fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Batuk adalah gejala penyakit yang sangat mengganggu. Apalagi batuk berdahak yang kesannya begitu sangat mengganggu. Maka dari itu mencari solusi pengobatannya adalah hal yang layak untuk dilakukan. Salah satu produk obat yang bisa dijadikan solusi batuk berdahak adalah Erdostein (Baca juga Hal Yang Harus Dilakukan Dokter Saat Praktik Telemedicine).

Informasi

Erdostein adalah obat batuk jenis expectorant yang bisa meredakan gejala batuk berdahak akibat penyakit bronkitis. Sebuah penyakit yang disebabkan oleh munculnya dahak kental di saluran pernafasan. Obat generik ini harus digunakan dengan resep dokter karena memiliki dosis tertentu yang harus dipatuhi.

Erdostein sendiri adalah obat khusus orang dewasa. Bahkan usia di bawah 18 tahun dilarang untuk mengkonsumsi obat ini. Sebab dosisnya cukup tinggi dengan kinerja obat yang reaksioner. 

Saat ini Erdostein masih dibentuk menjadi dua varian saja yaitu kapsul dan sirup kering. Pasien bisa memilih salah satu atau keduanya sesuai dengan resep dokter yang diberikan kepadanya. 

Dosis Obat 

Obat Erdostein harus diminum sesuai dosis yang tepat. Jika tidak reaksi obat tidak akan maksimal sehingga gejala penyakit batuk berdahak tidak akan kunjung sembuh. Maka dari itu berhati-hati dengan dosis ini. 

Dosis Obat Erdosteine adalah 300 mg. Yang mana obat maksimal dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari. Sedangkan untuk batas maksimal minum obat adalah 10 hari. 

Artinya jika setelah hari itu batuk belum sembuh maka bisa langsung cek dokter. Mungkin gejala bisa diakibatkan oleh penyakit lain yang jauh lebih berbahaya dan kronis. 

Kontraindikasi

Obat Erdostein baik yang kapsul maupun yang sirup kering tidak dianjurkan untuk diminum oleh ibu hamil dan menyusui. Sedangkan untuk kaum ibu yang sedang melakukan program kehamilan diharap untuk konsultasi terlebih dahulu sebelum meminumnya. 

erdostein, erdosteine
Batuk berdahak adalah penyakit yang sangat mengganggu. Salah satu produk obat yang bisa dijadikan solusi batuk berdahak adalah Erdostein.

Selain itu obat juga khusus orang dewasa di atas 18 tahun. Sedangkan yang usia di bawahnya diharap untuk tidak mengkonsumsi Erdostein. Apalagi diberikan kepada anak-anak. 

Obat Erdostein juga tidak dianjurkan diminum oleh pasien diabetes melitus baik yang basah maupun yang kering. Sedangkan bagi orang yang melakukan program diet kalori diharap juga untuk tidak meminumnya. 

Interaksi dengan Obat Lain

Penggunaan Erdostein baik yang kapsul maupun yang sirup diharapkan tidak dicampur dengan penggunaan obat lain. Karena dikhawatirkan akan terjadi interaksi antar obat yang bisa membahayakan pasien. 

Oleh sebab itu jika sedang mengkonsumsi obat jangan dulu meminum obat Erdostein. Lebih baik tunggu dulu sampai obat tersebut habis baru menggunakan kapsul atau sirup Erdostein jika obat yang pertama dianggap kurang bereaksi.

Salah satu risiko mencampur Erdostein dengan obat lain adalah bisa memicu alergi atau mengalami over dosis. Jika ini terjadi pasien harus dibawa ke dokter supaya mendapatkan penanganan yang lebih tepat. 

Sedangkan untuk interaksi dengan obat lain yang menguntungkan masih belum ditemukan riset-nya. Oleh sebab itu alangkah baiknya minum obat ini secara mandiri saja. 

Kelompok Orang Berisiko

Ada beberapa kelompok orang yang sejatinya tidak boleh mengkonsumsi Erdosteine apapun varian-nya. Di antaranya adalah ibu hamil dan menyusui, penderita diabetes melitus basah dan kering, penderita gangguan hati serta memiliki riwayat alergi. 

Selain itu Erdosteine juga tidak boleh diminum oleh orang yang mengalami gejala tukak lambung, balita, anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun. Mereka inilah yang diharapkan tidak mengkonsumsi obat Erdosteine. 

Efek Samping Obat 

Yang namanya obat pasti memiliki efek samping begitu juga dengan obat Erdostein. Berikut ini akan di-list efek samping yang dimaksud:

  • Mual
  • Diare
  • Nyeri perut
  • Gangguan pencernaan
  • Sensasi terbakar pada dada atau ulu hati (heartburn)
  • Sakit kepala
  • Gangguan indra perasa
  • Muncul ruam

Umumnya efek samping ini merupakan hal yang biasa. Namun jika durasinya tidak kunjung sembuh dalam waktu lama mungkin bisa konsultasi ke dokter. Karena dikhawatirkan ada kontra indikasi yang sedang terjadi saat itu. 

Cara Konsumsi Obat

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari Obat Erdostein maka pasien harus mengkonsumsi dengan tepat dan benar. Maksudnya obat harus dikonsumsi sesuai aturan pakai yang tertera pada resep ataupun pada label kemasan. 

Untuk Erdostein sendiri berikut ini daftar terkait cara penggunaan yang tepat dan benar. Silahkan disimak lalu jadikan pedoman, berikut daftarnya:

Cara Minum Erdostein Kapsul

  • Silakan baca dulu aturan pakai obat
  • Minum obat secara langsung atau jangan dikunyah
  • Silakan minum sebelum atau sesudah makan

Cara Minum Erdosteine Sirup Kering

  • Kocok dulu botol sirup sebelum tutupnya dilepas
  • Silakan larutkan seluruh sirup dengan 60 ml liter air
  • Simpan dulu di dalam lemari es
  • Minum maksimal selama 1 minggu

Itulah cara minum Erdostein yang tepat dan benar. Pastikan dosisnya tepat dan dikonsumsi dengan waktu yang kalau bisa selalu sama dalam setiap harinya. Jangan pula meminum obat ini dalam jarak yang terlalu dekat dengan waktu minum  sebelumnya.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis