fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Rabies merupakan penyakit yang diakibatkan virus yang ditularkan dari air liur hewan yang terinfeksi rabies kepada manusia. Penyebaran penyakit ini kebanyakan terjadi lantaran gigitan hewan. Rabies atau yang biasa disebut juga dengan istilah anjing gila merupakan infeksi virus yang terjadi pada otak dan pada sistem saraf. Penyakit ini sendiri begitu berbahaya karena dapat menimbulkan kematian.

Informasi

Di Indonesia pada tahun 2017, ada lebih 25.000 kasus gigitan hewan yang terkena rabies dan pembelian vaksin pun dilaksanakan kala itu. Sayangnya terdapat 90 kasus diantaranya yang mengakibatkan penderita meninggal dunia. Kasus meninggal ini sendiri paling banyak terjadi di Sulawesi selatan serta Kalimantan barat. Terdapat 22 kasus kematian pada masing-masing provinsi tersebut.

Gejala

Pada rabies gejala awalnya mirip dengan gejala flu. Gejala ini berlangsung selama beberapa hari, namun setelahnya, gejala yang timbul akan semakin parah. Berikut adalah gejala penyakit ini:

  1. Demam
  2. Nyeri kepala
  3. Mual
  4. Muntah
  5. Rasa gelisah dan tidak nyaman
  6. Rasa cemas berlebihan
  7. Kebingungan
  8. Hiperaktif
  9. Sulit menelan
  10. Air liur menjadi banyak
  11. Takut kepada air
  12. Halusinasi (Baca juga Halusinasi Akustik Phonema: Penyebab dan Tahapannya)
  13. Insomnia (Baca juga Susah Tidur? Atasi Insomnia dengan Memenuhi Asupan Vitamin Ini)
  14. Kelumpuhan sebagian anggota gerak

Penyebab

rabies

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan manusia mengalami rabies atau penyakit anjing gila. Diantaranya adalah:

  1. Rabies disebabkan karena adanya virus rhabdovirus pada air liur hewan yang telah terinfeksi. Hewan yang terinfeksi tersebut menyebarkan virus kepada manusia maupun hewan lainnya dengan cara menggigit.
  2. Meskipun jarang terjadi, penyakit ini bisa menyebar ketika air liur hewan yang terinfeksi masuk pada luka yang terbuka atau pada membrane mukosa seperti mata serta mulut. Penyebab ini dapat terjadi jika hewan terinfeksi menjilat luka yang terbuka tersebut. namun, pada kulit tanpa luka, penyebaran virus tidak dapat terjadi. Berikut beberapa hewan yang berpotensi menularkan virus rabies. 

Binatang yang berpotensi membawa virus rabies, antara lain:

  1. Kucing
  2. Anjing
  3. Sapi
  4. Kambing
  5. Kuda
  6. Kelelawar
  7. Monyet
  8. Rakun
  9. Rubah
  10. Berang-berang
  11. Sigung

Selain disebabkan oleh gigitan binatang yang terkena rabies, virus ini juga bisa menjangkit karena proses transplantasi dengan organ yang terpapar rabies. Namun, kakus ini cukup langka.  

Faktor Risiko

Beberapa faktor ini dapat meningkatkan risiko terkena rabies.  Berikut faktor risikonya:

  1. Tinggal di Negara Berkembang. Apabila anda tinggal di negara yang fasilitas kesehatannya kurang memadai ditambah lagi masih minimnya pengetahuan mengenai rabies risiko untuk terserang penyakit ini pun menjadi lebih tinggi dibanding dengan orang yang tinggal di negara maju dengan fasilitas yang baik.
  2. Bepergian ke Daerah Kasus Penyebaran Penyakit. Melakukan aktivitas di daerah yang terdapat kasus penyebaran rabies dapat memungkinkan anda secara tidak sengaja kontak dengan hewan yang telah tertular penyakit ini sehingga risiko pun lebih tinggi.
  3. Melakukan Kegiatan Outdoor. Kegiatan di tempat terbuka, bisa meningkatkan risiko penyakit ini karena anda dapat melakukan kontak dengan berbagai hewan liar yang berpotensi terkena rabies.

Diagnosis

Diagnosis penyakit ini melibatkan penangkapan hewan yang menggigit untuk dicek apakah hewan tersebut rabies atau tidak.  Namun, belum ada pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini, diagnosis dapat terbantu dengan mengetahui gejala yang timbul. Jika gejala timbul, maka pemeriksaan selanjutnya berupa:

  1. Tes darah
  2. CT Scan
  3. Peluksi lumbal atau pengambilan sampel saraf tulang belakang dan cairan otak.

Pengobatan

Meskipun penyakit ini terbilang cukup fatal, namun jika segera mendapat penanganan medis tingkat risiko kematian akan berkurang. Berikut pengobatan untuk rabies:

Imunoglobulin Atau Suntikan Dengan Reaksi Cepat

Suntikan ini berguna untuk menghambat infeksi virus yang umumnya terjadi begitu cepat.  Suntikan ini juga diutamakan untuk orang yang terkena gigitan yang menimbulkan luka terbuka dari hewan yang terkena rabies. Penyuntikan akan dilakukan di sekitar area luka yang terbuka.

Suntikan Vaksinasi

Suntikan ini dimaksudkan untuk membantu tubuh mengenal sekaligus melawan virus rabies yang masuk. Selama satu bulan vaksin akan diberikan sebanyak 4 kali jika pasien tidak memiliki riwayat penggunaan vaksin sebelumnya. Namun, jika pasien sudah pernah divaksin maka suntikan akan dilakukan sebanyak 2 kali sebulan.

Pencegahan

Penularan penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan langkah-langkah berikut:

1. Vaksin Hewan Peliharaan

Kucing dan anjing yang merupakan salah satu hewan yang dapat terjangkit virus rabies harus di vaksin agar binatang tersebut tidak terkena penyakit ini sekaligus menularkannya.

2. Jaga Binatang Peliharaan dan Batasi dari Lingkungan Luar

Sebisa mungkin batasi hewan peliharaan anda dari lingkungan luar. Hal ini dapat menurunkan risiko binatang terpapar virus dari binatang liar.

3. Lakukan Vaksinasi Sebelum Pergi ke Luar Negeri

Jika anda memiliki rencana untuk pergi ke daerah atau negara yang memiliki kasus rabies atau memiliki potensi penyebaran penyakit ini pastikan untuk melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Vaksin tersebut dapat mencegah anda terpapar rabies dari hewan yang anda temui di daerah atau negara yang anda kunjungi.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis