fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Wasir adalah penyakit tidak boleh dianggap remeh karena apabila wasir dibiarkan berlama-lama dapat semakin membesar bahkan mengalami pecah. Apabila sampai pecah tentu hal ini bisa menyebabkan pendarahan yang dapat memicu anemia pada penderitanya. Selain itu masih ada bahaya lain yang ditimbulkan akibat wasir yang tidak segera ditangani.

Informasi

Penyakit wasir adalah kondisi pada saat pembuluh darah yang ada di sekitar anus mengalami pelebaran akibat peningkatan tekanan lokal yang terdapat di bagian pembuluh darah. Secara umum pembengkakan pada pembuluh darah akibat wasir terletak di dalam anus atau di sekitar bokong. Segala usia bisa saja terserang oleh wasir. Namun secara umum lebih sering dikeluarkan oleh pria maupun wanita yang berusia 50 tahun lebih.

Tidak semua penderita wasir akan mengeluhkan beberapa gejala karena wasir bisa saja muncul tanpa adanya gejala tertentu. Meskipun kebanyakan dari orang akan mengalami rasa gatal dan ketidaknyamanan di bagian anus. Untuk mengetahui gejala maupun penyakit wasir lebih lanjut Anda bisa menyimak beberapa penjelasan di bawah ini.

Gejala

Ada beberapa gejala yang bisa dialami oleh penderita wasir. Ada yang mengalami gejala ringan, ada pula yang mengalami gejala berat. Apabila gejala tersebut masih ringan maka akan menghilang dengan sendirinya pada beberapa hari. Ada beberapa gejala yang secara umum dialami oleh penderita wasir di antaranya:

  • Mengalami pendarahan pada saat buang air besar tanpa memberikan rasa nyeri. Darah yang keluar tersebut berwarna merah terang.
  • Terdapat benjolan pada area anus. Benjolan tersebut sensitif dan bisa menimbulkan rasa nyeri, terutama ketika buang air besar.
  • Ada kotoran keluar melalui anus dengan sendirinya.
  • Adanya rasa gatal sampai menimbulkan iritasi bengkak, sakit, dan merah pada area anus.
  • Saat buang air besar penderita mengeluarkan lendir atau mukosa.

Penyebab 

Wasir sering kali disebabkan karena peningkatan bagian tekanan darah di dalam pembuluh darah yang terdapat di area anus maupun sekitarnya. Selain itu saat buang air besar yang terlalu lama atau mengejan juga menjadi penyebab terjadinya tekanan di area anus. Tidak hanya itu saja, karena masih ada beberapa penyebab lain akibat penyakit wasir di antaranya:

  • Sering mengangkat barang-barang yang berat.
  • Semakin usia menua maka berpeluang mengalami penyakit wasir karena penopang jaringan tubuh semakin melemah.
  • Sering muntah dan mengalami batuk terus menerus.
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Mempunyai riwayat keluarga yang menderita wasir.
  • Duduk terlalu lama.
  • Melakukan hubungan intim secara anal.

Faktor Risiko

Secara umum wasir memang disebabkan karena pembengkakan bagian pembuluh darah vena karena peningkatan tekanan di bagian rektum bawah. Ada beberapa faktor risiko yang menimbulkan diri seseorang mengalami wasir seperti berikut:

Sembelit Kronis

Kondisi feses yang mengeras diakibatkan karena sembelit menjadikan diri seseorang harus mengeluarkan banyak tenaga ketika mengejan. Namun tekanan extra dari mengejan tersebut dapat memicu adanya pembengkakan pembuluh darah di bagian anus. Sehingga hal inilah yang menimbulkan wasir.

Masa Kehamilan

Masa kehamilan juga menjadi faktor resiko penyakit wasir karena saat usia kehamilan semakin membesar rahim ikut berkembang dan mengikuti perkembangan janin. Ketika rahim mengalami tekanan maka akan menekan bagian pembuluh darah yang terdapat pada usus besar. Hal inilah yang memicu kemunculan benjolan pada area anus.

Duduk Terlalu Lama

Pembuluh darah yang terdapat pada anus memang sudah terisi darah yang cukup banyak. Oleh karena itu apabila terlalu lama duduk maka menimbulkan kondisi wasir. Salah satu penyebabnya yaitu karena aliran darahnya yang secara konstan menekan dinding pembuluh darah sehingga semakin membesar.

Tingkat Keparahan

Pada penyakit ini, wasir dikelompokan menjadi beberapa tingkatan sesuai dengan keparahannya, yaitu:

Derajat 1

Pada tingkat ini, terjadi pembengkakan pada dinding anus. Pembengkakan biasanya menimbulkan pendarahan tetapi tidak prolaps. Pada kolonoskopi, pembengkakan terlihat sebagai tonjolan kecil ke dalam lumen.

Derajat 2

Pada tingkat derajat 2, peradangan menjadi prolaps di luar saluran anal tetapi berkurang secara spontan.

Derajat 3

Benjolan menonjol menggantung ke luar saluran anal dan biasanya membutuhkan reduksi secara manual.

Derajat 4

Pada tingkat ini, benjolan wasir menjadi tidak dapat direduksi dan terus berkembang. Biasanya menonjol keluar anus dan tidak dapat didorong masuk kembali ke anus. Wasir trombosis akut dan yang melibatkan prolaps mukosa dubur juga dapat terjadi pada derajat  4.

Diagnosis

Banyak orang yang percaya bahwa penyakit wasir adalah penyakit yang bisa saja sembuh dengan sendirinya. Namun tidak semua orang akan mengalami hal yang sama karena ada beberapa wasir yang bisa menimbulkan bahaya sehingga membutuhkan pengobatan. Apabila dokter mencurigai pada pasien yang menderita wasir, maka akan melakukan beberapa diagnosis seperti melakukan pemeriksaan fisik. Diagnosis yang dilakukan yaitu seperti berikut:

  • Melakukan pemeriksaan pada bagian luar anus yang mana pemeriksaan tersebut dengan cara mencolok subur menggunakan DRE atau Digital Rectal Examination. 
  • Untuk pemeriksaan ini bisa dilakukan supaya dokter bisa mengetahui kondisi usus besar yang terdapat di bagian rektum. Apakah terdapat benjolan maupun kelainan yang lainnya.
  • Selama prosedur pemeriksaan dilakukan dokter menggunakan sarung tangan yang sudah diberi pelumas dan menggunakan jari telunjuk ketika pemeriksaan dilakukan. 
  • Pemeriksaan yang dilakukan memang tidak menimbulkan rasa yang sakit, akan tetapi seringkali membuat pasien merasa tidak nyaman.

Pengobatan

Pengobatan pada penderita wasir bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan supaya lebih mempermudah pasien saat buang air besar. Selain itu juga dapat mengatasi adanya tingkat keparahan. Cara pengobatan yang dilakukan yaitu dengan pengikatan wasir seperti prosedur yang dilakukan dengan cara mengikat pada bagian bawah hemoroid supaya aliran darah terputus. Terdapat beberapa pengobatan wasir yang perlu disesuaikan dengan tingkatan derajatnya.

Derajat 1 dan 2

Perubahan gaya hidup diperlukan untuk mencegah wasir semakin parah. Konsumsi serat dan air yang cukup dapat menjadi salah satu cara perubahan gaya hidup untuk mencegah wasir semakin parah. Selain itu, pada tingkat ini dapat dilakukan pengobatan topikal dengan berbagai anestesi lokal seperti kortikosteroid atau obat anti-inflamasi. Obat topikal yang umum untuk pengobatan wasir pada tingkatan ini adalah dengan pemberian glyceryl trinitrate 0,2%.

Tindakan Rubber Band Ligation (RBL) juga dapat dilakukan sebagai langkah penanganan wasir. RBL dilakukan dengan memperbaiki jaringan nekrosis wasir dan mukosa pada dubur.

Selain perubahan gaya hidup dan RBL, skleroterapi juga dapat menjadi opsi dalam penanganan wasir pada tingkat ini. Skleroterapi dilakukan melalui anoskop, penyuntikkan dengan bahan sclerosant ke dalam submukosa. Sclerosant kemudian menyebabkan fibrosis dan perbaikan ke saluran anus.

Derajat 3

Pada derajat 3, perubahan gaya hidup, Rubber Band Ligation (RBL), dan skleroterapi dapat dilakukan sebagai tindakan penanganan. 

Selain itu, pada derajat ini juga dapat dilakukan hemoroidektomi. Ada dua jenis utama hemoroidektomi, yaitu ferguson (hemoroidektomi tertutup) dan Milligan-Morgan (hemoroidektomi terbuka). Hemoroidektomi terbuka sering dilakukan pada pembedahan wasir gangren akut di mana edema jaringan dan nekrosis menghalangi penutupan mukosa.

Pada tingkatan ini, alternatif operasi hemoroidektomi dapat dilakukan dengan stapled hemorrhoidopexy, di mana alat stapel digunakan untuk reseksi dan memperbaiki jaringan hemoroid internal ke dinding rektum. 

Selain itu pada derajat ini juga dapat dilakukan Ligasi arteri wasir dengan doppler. Ligasi arteri wasir dengan dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengikat arteri hemoroid. Cara ini disebut juga dengan dematerialisasi hemoroid transanal.

Derajat 4

Pada derajat 4, opsi tindakan yang dapat dilakukan mencakup perubahan gaya hidup, hemoroidektomi, dan stapled hemorrhoidopexy.

Pencegahan

Penyakit wasir adalah penyakit yang dapat dicegah. Anda dapat melakukan pencegahan penyakit ini dengan cara:

  • Mengkonsumsi air putih yang banyak.
  • Mengurangi kafein dan menghindari minuman beralkohol.
  • Lebih banyak mengkonsumsi makanan yang berserat.
  • Jangan menunda buang air besar.
  • Melakukan olahraga secara teratur.

Di bagian tahap awal wasir memang tidak menimbulkan gejala. Akan tetapi diri seseorang yang mengalaminya merasakan ketidaknyamanan. Terlihat terlebih lagi adanya tetesan darah ketika sedang buang air besar. Pada tahapan lanjutan bisa menimbulkan pendarahan yang semakin banyak dan semakin sering sehingga penderita akan mengalami anemia. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis