fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Herpes adalah penyakit yang ditandai dengan adanya lepuhan yang terjadi pada kulit dan memiliki warna kemerahan serta berisi cairan. Penyakit yang satu ini termasuk penyakit jangka panjang karena virusnya dapat bertahan lama bahkan sampai seumur hidup berada di dalam tubuh seseorang.

Informasi

Dari banyaknya virus herpes, virus herpes simpleks serta herpes zoster adalah dua penyakit yang paling banyak dijangkit manusia. Berbagai obat herpes baik obat alami atau dari dokter mampu meringankan gejala penyakit tersebut.

Gejala

Penyakit herpes akan memunculkan beberapa gejala pada tubuh orang yang terinfeksi. Namun, gejala yang timbul didasarkan pada jenis virus herpes yang menginfeksi itu sendiri. Gejala herpes umumnya meliputi:

Gejala yang Disebabkan HSV 1

  • Awalnya penderita akan merasa dengan demam, nyeri pada otot, serta lemas
  • Gatal
  • Timbulnya rasa terbakar atau seperti ditusuk pada tempat infeksi
  • Kemudian timbul blister, yakni lesi kulit seperti melepuh yang kemudian pecah serta dalam beberapa hari akan mongering
  • Blister yang pecah akan membuat munculnya luka yang disertai dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, maka makan pun akan terganggu

Gejala yang Disebabkan HSV 2

  • Gatal
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Keluarnya cairan dari vagina
  • Munculnya benjolan pada selangkangan
  • Munculnya koreng pada kemaluan, pantat, anus, atau paha yang cukup menyakitkan
  • Pada pria, herpes dapat membuat kulit penis menjadi kering, gatal serta timbul rasa perih

Gejala yang Disebabkan VZV

  • Kulit terasa nyeri
  • Munculnya ruam pada kulit
  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Nafsu makan berkurang

Penyebab

Penyakit herpes umumnya disebabkan oleh 3 virus. Berikut 3 virus yang umum menyebabkan herpes:

  • Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1) termasuk ke dalam virus yang dapat menyebar dengan cepat. Virus ini juga umum menyebabkan terjadinya herpes oral yakni pada area mulut.  Namun, virus ini juga dapat menjadi herpes kelamin atau genital yang disebabkan oleh penyebaran dari mulut ke alat kelamin saat melakukan hubungan intim melalui oral.
  • Herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2) merupakan virus yang menjadi penyebab herpes genital. Penyebaran virus ini terjadi melalui adanya kontak dengan luka yang muncul pada penderita herpes. Contohnya penyebaran melalui hubungan intim. Selain itu penyebaran juga dapat terjadi dari ibu kepada bayinya saat proses persalinan.
  • Varicella-zoster virus (VZV) adalah virus yang termasuk ke dalam kelompok alfa herpesviridae yang menyebabkan timbulnya cacar air serta herpes zoster (cacar air luar). Cacar air sendiri terjadi saat virus varicella-zoster telah menginfeksi seorang anak untuk pertama kalinya. 

Sedangkan untuk kasus penyakit herpes zoster terjadi saat cacar air yang diderita seseorang sudah sembuh namun virus varicella-zoster masih ada pada tubuhnya sehingga herpes zoster dapat terjadi karena virus bersifat laten sehingga dapat muncul kembali. Penyebaran virus ini terjadi melalui adanya kontak langsung dengan penderita cacar air.

Faktor Risiko

Risiko terkena virus herpes simpleks dapat dialami oleh siapapun baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, dalam kasus herpes yang disebabkan HSV-2 memiliki beberapa faktor risiko seperti:

  1. Lebih berisiko dialami perempuan
  2. Bergonta-ganti pasangan seksual
  3. Berhubungan intim di usia yang tergolong muda
  4. Sistem kekebalan tubuh lemah
  5. Memiliki riwayat penyakit kelamin lainnya

Sedangkan untuk herpes zoster lebih rentan akan dialami oleh semua orang yang pernah menderita cacar air. Selain itu, seseorang juga dapat lebih berisiko terkena herpes zoster, jika:

  1. Berusia diatas 50 tahun
  2. Memiliki riwayat penyakit tertentu yang menyebabkan imun menjadi lemah, seperti penyakit HIV/AIDS serta kanker
  3. Tengah menjalani proses perawatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lemah.
  4. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang dirancang guna mencegah penolakan terhadap organ transplantasi contohnya, penggunaan steroid dalam jangka waktu panjang seperti prednison.

Diagnosis

Penyakit ini dapat didiagnosis melalui tanya jawab dokter dengan pasien seputar gejala serta dilakukannya pemeriksaan fisik. Untuk membantu diagnosis, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan dengan kultur virus herpes simplex maupun tes antibodi guna mendeteksi ada tidaknya infeksi primer herpes.

Pengobatan

Pengobatan herpes difokuskan untuk menghilangkan blister serta guna mencegah terjadinya penyebaran herpes itu sendiri. Dokter juga akan memberikan obat-obatan antivirus yang dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya komplikasi akibat herpes. Obat-obatan yang diberikan umumnya seperti:

  • Valacyclovir
  • Famciclovir
  • Acyclovir

Jika, herpes menimbulkan rasa nyeri anda dapat mengurangi nya dengan konsumsi paracetamol. Atau mengkompres bagian kulit yang terkena herpes dengan air hangat atau air dingin.

Pencegahan

Beberapa langkah ini bisa membantu pencegahan supaya tak terkena herpes:

  • Hindari kontak fisik dengan orang yang memiliki koreng yang disebabkan oleh herpes.
  • Rutin mencuci tangan
  • Jangan berbagi penggunaan beberapa barang yang sering menjadi media penyebaran virus seperti, handuk, pakaian, makeup serta gelas
  • Hindari melakukan seks oral atau berciuman jika pasangan memiliki gejala herpes

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis