fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Demensia merupakan istilah umum untuk penyakit dan kondisi yang ditandai dengan penurunan daya ingat, bahasa, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir lainnya yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Gangguan yang dikelompokkan dalam istilah umum “demensia” disebabkan oleh perubahan otak yang tidak normal. Perubahan-perubahan ini memicu penurunan dalam berpikir, yang lebih dikenal sebagai kemampuan kognitif (Baca juga Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Stroke pada Orang Tua).

Apa Itu Penyakit Demensia?

Demensia dalam tingkat yang cukup parah mampu mengacaukan kehidupan sehari-hari. Seringkali juga mempengaruhi perilaku, perasaan, dan hubungan. Beberapa jenis dari penyakit ini yang sering terjadi adalah demensia vaskular dan alzheimer. Demensia vaskular seringkali timbul dikarenakan penyumbatan atau gangguan pada pembuluh darah di otak serta bisa disebabkan oleh perdarahan mikroskopis. 

Tapi ada banyak kondisi lainnya yang dapat menimbulkan penyakit ini, seperti kekurangan vitamin atau efek samping dari penyakit tiroid. Alzheimer merupakan penyakit yang disebabkan perubahan genetik ataupun perubahan protein pada otaknya. 

demensia
Demensia merupakan penurunan daya ingat, bahasa, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir lainnya untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia yang menyumbang 60-80% kasus setiap tahunnya. Demensia lebih  sering disebut sebagai “pikun”, padahal hal ini merupakan penurunan mental yang cukup serius dan akibat dari penuaan.

Gejala Demensia

Gejala bisa sangat bervariasi, berikut beberapa gejala yang paling umum terjadi :

  • Masalah dengan memori jangka pendek.
  • Kehilangan atau lupa meletakan dompet.
  • Sering lupa dalam hal membayar tagihan.
  • Lupa merencanakan dan menyiapkan makanan.
  • Sering melupakan janji.
  • Dapat tersesat saat bepergian keluar dari lingkungan.

Banyak yang bersifat progresif, yang berarti gejalanya mulai perlahan dan berangsur-angsur bertambah buruk. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kesulitan dalam hal ingatan atau perubahan lain dalam keterampilan berpikir, jangan abaikan. Temui dokter segera untuk menentukan penyebabnya. 

Evaluasi profesional dapat mendeteksi kondisi dan dapat segera diobati. Dan bahkan jika gejala menunjukkan demensia, diagnosis dini memungkinkan seseorang untuk mendapatkan perawatan secara maksimal dan memberikan kesempatan bagi Anda melakukan uji klinis.

Penyebab Demensia 

Demensia disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak. Kerusakan ini mengganggu kemampuan sel-sel otak untuk berkomunikasi satu sama lain. Ketika sel-sel otak tidak dapat berkomunikasi secara normal, pemikiran, perilaku dan perasaan dapat dipengaruhi. Otak memiliki tugasnya  masing-masing, bertanggung jawab untuk fungsi yang berbeda (misalnya, ingatan, penilaian dan gerakan). 

Ketika sel-sel di bagian otak tertentu mengalami kerusakan, bagian otak ini tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal. Alzheimer dan Demensia memiliki beberapa perbedaan baik dalam hal gejala, tahapan, faktor risiko dan banyak lagi. Sebagai contoh, pada penyakit Alzheimer, kadar protein tertentu yang tinggi di dalam dan di luar sel-sel otak menyulitkan sel-sel otak untuk tetap sehat dan berkomunikasi satu sama lain. 

Bagian otak yang disebut hippocampus adalah pusat pembelajaran dan memori di otak, dan sel-sel otak di wilayah ini sering menjadi yang pertama kali dirusak. Itu sebabnya kehilangan ingatan sering merupakan salah satu gejala paling awal dari Alzheimer. Sementara sebagian besar perubahan pada otak yang menyebabkan penyakit ini dapat bersifat permanen bahkan memburuk dari waktu ke waktu.

Perawatan dan Pengobatan Demensia

Pengobatan demensia tergantung pada penyebabnya. Dalam kasus paling progresif, termasuk penyakit Alzheimer, tidak ada obat dan tidak ada pengobatan yang memperlambat atau menghentikan perkembangannya. Tetapi ada pengobatan yang dapat memperbaiki gejala sementara. 

Obat yang sama yang digunakan untuk mengobati Alzheimer adalah beberapa obat yang kadang diresepkan untuk membantu gejala demensia jenis lain. Terapi non-obat juga dapat meringankan beberapa gejala demensia. Hingga sekarang perawatan baru yang terbilang efektif untuk demensia masih membutuhkan peningkatan dana penelitian dan peningkatan partisipasi dalam studi klinis. 

Faktor Risiko dan Pencegahan Demensia

Penelitian baru menunjukkan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko gangguan kognitif ringan dan demensia. Beberapa faktor risiko demensia, seperti usia dan genetika, tidak dapat diubah. Tapi ada beberapa faktor risiko demensia yang dapat dicegah

  • Terlalu sering minum alkohol
  • Faktor risiko penyakit kardiovaskular
  • Depresi
  • Diabetes
  • Kebiasaan Merokok
  • Sleep apnea 

Tetapi peneliti terus mengeksplorasi dampak faktor risiko lain pada kesehatan otak dan pencegahan demensia. Beberapa penelitian yang dilaporkan menunjukkan bahwa beberapa melakukan salah satu dari beragam gaya hidup sehat, termasuk diet sehat, tidak merokok, olahraga teratur dan stimulasi kognitif, dapat menurunkan risiko penurunan kognitif dan demensia.

Selain itu, sangat disarankan untuk melakukan olahraga dan aktif setiap hari. Cara ini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan melindungi otak, terutama dengan pola makan yang sehat. Jaga gaya hidup yang seimbang, cobalah untuk melakukan aktivitas dengan orang lain, seperti menari, melukis, memasak, bernyanyi atau apa pun yang Anda sukai. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik dalam hal nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis