fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Memiliki tekanan darah tinggi menyebabkan Anda harus berhati-hati dalam memilah makanan. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah, lebih parahnya pembuluh darah di otak, hingga mengakibatkan stroke. Untuk menurunkan tekanan darah, Anda bisa menjaga pola makan, dan bila tak tertahankan, bisa mengonsumsi obat lisinopril. 

Informasi 

Lisinopril termasuk obat golongan ACE inhibitor (angiotensin converting enzyme) yang bekerja dengan cara menghambat produksi angiotensin dalam tubuh. Perlu Anda ketahui, angiotensin termasuk senyawa kimia yang menyebabkan pembuluh darah arteri mengencang dan menegang. 

Hal tersebut menjadikan lisinopril bisa Anda konsumsi untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Dengan demikian, pembuluh darah yang mengencang dan tegang menjadi kendur sehingga darah dapat mengalir lebih mudah dan lancar.

Lisinopril selain digunakan untuk menurunkan tekanan darah, juga bisa  mengobati gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Lisinopril juga mampu membantu mencegah serangan jantung, stroke, serta melindungi ginjal dari komplikasi diabetes. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dalam dosis 5 mg dan 10 mg.

Perlu Anda ingat, obat ini termasuk golongan obat keras yang penggunaannya harus diawasi ketat oleh dokter. Sehingga konsumsi obat ini harus sesuai dengan yang dianjurkan dokter supaya terhindar dari risiko efek samping yang berbahaya.

Dosis Lisinopril

Penggunaan Lisinopril untuk hipertensi, dosis awal yang dianjurkan adalah 10 mg per hari, dengan dosis perawatan 20 mg per hari. Anda bisa menaikkan dosis hingga 80 mg per hari jika diperlukan. Pada pasien gagal jantung, bisa diberi dosis 2,5-5 mg per hari, dan dapat dinaikkan hingga 40 mg per hari, dengan peningkatan dosis kurang dari 10 mg dalam interval pemakaian 4 minggu.

Berbeda halnya pada pemakaian untuk mencegah masalah ginjal akibat diabetes, dosis diberikan 10 mg sehari sekali, dan dapat dinaikkan menjadi 20 mg sehari sekali, atau hingga tekanan diastolik pasien kurang dari 90 mmHG.

Pemakaian lisinopril pada anak-anak diberikan dosis berdasarkan usia dan berat badan. Kondisi kesehatan serta respon anak terhadap obat juga menjadi pertimbangan. Karena itu, dosis obat untuk setiap anak bisa berbeda-beda. Untuk penggunaan lebih aman, sebaiknya konsultasi dengan dokter dahulu. 

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Lisinopril tidak cocok bila digunakan bersamaan dengan beberapa jenis obat. Hal tersebut akan menyebabkan peningkatan efek samping serta mengganggu penyerapan obat. Obat-obat tersebut adalah obat hipertensi lain, obat radang sendi, lithium, suplemen kalsium, insulin (obat diabetes), pil diuretik, dan obat antiinflamasi non steroid atau NSAID semua jenis. 

Kelompok Orang Berisiko

Lisinopril tidak dianjurkan dikonsumsi jika Anda memiliki alergi terhadap formula obat atau alergi terhadap obat ACE inhibitor. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter semua obat, vitamin, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi.

Obat ini tidak disarankan digunakan oleh penderita diabetes yang juga mengonsumsi aliskiren (Tekturna, di Amturnide, Tekamlo, Tekturna HCT). Selain itu juga tidak disarankan dikonsumsi oleh penderita atau pernah memiliki riwayat gagal jantung atau penyakit ginjal atau penyakit hati.

Anda yang memiliki kadar kalsium dalam darah yang tinggi, sedang atau berencana hamil, ibu menyusui tidak diperkenankan mengonsumsi lisinopril secara sembarangan. 

Konsumsi lisinopril bisa menyebabkan pusing, kantuk, berkeringat, diare, dan muntah. Hal tersebut menyebabkan Anda beresiko jika setelah konsumsi obat ini melakukan pekerjaan berat dan butuh konsentrasi tinggi, sehingga baiknya tidak melakukan pekerjaan tersebut dahulu. 

Efek Samping

lisinopril

Konsumsi lisinopril dapat memberikan efek samping ringan, seperti batuk kering, pusing, sakit kepala ringan, mengantuk, mual, muntah, sakit perut, dan kulit gatal. Pada kasus tertentu, Anda bisa mengalami penurunan nafsu makan, urine berwarna gelap, serta kulit dan mata kuning. 

Jika efek samping yang terjadi tambah serius, dengan terjadi pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, sesak napas, hingga kadar kalium di dalam darah tinggi, ditandai dengan denyut jantung lambat, nadi lemah, dan lemah otot, segeralah mendapat pertolongan medis. 

Hal tersebut juga berlaku jika Anda mengalami reaksi alergi parah (syok anafilaktik) yang ditandai dengan muncul ruam kulit, gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, serta kesadaran hampir hilang.

Cara Konsumsi

Perlu Anda ingat, lisinopril termasuk golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus atas resep dokter. Obat ini bisa Anda konsumsi sebelum atau setelah makan. Konsumsi obat secara teratur dan ikuti petunjuk dokter. Kalau perlu buat jadwal minum obat dan pasang alarm. 

Pengobatan hipertensi dengan lisinopril bisa membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 minggu untuk merasakan manfaat yang optimal. Penggunaan obat ini untuk pasien gagal jantung, mungkin membutuhkan perawatan yang lebih lama.

Pastikan Anda selalu memberi tahu dokter mengenai perkembangan kondisi Anda. Apabila tekanan darah Anda terus naik, jangan ragu untuk meminta alternatif obat lainnya ke dokter.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis