fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Sarkoidosis merupakan kondisi dimana muncul kumpulan sel-sel inflasi yang menyebar di berbagai bagian tubuh yang berbeda.  secara umum penyakit ini muncul pada bagian tubuh seperti mata, paru-paru, kulit hingga kelenjar getah bening. sarkoidosis sendiri dapat muncul hingga bertahun-tahun. Penyakit ini pun dapat mengganggu fungsi organ-organ terkait.

Informasi

Sarkoidosis merupakan penyakit dimana sel tubuh mengalami peradangan. Peradangan yang terjadi ini menyebabkan munculnya granuloma yang merupakan sel-sel radang yang menumpuk. Umumnya penyakit ini lebih sering menyerang organ paru-paru, namun bisa juga menyerang anggota tubuh lainnya.

Gejala

Gejala pada penyakit sarkoidosis muncul dengan pola yang berbeda dan terjadi secara perlahan. Gejala yang muncul dipengaruhi oleh organ tubuh yang mengalami kondisi sarkoidosis. Pada beberapa kasus, gejala yang timbul dari penyakit ini bisa muncul sesaat namun ada pula gejala yang muncul selama bertahun-tahun dan ada pula yang tidak menunjukan gejala sama sekali.

Secara umum gejala yang dialami penderita sarkoidosis adalah demam, berat badan yang menurun, lelah berlebih seta terjadinya pembengkakan pada getah bening. Untuk gejala setiap organ yang terkena sarkoidosis adalah seperti ini:

Paru-paru

Sarkoidosis yang terjadi di paru paru akan menimbulkan gejala seperti:

  1. Sesak nafas yang diiringi dengan mengi atau bengek
  2. Penderita juga dapat mengalami nyeri dada
  3. Batuk kering

Mata

Penderita sarkoidosis pada mata akan merasakan:

  1. Nyeri serta lebih sensitif terhadap cahaya.
  2. Mata juga merah
  3. Dan pandangan menjadi samar. Namun, sarkoidosis pada mata juga bisa tidak menunjukan gejala apapun.

Kulit

Sarkoidosis yang terjadi di kulit akan menyebabkan timbulnya gejala seperti:

  1. Ruam atau munculnya bercak merah keunguan. Ruam sering kali muncul di area tulang kering serta pergelangan tangan atau kaki. Ketika disentuh, area tersebut dapat terasa lembut serta hangat.
  2. Gejala lain nya yakni ada area kulit yang berubah menjadi lebih terang atau justru lebih gelap.
  3. Selain itu, muncul pula bintil atau bengkak yang lokasinya berada di bawah kulit.
  4. Noda bekas luka di beberapa area seperti hidung, telinga dan pipi juga dapat menjadi tanda sarcoidosis.

Jantung

Penderita sarkoidosis yang terjadi pada jantung akan mengalami gejala berupa:

  1. Rasa lelah
  2. Dada yang terasa nyeri
  3. Napas menjadi sesak
  4. Denyut jantung yang tidak beraturan
  5. Jantung berdebar
  6. Pembengkakan jaringan tubuh karena kelebihan cairan (edema)
  7. Hingga tidak sadarkan diri

Penyebab

Penyebab sarkoidosis sayangnya belum diketahui secara pasti. Namun penyakit ini bisa dipicu oleh beberapa hal seperti paparan zat kimia atau infeksi debu. Paparan ini dapat mengakibatkan kekebalan tubuh bereaksi secara berlebih. Reaksi tersebut dapat memicu peradangan serta granuloma pada organ-organ tertentu. Semakin besar granuloma pada organ atau bagian tubuh yang terkena, maka fungsinya pun akan ikut terganggu.

Faktor Risiko

sarkoidosis

Meskipun penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan risiko sarkoidosis menjadi meningkat, seperti:

Usia dan Jenis Kelamin

Penyakit sarkoidosis sendiri lebih banyak diderita oleh perempuan dibanding laki-laki. Rentan usia yang beresiko mengalami penyakit ini adalah kisaran 20 sampai 40 tahun.

Riwayat Sarkoidosis dalam Keluarga

Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit sarkoidosis lebih rentan berpotensi mengalami penyakit tersebut.

Riwayat Kesehatan Pribadi

Risiko penyakit ini juga lebih rentan dialami oleh orang yang memiliki riwayat penyakit kanker getah bening yang merupakan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Selain itu orang dengan penyakit limfoma pun lebih rentan mengalami penyakit sarkoidosis.

Ras

Penyakit sarkoidosis lebih umum ditemukan pada orang dengan ras Afrika-Amerika. Bahkan ras tersebut juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami sarkoidosis parah bahkan kambuhan (berulang) dibandingkan dengan ras yang lain.

Diagnosis

Setelah mengajukan pertanyaan seputar gejala dan keluhan pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area yang umum terkena sarkoidosis seperti paru-paru, mata, kulit, jantung serta kelenjar getah bening. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti:

  • Tes darah
  •  Foto rontgen dada
  •  Tes fungsi paru
  • CT Scan, MRI atau PET Scan
  • Biopsi

Pengobatan

Sarkoidosis dapat sembuh dengan sendirinya, penanganan dilakukan jika gejala yang dirasakan mengganggu fungsi organ atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Umumnya penderita penyakit ini akan mendapatkan penanganan seperti:

  • Pemberian obat antiradang
  • Pemberian hydroxychloroquine
  • Pemberian obat imunosupresif
  • Jika organ mengalami kerusakan, maka akan dilakukan prosedur transplantasi.

Selain pengobatan secara medis, Anda juga bisa mengurangi gejala dengan merubah gaya hidup yang tidak sehat seperti:

  • Berhenti merokok
  • Pola makan seimbang
  • Hindari terpapar zat kimia dan debu
  • Banyak istirahat
  • Rutin berolahraga

Pencegahan

Karena belum diketahui penyebab pasti mengenai penyakit ini, langkah-langkah pencegahan pun belum dapat dilakukan secara maksimal. Namun, jika Anda memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit sarkoidosis diharapkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu hindari pula faktor penyebab munculnya penyakit ini sebagai langkah pencegahan.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis