escitalopram berikut ini.

  1. Otot yang sangat kaku disertai dengan demam tinggi, berkeringat, detak jantung tidak teratur atau cepat, gemetar, merasa akan pingsan
  2. Mual, muntah, diare, nafsu makan hilang, koordinasi hilang, merasa goyah
  3. Sakit kepala, sulit konsentrasi, lesu, bingung, halusinasi, kejang, sulit bernafas
  4. Mengantuk, pusing
  5. Insomnia
  6. Mual ringan, gas, nyeri ulu hati, sakit perut, sembelit
  7. Perubahan berat badan
  8. Dorongan seks berkurang, impoten
  9. Mulut kering, telinga berdengung

Cara Konsumsi

Perhatikan cara penggunaan Escitalopram yang benar berikut ini.

  1. Escitalopram sebaiknya digunakan secara oral dengan ataupun tanpa makanan sesuai instruksi yang diberikan dokter. Biasanya, obat ini diminum satu kali sehari pada pagi atau malam hari.
  2. Dosis Escitalopram yang diberikan pasien berdasarkan kondisi medis, respon terhadap pengobatan, usia, dan obat lain yang sedang digunakan. Beritahu dokter obat apa saja yang Anda konsumsi pada dokter, termasuk obat resep, non resep, multivitamin, maupun obat herbal.
  3. Pada kasus tertentu untuk mengurangi risiko efek samping, dokter mungkin akan mengurangi dosis yang diberikan dan meningkatkan dosis secara bertahap.
  4. Ikuti instruksi yang diberikan dokter. Jangan mengubah dosis sendiri, seperti meningkatkan dosis atau menggunakan obat lebih lama/sering dari yang dianjurkan. Sebab, hal tersebut tidak akan membuat Anda lebih cepat membaik, bahkan meningkatkan risiko efek samping.
  5. Minum Escitalopram secara teratur. Akan lebih baik lagi, jika obat ini dimium pada waktu yang sama setiap harinya.
  6. Jangan hentikan penggunaan obat tanpa berdiskusi dulu dengan dokter, meskipun sudah merasa sehat. Sebab, beberapa kondisi tertentu mungkin akan memburuk jika mendadak berhenti minum obat.
  7. Apabila mengalami gejala, seperti perubahan pola tidur, merasa seolah disetrum, perubahan mood, sakit kepala, dan kelelahan, segera hubungi dokter.
  8. Perhatikan cara penyimpanan obat pada kemasan supaya berfungsi optimal.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis