fbpx

Bismuth Subgallate

Okt 13, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf B | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Ketika seseorang menderita penyakit usus yang membuat ususnya menjadi lebih menyempit. Ketika dokter sudah menangani hal tersebut, maka prosedur yang dilakukan dari beberapa penanganan yaitu diantaranya operasi pembuatan stoma. Stoma Kolostomi Ileostomi atau singkatnya stoma saja adalah proses operasi dengan membuat sayatan berbentuk kecil yang berada di dinding perut. Beberapa bagian usus akan dikeluarkan dari sayatan tersebut.

Tujuan dibuatnya Stoma agar BAB atau feses dapat keluar lancar dari sayatan kecil tersebut. Stoma terdiri dari dua jenis yaitu Ileostomi dan Kolostomi. Untuk Kolostomi usus yang dikeluarkan adalah usus halus dan bentuk fesesnya cenderung cair. Sedangkan stoma Kolostomi adalah bagian usus besar yang dikeluarkan dan fesesnya padat. Dalam perawatannya menggunakan obat salah satunya garam Bismuth atau Bismuth Subgallate.

Pengertian Bismuth Subgallate

Bismuth Subgallate adalah jenis garam Bismuth yang termasuk dalam logam berat. Obat ini juga digunakan untuk menangani penyakit wasir. Obat ini umumnya digunakan untuk pasien dengan pembuatan Stoma. 

Fungsi Bismuth Subgallate dalam perawatan pasien Stoma adalah sebagai deodoran internal. Cara kerja dari obat ini juga masih belum diketahui dengan pasti, namun fungsi utama untuk memicu zat yang memperbaiki usus dan mukosa lambung.

Obat ini juga berfungsi sebagai antibiotik dan menghambat laju pertumbuhan bakteri agar tidak terjadi infeksi. Selain itu, obat ini juga memiliki fungsi sebagai penghilang dan pembersih kotoran. 

Kegunaan lainnya juga dapat memicu fungsi tubuh agar tidak terjadi pendarahan. Bismuth Subgallate diserap oleh tubuh dalam skala yang kecil. Metabolismenya belum terlalu diketahui namun sebagian besar obat ini dikeluarkan lewat feses dan urin.

Obat ini juga berfungsi sebagai perawatan serta kontrol bagi pasien yang memiliki luka palatal di area mulut. Obat ini termasuk dijual bebas dan disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration). 

Selain cocok sebagai terapi dalam perawatan luka, obat ini cocok untuk perawatan pasien operasi bariatrik dan penderita gangguan iritasi usus besar. Rumus kimia dari Bismuth Subgallate ini adalah C 7 H 5 BiO 6.

Dosis Obat

Obat ini dapat diberikan kepada penderita Helicobacter pylori selama satu hingga dua minggu. Dosis yang diberikan untuk dewasa dan anak berusia diatas 12 tahun adalah 200 hingga 400 miligram PO. 

Diberikan sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Dalam 24 jam maksimal dosis adalah 1600 miligram. Apabila penggunaan dari obat ini melebihi dosis yang disarankan, sangat mungkin terjadi overdosis apabila pemakaian yang berlebihan.

Efek Samping

Beberapa efek samping dan dampak dari Bismuth Subgallate cenderung dapat diabaikan dan masuk kategori ringan. Akan tetapi sangat mungkin apabila dalam penggunaannya terjadi gangguan pada suatu sistem organ atau toksisitas. 

Bisa juga mengganggu fungsi otak dan pengaruhnya terhadap pola pikir dan intelegensi. Yang perlu diperhatikan adalah fungsi ginjal dan hati saat mengonsumsi obat ini, terutama ketika masa perawatan.

Pengawasan klinis dari ginjal dan fungsi hati perlu diperhatikan karena apabila terjadi penumpukan Bismuth Subgallate dalam tubuh. Penumpukan dalam tubuh dapat mempengaruhi ekskresi. 

Penggunaan dengan obat lain juga mampu mempengaruhi kadar dari obat ini ketika di dalam darah. Ketika obat ini akan digunakan kepada ibu hamil atau menyusui, harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ahli medis yang profesional.

Cara Pemakaian

bismuth-subgalatte

Cara penggunaan dan konsumsi dari obat ini tergantung dari jenis dan bentuk sediaannya. Untuk Bismuth Subgallate tersedia dalam jenis tablet, topikal dan supositoria. Di Indonesia sendiri hanya jenis supositoria saja yang tersedia. 

Lalu, biasanya jenis supositoria di Indonesia hanya dianjurkan untuk Hemoroid. Bentuk sediaan tersebut bahkan sudah dalam bentuk kombinasi antara zat seperti Lidocaine  dan Zinc oksida.

Untuk penggunaan bentuk Supositoria, obat ini dicampurkan dengan bahan lain seperti Heksaklorofen atau dengan campuran garam Bismuth lain seperti Bismuth Iodide dan Bismuth Resorsin. 

Untuk jenis ini penggunaannya sebanyak satu hingga dua kali dalam sehari. Digunakan sebelum tidur dengan dosis maksimal yang diperingatkan adalah 5 spp (suppositoria) dalam kurun waktu satu hari.

Jenis tablet oral atau kunyah, pemakaiannya dianjurkan antara satu hingga dua tablet dalam satu hari. Dalam konsumsinya diharuskan saat makan dengan total empat kali setiap hari. Untuk jenis topikal, campurkan antara 26 gram bubuk Bismuth Subgallate dengan 20 mili liter yang berisi cairan isotonik atau infus dan 0,7 mili liter Epinephrine, untuk hal ini perbandingannya adalah 1:1000.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis