fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Clindamisin adalah obat jenis antibiotik untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri. Berikut beberapa fungsi clindamisin.

  1. Paru-paru
  2. Sendi dan tulang
  3. Kulit
  4. Darah
  5. Organ reproduksi wanita
  6. Infeksi organ dalam lainnya
  7. Mengobati jerawat dan bekasnya
  8. Mengatasi anthrax dan malaria
  9. Infeksi telinga
  10. Tonsilitis
  11. Faringitis
  12. Toksoplasmosis 
  13. Endokarditis
  14. Infeksi gigi ketika antibiotik lain, seperti penicillin tidak bekerja

Informasi

Clindamisin termasuk dalam kelas antibiotik lincomycin. Cara kerja obat ini dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan mencegah penyebarannya supaya tidak berpindah ke bagian tubuh yang lain. Antibiotik ini tidak akan berpengaruh terhadap infeksi virus, seperti demam dan influenza. Gunakan Clindamisin sesuai arah dari dokter. Sebab, mengonsumsi obat ini sembarangan akan membuat Anda kebal terhadap antibiotik sehingga lebih rentan pula terkena infeksi.

Dosis

Clindamisin tersedia dalam kemasan kapsul 150 mg dan 300 mg, salep, dan gel. Dosis obat clindamisin tergantung usia, bentuk sediaan obat, tingkat keparahan penyakit, dan kondisi pasien.

Dosis Clindamisin untuk Orang Dewasa

Oral (minum)

  1. Infeksi serius: 150-300 mg setiap 6 jam
  2. Infeksi lebih parah: 300-450 mg setiap 6 jam

Injeksi

  1. Infeksi serius: 600-1200 mg per hari yang terbagi menjadi 2-4 sama rata
  2. Infeksi parah: 1200-2700 mg per hari terbagi menjadi 2-4 sama rata
  3. Infeksi lebih parah: hingga 4800mg per hari

Dosis Clindamisin untuk Anak-anak

Oral 

  1. Berat badan 10kg atau kurang: 37.5 mg minum 3 kali sehari
  2. Berat badan 11kg atau lebih tergantung jenis infeksinya:
    • Infeksi biasa: 8-12 mg/kg terbagi menjadi 3-4 sama rata
    • Infeksi parah: 13-16 mg/kg perhari terbagi menjadi 3-4 sama rata
    • Infeksi lebih parah: 17-25 mg/kg perhari terbagi menjadi 3-4 sama rata

Informasi dosis tersebut tidak menggantikan anjuran dari dokter. Konsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan Clindamisin.

Kontraindikasi

Sebelum menggunakan Clindamisin, perhatikan kontraindikasi pemakaian obat ini terlebih dulu.

  • Beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit kolitis, penyakit crohn, asma, alergi, eksim, gangguan ginjal, fungsi hati, dan meningitis.
  • Hati-hati dalam mengonsumsi obat Clindamisin, jika Anda sedang menggunakan obat lain, seperti erythromycin, rifampicin, aspirin, ketoconazole, dan suplemen atau obat herbal.
  • Beritahu dokter jika Anda berencana atau akan melakukan operasi, termasuk operasi gigi.
  • Beritahu dokter jika Anda berencana atau baru saja mendapatkan vaksinasi tertentu.
  • Sampaikan pada dokter kebiasaan Anda, seperti merokok atau mengonsumsi minuman alkohol.
  • Apabila muncul reaksi alergi setelah mengonsumsi Clindamisin, sebaiknya segera hubungi dokter.

Interaksi dengan Obat Lain

clindamisin

Clindamisin memiliki risiko jika dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, misalnya:

  • Penurunan efektivitas vaksin yang mengandung bakteri hidup, seperti vaksin tifoid, kolera, dan BCG.
  • Penurunan efektivitas Clindamisin jika digunakan bersama obat TBC rifampicin.
  • Peningkatan efek samping atracurium, ciclosporin, dan vecuronium.
  • Penurunan efektivitas pil KB, terutama yang mengandung estradiol.
  • Penurunan efektivitas Clindamisin dan erythromycin jika digunakan bersama-sama.

Untuk menghindari interaksi obat Clindamisin, sebaiknya beri tahu dokter obat apa saja yang sedang Anda konsumsi, termasuk obat resep/nonresep, herbal, dan suplemen.

Kelompok Orang Berisiko

Menurut FDA di Amerika Serikat, Clindamisin termasuk dalam kategori B bagi risiko kehamilan yang artinya tidak berisiko pada beberapa penelitian. Untuk menghindari risiko penggunaan Clindamisin, sebaiknya selalu konsultasikan dulu dengan dokter mengenai kondisi Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana untuk hamil.

Efek Samping Clindamisin

Clindamisin menimbulkan efek samping berikut ini.

  1. Mual
  2. Muntah
  3. Sakit perut ringan
  4. Nyeri sendi (Baca juga Apakah Glucosamine Ampuh untuk Mengatasi Radang Sendi?)
  5. Vagina gatal atau mengeluarkan cairan
  6. Ruam atau gatal ringan
  7. Nyeri ulu hati
  8. Sakit tenggorokan (Baca juga Cara Mengobati Sakit Tenggorokan Dengan Ampuh)

Apabila mengalami efek samping atau mencurigai gejala efek samping tertentu terkait penggunaan obat Clindamisin, segera hubungi dokter.

Cara Konsumsi 

Sebelum menggunakan Clindamisin, perhatikan cara konsumsi atau aturan pakainya berikut ini.

  1. Clindamisin harus diminum berdasarkan resep dokter atau ikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan produk.
  2. Jangan gunakan obat ini terlalu banyak, sedikit, dan dalam waktu lama atau sebentar dari saran yang diberikan. Hal ini akan memengaruhi kinerja obat dan respon tubuh.
  3. Minum kapsul obat ini dengan segelas air putih supaya tidak terjadi iritasi pada tenggorokan.
  4. Perhatikan dosis obat yang diminum. Apabila sediaan obat berupa cair atau sirup, maka minumlah menggunakan sendok takar supaya dosisnya tepat, bukan sendok biasa.
  5. Sediaan Clindamisin juga dapat diberikan melalui suntkan otot atau pembuluh darah melalui infus. Jika melakukan pengobatan mandiri, perhatikan cara menggunakan alat suntik di rumah. Jika tidak mengerti, jangan suntik obat ini sendiri. Mintalah bantuan dari pihak medis.
  6. Jarum hanya dipakai sekali, jangan berulang-ulang.
  7. Hati-hati saat membuang bekas jarum suntik, perhatikan tempat pembuangannya yang tahan tusukan dan jauh dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan.
  8. Clindamisin harus dihabiskan dan diminum dalam waktu yang telah ditentukan oleh dokter.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis